
Kanaya sudah di perbolehkan pulang karena memang tidak ada Yang serius.
" Kak tunggu " Cegah Kanaya membuat Davin juga Revan menoleh.
" Tolong masalah ini Daddy ataupun Mommy jangan sampai tau ya Kak "
" Tapi De,-
" Kak Pliss "
Revan menghela napas nya dan mengangguk,,
Mereka kembali menuju Parkiran.
" Kita ketemu di rumah Kanaya, Kalian hati hati." Ucap Revan masuk ke dalam mobilnya.
Davin mengangguk dan masuk ke dalam Mobilnya, mereka melaju pergi meninggalkan Rumah Sakit.
Kanaya hanya diam, kepalanya masih sedikit pusing dan membuat Davin menggenggam tangannya.
" Masih pusing ?"
Kanaya menoleh ,,
" Sedikit Kak tapi gapapa Kok,, *
* Bener, atau kita,-
Kanaya menggeleng, dia tidak mau membuat semua orang khawatir dengan nya.
" Setelah istirahat nanti pasti sembuh Kak *
Davin mengusap wajah Kanaya dan kembali menggenggam tangan nya.
Mereka sampai di rumah Kanaya dan membuat Nia menautkan kedua alisnya.
Dua mobil masuk dan salah satunya adalah Mobil Revan.
Davin keluar dan membuka pintu Kanaya,,
" Loh,, Ini tumben pada ke rumah "
Revan tersenyum,,
" Revan kangen masakan Tante Nia, Ya Udah pulang kampus ke sini "
" Kamu tuh,, "
" Ya Sudah kita masuk dan Tante bakal masak "
mereka masuk ke dalam, Davin terus menatap Kanaya.
dia khawatir dengan keadaan kekasih nya itu namun dia pun teringat dengan Bela.
" Sayang " Lirih Davin membuat Kanaya menoleh dan tersenyum.
____
Di tempat Lain Bela melempar Tasnya, dia pun segera berbaring Mengingat apa yang terjadi dengan dirinya, bagaimana dia mencintai laki laki yang bahkan tidak mencintai nya dan memiliki wanita lain sungguh membuat nya sakit hati.
Gak bisa,,
gue gak akan biarin ,, Davin milik gue dan selamanya milik gue.
Ting,,
Ponselnya bunyi, Bela meraih tasnya dan mengambil benda pipih di dalamnya.
Pesan dari seseorang yang membuat nya kembali tersenyum, pesan dari laki laki yang sudah mengisi hatinya.
Davin mengirimkan Pesan kepada nya untuk bertemu di sebuah tempat.
Bela langsung beranjak , dia segera menatap wajahnya di depan cermin.
tidak biasanya Davin mengajaknya bertemu.
Bela langsung menyambar tas juga kunci mobilnya, dia akan segera datang ke tempat dimana Davin sudah menunggu nya.
Setelah mengantar Kanaya pulang ,, Davin pun memutuskan untuk bertemu Bela.
__ADS_1
setelah mengirimkan tempatnya, dia pun segera pergi.
Sebuah Taman Kota yang tidak terlalu ramai,,
Davin duduk di salah satu kursi taman sembari menunggu Bela yang belum datang.
" Davin,, Sorry Lo pasti nunggu lama ya.. tadi macet dan,-
" Kita langsung bicara saja " Potong Davin karena dia tidak mau terlalu lama bersama Bela.
" Oh,, Lo mau bicara apa "
Davin beranjak bangun,,
" Gue gak suka Lo bersikap seperti itu terhadap Kanaya, Kanaya cewek gue dan gue gak akan biarkan sesuatu terjadi Dengan nya. "
" M- Maksud Lo Vin "
" Lo pasti tau apa yang gue omongin, Gue mau Lo jauhi Kanaya atau Lo akan berurusan dengan gue jika masih menganggu Kanaya "
Deg..
Bela terdiam,, Jadi hanya karena Kanaya Davin mengajaknya bertemu.
" Apa sih yang Lo Banggain dari cewek itu.
Lo baru mengenalnya dan Lo tidak tau sifat aslinya."
Davin memutar tubuhnya dan menatap Bela.
" Karena Kanaya lebih dari semua cewek di dunia ini. Gue Sangat mencintai nya."
Tes,,
Butiran bening menetes di wajah Bela, betapa sakit dan sesak hatinya mendengar ucapan Davin.
