You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 32


__ADS_3

Kanaya sudah mulai kembali kuliah seperti biasanya dan Revan semakin menjaganya bahkan sama sekali tidak pernah meninggalkan nya.


Dia tidak mau kejadian waktu itu terulang lagi, Cukup sekali dan itu sudah membuatnya menyalahkan dirinya.


" Kak, Aku ke Perpustakaan dulu ya ada buku yang mesti aku cari "


" Ya Udah Kakak temani "


" Kak, Aku bisa sendiri"


Revan terkekeh dan mengangguk.


" Tapi ingat langsung telpon Kakak kalo ada yang berani ganggu kamu "


" Iya , Ya udah aku ke Perpustakaan dulu bye "


Revan menatap Kanaya yang berjalan, dia pun menggeleng dan kembali melangkah menuju kelasnya.


Di Perpustakaan Kanaya mencari buku yang dia butuhkan, beberapa hari tidak masuk Kuliah membuatnya sedikit ketinggalan dan dia harus mencari buku untuk mengejar nya.


" Hai Kanaya " Sapa beberapa mahasiswi yang berada di sana.


Kanaya tersenyum dan merasa canggung dengan sikap mereka.


dulu mereka tidak menyapanya namun setelah identitas dirinya yang di publish semua yang bertemu dengannya mengapa nya bahkan mereka terlihat sangat baik kepadanya.


Kanaya menggeleng dan kembali menyusuri lorong Perpustakaan, masih ada satu buku yang di carinya dan dia sendiri belum menemukan nya.


" Nay " Ucap seseorang membuat Kanaya membalikan tubuhnya namun kakinya tersandung rak buku hingga membuat nya Akan terjatuh.


Davin yang melihat nya segera menangkap tubuh Kanaya hingga tidak terjatuh ke lantai.


Kedua mata keduanya saling tatap bahkan Davin yang memeluk Kanaya membuat tubuh mereka begitu dekat.


Napas mint sangat terasa oleh Kanaya, aroma manis parfum Kanaya pun begitu di cium Davin.


" Maaf Kak " Ucap Kanaya yang langsung sadar membuat Davin membantu nya berdiri.


Davin mengangguk,,


" Lo gapapa ?"


" Gapapa "


Kanaya memalingkan wajahnya, jantung nya tidak bisa di kompromi.


berdetak sangat cepat dan tidak seperti biasanya.


" Lo Cari buku ini Kan " Ucap Davin memberikan buku yang memang sedang Kanaya cari


" Iya bener,, Kok Kak Davin bisa tau sih "


Davin tersenyum dan menggeleng menampilkan gigi putih rapih nya.


" Gue denger Lo bicara sendiri tadi "


Kanaya kaget dan tidak percaya ternyata Davin mendengar nya saat dia bicara sendiri.


" I_ iya habisnya aku gak ketemu ketemu "


Davin tersenyum..


" Tapi kenapa Kak Davin bisa dapet, memangnya di rak mana "


" Kalo buku seperti itu ada di Rak di sebelah sana dan Lo cari di rak ini "


Kanaya tersenyum,,


" Jadi karena kemarin gak masuk aku jadi ketinggalan makanya aku cari buku Ini "

__ADS_1


" Terus mau Langsung ke kelas atau


" Masih harus salin beberapa Bab sih Kak "


Davin mengangguk,,


" Ya Udah kita ke sana "


Kanaya Mengangguk dan mereka duduk di kursi.


Davin menatap Kanaya yang membuka Bukunya dan mulai mengambil buku juga Bulpen dalam tasnya.


" Wait ya Kak,, "


" Ya, Lo kerjain semuanya dulu"


Kanaya mengangguk dan mulai menyalin nya,,


sementara Davin yang duduk di samping Kanaya tampak terus menatapnya.


Dari samping pun Kanaya tampak sangat cantik, semua terlihat begitu sempurna.


Mata bulat,bibir tipis, hidung mancung.


" Oya Ka,-


Ucapan Kanaya terhenti saat menyadari jika Davin tengah menatap nya.


" Ah Ya Kenapa Nay "


Kanaya menggeleng,,


Rasanya begitu malu ternyata Davin malah menatapnya terus.


Davin mengangguk dan mengambil ponselnya yang berdering.


" Sebentar ya gue angkat telpon dulu " Ucap Davin dan Kanaya mengangguk.


