
Lidia semakin frustasi dengan berita jika Davin sudah tunangan dan akan menikah, dia tidak mau semua terjadi karena rasa cintanya sudah tumbuh dalam Hatinya.
"Tidak, aku harus cari tau siapa sebenarnya Kanaya" Ucap Lidia langsung mencari semua data tentang Kanaya.
Banyak berita yang memberitahu jika salah satu Pengusaha ternama memiliki seorang putri cantik dan baru-baru ini mereka memperkenalkan siapa putri mereka setelah lama mereka rahasiakan.
"Jadi dulu Kanaya sempat di Bully karena dia anak orang kaya, dan kini dia pindah kuliah juga karena masalah yang sama."
Lidia kembali melihat dimana Kanaya kuliah, semua tentang Kanaya benar-benar dia cari tau.
_____
Sudah hampir sore dan Kanaya masih berada di rumah Davin.
Davin yang baru saja selesai dengan pekerjaan nya pun menoleh, namun Kanaya malah tertidur dengan tangan yang masih memegang ponsel.
"Astaga Sayang" Ucap Davin menutup Laptop nya.
Dia pun mengambil ponsel di tangan Kanaya untuk memindahkan nya ke atas ranjang.
Davin tidak tega membangunkannya, dia akan membiarkan kekasih nya itu tidur.
Setelah Kanaya berada di atas tempat tidur, Davin menatapnya.
Wajah yang sangat sampai dan cantik membuat Davin merasa beruntung.
Davin mengusap wajah Kanaya, dan mengecup kening nya setelah itu pun dia berjalan masuk kamar mandi.
Beberapa menit akhirnya Kanaya terbangun, dia menatap sekeliling namun tidak melihat Davin di sana.
"Astaga, aku tertidur " Gumamnya beranjak bangun.
Ceklek,,
Pintu kamar terbuka membuat Kanaya menoleh,
Davin yang melihat kekasihnya sudah bangun pun tersenyum seraya berjalan mendekat.
"Sudah bangun hmm"
Kanaya tersenyum,,
"Kenapa tidak Kakak bangunin"
Davin mengusap waja Kanaya, walaupun baru saja bangun tidur namun tetap saja Kanaya sangat cantik.
"Kamu pasti lelah, Apa sekarang lapar"
" Eum"
Davin mengajak Kanaya turun karena memang makan malam sudah siap.
"Bunda " sapa Kanaya saat melihat Kalina sedang menyiapkan makan malam.
__ADS_1
Hana menoleh dan tersenyum,,
"Sudah bangun Nak"
Kanaya langsung melepaskan genggaman tangan Davin dan berhamburan memeluknya.
"Maaf Bun, Kanaya gak bantuin Bunda"
"Gapapa Sayang, sekarang kita makan dulu kamu lapar kan"
Kanaya mengangguk dan tersenyum.
Davin memang sengaja tidak membangunkan Kanaya saat Bunda nya pulang.
Hana lebih dulu pulang dan meninggalkan Suaminya yang masih ada kerjaan.
Davin menikmati makanan nya, sementara Kanaya juga Hana terus terdengar saling bercerita.
Malam semakin larut,,
Davin mengantarkan Kanaya pulang, selama perjalanan Kanaya terlihat terus tersenyum dan bercerita.
Davin tersenyum dan menatapnya,,
" Sayang " Panggil Davin membuat Kanaya menoleh.
Deg.. Deg..Deg..
Jantung Kanaya berdetak cepat, tatapan Davin selalu saja membuat jantungnya tidak baik.
Davin terus menatap Kanaya bahkan tanpa sadar wajah mereka semakin dekat, tidak ada lagi jarak diantara mereka .
Hembusan napas keduanya saling terasa di kulit wajah, tanpa sadar Kanaya memejamkan matanya merasakan sentuhan hangat dan lembut di bibirnya.
Davin mulai mencium dan ******* bibir ranum Kanaya, baginya bibir Kanaya terasa begitu manis dan membuatnya candu.
Tanpa sadar Kanaya pun membalas ciuman nya hingga mereka terbuai dalam sentuhan lembut.
Davin segera melepas ciumannya, Kanaya menghirup dalam-dalam oksigen yang hampir habis.
"Maaf Sayang" Ucap Davin mengusap ujung bibir Kanaya yang basah karena ulahnya.
Kanaya menggeleng dan memalingkan wajahnya karena malu, entah kenapa dia bisa membalas ciumannya walaupun status hubungan mereka sudah akan resmi.
"Kita pulang"
Davin mengusap pucuk rambut Kanaya dan kembali melajukan mobilnya.
***********
Lidia yang semakin frustasi pun akhire pergi ke sebuah Klub malam, dia ingin melepas semua pikiran tentang Davin di sana.
"Hai Cantik, boleh gue temani"
__ADS_1
Lidia menoleh saat mendengar suara seseorang.
"Silahkan" Ucap Lidia kembali meneguk minumannya.
Laki-laki itu pun duduk di samping Lidia dan terus menatap nya,,
" Lo lagi ada masalah " Ucapnya membuat Lidia tersenyum getir.
" Paling urusan cowok" Lanjut nya membuat Lidia menatapnya.
" Kenalin gue Reyhan, Lo,-
" Lidia."
" Nama yang cantik seperti orang nya" Puji Reyhan.
Reyhan yang juga termasuk salah satu mahasiswa yang sama dengan Kanaya juga Davin.
Dia pun sering datang ke Klub malam, bukan karena sedang dalam masalah namun dia seakan kecanduan dengan musik yang terdengar di sana, Minuman yang dia pernah rasakan saat dulu dia datang bersama temannya.
"Lo masih kecil tau apa soal Cinta"
Reyhan tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" Cowok Lo selingkuh?" Ucap Reyhan mulai penasaran.
Lidia terdiam,
Davin bukan kekasih nya, tapi Davin sudah mencuri hati dan perasaan nya bahkan membuatnya gila setelah tau jika dia akan menikah.
"Dia akan menikah" Lirih Lidia dengan suara lirih namun tetap terdengar oleh Reyhan.
" Jadi dia lebih memilih selingkuhannya "
Lidia menggeleng..
" Entahlah,, intinya gue gak mau mereka menikah."
Reyhan menatap Lidia,
Sudah sangat jelas jika Lidia sangat terpukul apalagi Lidia terus memesan minuman.
Reyhan terus berada di sana, dia menemani Lidia hingga tengah malam.
"Davin,, Lo gak boleh menikah dengan Kanaya,, gue cinta sama Lo Vin" Rancau Lidia yang mulai mabuk.
"Davin,, Kanaya " Ulang Reyhan
"I love you Davin"
" Gue antar Lo pulang" Ucap Reyhan memapah Lidia.
Lidia terus memanggil Davin, Reyhan memapah Lidia masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Entah mengapa dia sangat penasaran siapa sebenarnya yang Lidia maksud, apa mereka benar teman satu kampusnya.