
orang tua Bela merasa khawatir dengan keadaan Putri nya yang tidak kunjung keluar kamar, bahkan tidak ada Suara dari dalam.
" Dimana Bela Mi" Ucap Nugraha yang sebelumnya sudah di Telpon tentang keadaan Putri nya.
" Di dalam Pi, Mami khawatir terjadi sesuatu dengan Bela."
Nugraha mengangguk dan mengetuk pintu kamar putrinya, namun tidak kunjung di buka membuat mereka semakin khawatir.
" Mami Minggir dulu, Biar Papi dobrak pintu nya"
Nugraha mencoba dobrak pintu, namun tidak terbuka dia terus mencoba hingga akhirnya terbuka.
" Astaga Bela " Ucap Nugraha saat melihat putri nya terbaring di lantai dengan pergelangan tangannya yang berdarah.
" Bela,, "
" Kita bawa ke rumah Sakit Mi "
Nugraha segera membopong tubuh Bela turun, mereka harus segera sampai ke rumah sakit.
.______
Davin baru sampai di rumah nya,,
Rasanya lelah juga lengket tubuh nya, dia pun melihat ponselnya yang mati.
Mending gue Chargin dan mandi dulu deh,,
Davin meletakan ponselnya dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Di tempat Lain,,
Bela sedang dalam pemeriksaan Dokter, Darah yang banyak keluar membuatnya jatuh pingsan.
" Mami takut terjadi sesuatu dengan Bela Pi "
" Sst,, Mami jangan berpikir macam macam, Bela pasti baik baik saja "
" Davin,, Sebentar Papi akan menghubungi Davin " Ucap Randy
Dia terus mencoba menghubungi Davin namun tidak aktif,,
" Gimana Pi,, "
" Nomor nya tidak aktif "
Randy menggeleng dan kembali memeluk istrinya yang sangat khawatir.
Sekitar hampir satu Jam, Dokter yang menangani Bela pun Keluar.
" Bagaimana keadaan Putri Saya Dok "
" Putri Anda banyak mengeluarkan Darah dan untungnya persediaan Stok darah di Rumah sakit masih ada, Kini hanya tinggal menunggu nya sadar. Untuk beberapa waktu Putri Anda harus di rawat inap dulu "
" Baik Dokter."
Mereka mengurus semua Administrasi Bela untuk memindahkan Bela ke ruang Inap.
______
Kanaya terbangun karena mimpi buruknya,,
Bela menyalahkan dirinya karena mengambil Davin Darinya namun bukan itu yang membuat Kanaya sedih tapi karena Bela yang berjalan pergi menjauh darinya.
" Astaga Sayang ,, Kamu kenapa * Ucap Nia yang mendengar Kanaya berteriak saat berjalan di depan kamar Putrinya.
Kanaya terdiam dengan napas berat nya,,
" Minum dulu ya "
Kanaya meminum nya dan dia mulai sedikit tenang,,
" Kamu mimpi buruk Sayang,, Tidak apa ya "
Kanaya mengangguk,,
__ADS_1
" Mom,, " Ucap Bela menggenggam tangan Nia
" Kenapa Sayang, cerita sama Mommy "
" Nay mimpi Bela yang terus menyalahkan Bela karena merebut Davin, Tapi Dalam mimpi Naya Bela malah pergi jauh dan tidak mendengar panggilan Nay "
" Ssstt,, Itu hanya mimpi buruk Sayang "
Nia memeluk putrinya,,
Dia tau bagaimana Kanaya saat ini namun perasaan memang tidak bisa di paksakan dan antara Kanaya juga Davin memang saling mencintai.
" Sayang,, Jangan pernah menyalahkan diri kamu atas apa yang sudah terjadi,,
Davin menyayangi diri kamu dan perasaan tidak bisa di tebak ataupun di paksakan.
Jadi Mommy minta, jangan pernah kamu menyalahkan diri kamu ya Sayang "
Kanaya mengangguk dan terus memeluk Nia..
********
Sementara kondisi Bela di Rumah Sakit masih belum sadarkan diri namun sudah di pindahkan di ruang inap.
" Gimana Pi, Apa sudah bisa menghubungi Davin "
Randy menggeleng..
" Mami yakin jika semua ini ada sangkutannya dengan Davin, Mami tidak rela Bela seperti ini "
Randy mengangguk dan memeluknya,,
mereka menatap Bela yang terbaring lemas di sana, Tangannya di infus dan satu tangannya lagi harus di perban.