" Apa tidak ada ruang di hati Lo buat gue "
Davin menggeleng,,
" Selama ini gue hanya menganggap Lo sebagai teman gue, Lo berhak mendapatkan yang lebih dari gue "
" Engga Vin,, gue cuma Cinta sama Lo "
Bela menggeleng dan berusaha memeluk Davin,, Namun Davin dengan segera Langsung menepisnya,,
" Gue Cinta sama Lo Vin "
" Tolong Lo ngertiin gue Bel, Gue Gak Cinta Sama Lo" Ucap Davin melepaskan tangan Bela dan pergi meninggalkan Bela yang masih menatapnya dengan wajah yang basah karena Air mata yang terus mengalir.
Davin masuk ke dalam mobil nya,,
Dia berharap jika setelah ini Bela bisa berubah dan menerima semuanya.
Sementara Bela,,
Dia terduduk lemas di sana, Dia tidak menyangka Davin bicara seperti ini kepadanya.
Buat apa gue hidup jika Tidak bisa bersama Davin.. Bela beranjak,, dia menyeka air matanya dan berjalan gontai menuju Mobil.
*********
Di tempat Lain,,
Kanaya berada di dalam kamar nya,,
Entah kenapa dia memikirkan Bela,,
Apa gue salah memilih Kak Davin Sementara ada Bela yang begitu mencintai dan menyayangi nya,,
Apa gue tidak terlalu egois untuk memiliki nya sementara di luar sana ada hati yang terluka.
Kanaya mengambil ponselnya,,
Dia pun menghubungi Davin, Tidak lama terdengar suara seseorang di seberang.
" Halo Sayang,, Kenapa tidak Istirahat"
Kanaya menghela napas nya,,
__ADS_1
" Sebenarnya aku sedang memikirkan sesuatu Kak"
" Memikirkan sesuatu,, Memikirkan Apa ?"
" Bela
Aku merasa jika aku sangat egois bisa memiliki Kakak padahal Bela begitu menyayangi Kakak "
" Sayang,, Kamu bicara apa sih..
Tunggu aku ke sana sekarang."
Tut,,
Tut,,
Tut,,
Davin memutuskan telponnya membuat Kanaya menghela napas nya.
Dia pun meletakan ponselnya dan mengusap wajah nya.
" Sayang,, Mommy masuk ya "
" Iya Mom "
Kanaya menatap Nia yang berjalan masuk.
" Lusa Ulang tahun kamu, Dan semua Mommy siapkan "
" Mom,, Nay mau pesta biasa saja "
" Sayang,, Kamu anak Mommy satu satunya tidak mungkin Mommy mempersiapkan biasa saja apalagi Daddy kamu.. Bahkan Daddy yang begitu antusias mempersiapkan semua nya."
Kanaya terdiam,,
" Ya Sudah,, Mommy cuma mau bicara itu kamu istirahat ya "
Nia mengusap wajah Kanaya dan berjalan keluar.
Davin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh Kekasihnya tadi.
Dia tidak mau jika karena ini Kanaya malah menjauh darinya.
Hingga mobil sampai di depan Rumah Kanaya,,
Nia mengerutkan keningnya saat melihat Davin yang kembali.
" Tante " Ucap Davin mencium punggung Tangan Nia
" Davin,, apa ada yang ketinggalan?"
" Tidak Tante,, Apa Kanaya ada Tante "
Nia terdiam,,
Dia mengira jika terjadi sesuatu dengan mereka,,
" Ada di Kamar, Tante panggil dulu ya "
" Makasih Tante"
Nia tersenyum dan berjalan masuk,,
Namun belum sampai terlihat Kanaya yang berjalan turun.
" Loh Mommy baru mau panggil Kamu Sayang "
" Iya Mom,, Nay ke depan dulu ya Mom "
" Iya Sayang "
Nia menatap Kanaya yang berjalan menghampiri Davin,,
" Kita bicara di luar aja ya Kak " Ajak Kanaya ..
Davin mengangguk dan mereka menuju Mobil,,
Dalam perjalanan Kanaya hanya terus diam, Dia masih terus memikirkan apa yang akan di lakukan nya saat ini.
__ADS_1
Berbeda dengan Davin yang tampak cemas .
Dia terus melirik Kanaya yang diam di samping nya dan terus menatap jalanan.