Siapa yang menelepon Kak Davin ya..


kenapa harus keluar, apa Pacarnya yang menelpon??


Kanaya menggigit bibir bawahnya,,


Davin keluar Perpustakaan karena tidak mungkin dia mengangkat telpon di sana, banyak mahasiswa/wi yang sedang fokus membaca.


" Halo Ma "


" Ya Vin, Hari ini bisa pulang lebih cepat kan Nak" Ucap Hana di seberang.


" Memangnya Ada Apa Ma "


" Orang Tua Bela kembali mengajak kita makan malam, kamu ikut ya Nak "


" Dave gak janji Ma "


" Ya Sudah,, Mama sudah terlanjur menerima undangan mereka tapi Mama juga tidak mau memaksa kamu untuk bisa ikut atau tidak."


" Dave belum tau Ma, Tapi Dave juga masih,-


" Mama Tau Nak, makanya Mama tidak akan memaksa kamu, jika kamu tidak ikut biar Papa dan Mama yang datang. Tidak enak dengan mereka yang sudah menyiapkan semua nya."


" Ya Ma,, "


" Ya Sudah,, Cuma itu yang Maka ingin katakan kamu belajar yang benar ya "


" Pasti Ma,, Makasih Ma "


" Ya Sayang "

__ADS_1


Davin menyimpan ponsel nya kembali,,


Untuk apa Bela kembali meminta keluarga mereka bertemu, jika hanya untuk membicarakan masalah perjodohan sudah pasti dirinya akan menolaknya.


dan kedua orang tuanya pun sudah merebahkan semua keputusan pada dirinya dan mereka tidak memaksanya .


" Kak Davin "


Davin menoleh dan terlihat Kanaya yang berdiri di belakang nya.


" Loh Nay, Kok keluar "


Kanaya tersenyum dan mengangguk,,


" Aku sudah kelar,, Em makasih ya bukunya dan juga udah temani aku tadi."


Davin mengangguk,,


" Ya Sudah aku duluan Kak, sebentar lagi ada kelas"


" Oh oke "


" Permisi Kak *


Kanaya berjalan meninggalkan Davin yang masih berdiri menatap nya.


sementara Davin, dia masih sangat ingin bersama Kanaya tapi dia tidak mungkin menahan Kanaya untuk tetap berada di sana.


Davin pun berjalan menuju kelasnya.


Kanaya masih memikirkan siapa yang menghubungi Davin hingga dia harus keluar untuk mengangkat nya, Bisa saja dia mengangkat nya di dalam tadi jika memang telpon itu bukan dari seseorang yang spesial untuk nya.


Kanaya menggeleng dan berusaha melupakan semua itu, dia mempercepat jalannya untuk bisa sampai di Kelasnya.


Davin masuk ke dalam kelasnya dan sudah terlihat Revan, Gilang juga semua di dalam.


" Kok Lo baru masuk Vin, perasaan bareng gue Datang nya " Ucap Gilang namun Davin tidak menghiraukan dan hanya duduk di kursi nya.


" Ya Elah Vin,, gue bicara sama Lo kali "


" Perpustakaan " Jawab singkat Davin


" What,, tumben banget Lo memang cari apa di sana "


Revan tertawa mendengar Gilang yang terus saja bicara sementara Davin hanya diam .


Revan tau bagaimana Davin,,


mereka sudah lama mengenal dan Mereka pun sudah sama sama tau bagaimana sifat masing masing.


Davin terdiam dan teringat Kanaya yang berubah tadi sikap nya, padahal saat di dalam Perpustakaan mereka baik baik saja tapi tadi Kanaya terlihat berbeda dan langsung menuju kelasnya.


" Oya Vin, Lo ke Perpustakaan kan lihat Ade gue gak. " Ucap Revan membuat Davin menoleh.


" Kanaya ,, Ya gue lihat kenapa "


" Gapapa, dia bilang mau cari buku tapi gue anterin gak mau "


Davin mengangguk ,,


" Udah balik ke kelasnya "


" Lo liat ?"


Lagi dan Lagi Davin hanya mengangguk,,


Membuat Revan menghela napasnya dengan sikap sahabat nya ini.


Tapi di balik sikap Cuek dan Dingin Seorang Davin tapi dia berhati baik dan penyayang.

__ADS_1


Dia tau karena melihat bagaimana Davin bicara atau jika bersama orang tuanya terutama Mamanya.


__ADS_2