Davin sendiri tertidur dan Melupakan jika Ponselnya sedang dia Charging.
semua panggilan masuk, pesan masuk tidak dia tau bahkan kabar tentang Bela yang mencoba bunuh diri pun sama sekali tidak dia tau.
**********
Davin mengambil ponselnya yang sudah terisi penuh setelah semalaman dia lupa melepas charger.
Dert,,
dert,,
dert,,
Davin menautkan kedua alisnya saat ponsel nya terus berdering dan begitu banyak panggilan masuk dari Orang tuan Randy.
Om Randy banyak banget telpon gue makan malam, dan pesan,-
Davin membuka pesan dari Randy,,
Apa,, Bela mencoba bunuh diri..
Davin memijat pelipisnya, Dia tidak menyangka jika Bela bisa melakukan semua itu.
" Dave,, * Ucap Hana menghampiri putranya yang terlihat bingung.
* Ma * Ucap Davin menyimpan ponsel nya.
" Kamu kenapa ,, Mama panggil dari tadi loh "
" Maaf Ma,, "
Hana tersenyum dan mengusap bahu Putranya,,
" Ma,, Dave berangkat dulu ya "
" Tapi kamu belum Sarapan Loh Dave "
" Dave sudah telat Ma "
" Ya Sudah kamu hati hati ya "
__ADS_1
Davin mencium punggung tangan Hana dan berjalan keluar dengan menyambar Tasnya.
Davin melajukan mobilnya,,
Dia akan menjemput Kanaya ke kampus, namun dia pun Memikirkan keadaan Bela saat ini..
****,, Umpat Davin semakin cepat melajukan mobilnya..
Kanaya sudah bersiap namun dia mengernyit karena Davin tidak biasanya telat menjemput nya pagi ini.
Dia merogoh tasnya untuk menghubunginya, namun terdengar suara mobil masuk dan senyuma terukir saat Davin lah yang datang.
" Maaf Sayang,, Aku telat Jemput kamu " Ucap Davin namun Kanaya menggeleng.
" Kita berangkat sekarang. "
" Eum,, "
Davin tersenyum dan menggandeng tangan Kanaya menuju mobil.
_____
Di Rumah Sakit Bela baru saja sadar, dia terus berontak melepas infus di tangannya.
" Untuk apa Bela hidup kalau Davin pergi , Lebih baik Bela mati saja "
" Sayang,, jangan bicara seperti itu.. "
Randy memanggil dokter dan langsung memberikan nya obat penenang.
"Bela Pi "
Randy memeluk putrinya,,
Melihat Bela seperti ini , membuat hatinya sakit apalagi Bela adalah putri semata wayangnya dan selama ini mereka begitu memanjakan Bela.
" Mami harus menemui Davin, Davin harus tanggung jawab dengan Keadaan Bela "
" Mi,, Mi,, Tenang Mi,, "
" Gimana Mami tenang, Bela seperti itu karena Davin Pi "
" Mami tenang ya,, Biar Papi yang akan menghubungi Davin lagi."
Randy mengambil ponselnya untuk menghubunginya Davin.
Sementara Davin baru saja sampai di Kampus, Ponselnya berdering di saat mereka akan turun.
" Sebentar Sayang " Ucap Davin mengambil ponselnya dan lagi lagi Randy lah yang menghubunginya.
" Siapa Kak,, "
* Papinya Bela , Aku angkat sebentar ya " Ucap Davin mengusap wajah Kanaya yang mengangguk.
" Halo Om "
" Akhirnya kamu menjawab telepon Om ,
Dave, Bela mencoba bunuh diri. dan keadaan nya begitu mengkhawatirkan. Om Minta tolong kamu datang ke Rumah sakit temui Bela"
Davin terdiam,,
" Terus bagaimana keadaan nya Om , Maaf semalam Ponsel Saya lobet.":
" Bela terus histeris,, Dia tidak mau hidup dan hanya menginginkan kamu.
Saya Mohon, Datang dan temui Bela . Bantu kami Dave."
Davin menatap Kanaya yang masih duduk di samping nya,,
" Baik Om,, setelah selesai kuliah Saya akan ke Rumah Sakit."
" Terima Kasih Dave, Kamu sangat menunggu kamu"
Davin memutuskan Telponnya dan menatap Kanaya, apa dia harus datang ke Rumah Sakit menemui Bela atau tidak.
__ADS_1
Jika dia datang, itu malah akan membuat Bela tidak bisa melupakan dirinya dirinya tapi dia pun tidak mau jika Bela terus berharap kepada nya.