You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 67


__ADS_3

Weekend dan di gunakan Davin untuk mengajak jalan Kanaya karena beberapa hari ini dia yang sangat sibuk dengan urusan kantor nya membuat mereka jarang keluar jalan.


Namun Kanaya sama sekali tidak mempermasalahkan nya dia tau jika kekasihnya itu sibuk.


" Maaf ya aku baru ajak kamu jalan Sayang " Ucap Davin menggenggam tangan Kanaya.


" Kak, apa sih " Kesal Kanaya karena sudah hampir 100kali Davin mengucapkan kata maaf kepadanya.


Davin tersenyum dan mengusap wajah cantik Kanaya.


Mereka kini berada di sebuah Mall, Davin berjalan dengan tangan yang sama sekali tidak terlepas menggenggam tangan Kanaya.


Mereka berjalan dengan banyak tatapan orang yang berlalu lalang menatap mereka karena rasa iri dan juga merasa kagum dengan keserasian mereka.


" Kak,, " Ucap Kanaya menahan tangan Davin.


Davin menoleh ,,


" Es Krim " Lanjut nya membuat Davin menoleh.


Matanya menatap sebuah Cafe yang menjual berbagai Es Krim di sana.


Davin tersenyum dan mengusap pucuk rambut Kanaya.


" Kita beli " Ajaknya dan Kanaya mengangguk.


Mereka berjalan masuk, terlihat banyak remaja perempuan di dalam dan seketika mereka semua menoleh ke arah Davin yang berjalan masuk dengan mempesona.


" Silahkan Kak, Mau rasa yang Mana " Ucap salah satu pelayan ketika mereka berada di dalam.


" Em,, "


Kanaya tampak berpikir,,


" Vanila sama Strawberry " Ucap Kanaya tersenyum.


Davin menatap kekasihnya yang begitu menggemaskan,,


" Apa ada yang Lain "


" Kakak mau rasa apa "


" Engga sayang, kamu aja "


" Em itu aja Mba "


" Baik sebentar di Tunggu"


Kanaya mengangguk dan mereka duduk di salah satu kursi yang kosong.


Kanaya menatap keliling, Seperti nya ini adalah store Cafe baru karena dia baru melihatnya.


" Silahkan "

__ADS_1


Dua buah Es krim terlihat di depan Kanaya, senyuman terukir dan langsung ingin mencicipi nya.


" Pelan pelan sayang " Ucap Davin tersenyum.


" Em " Jawab Kanaya dengan mulut yang mulai memakan Es krim.


*******


Lidia merasa bosan berada di dalam Apartemen nya, dia pun memilih untuk berjalan- Jalan di sebuah Mall.


Tinggal sendirian dan jauh dari keluarga membuat nya selalu sendiri , Namun karena dia harus meneruskan bisnis keluarga nya membuat nya harus bertahan.


Lidia berjalan- jalan santai, melihat sekeliling, banyak pengunjung Mall dan beberapa Diantara mereka yang datang bersama kekasih nya berbeda dengan dirinya yang hanya sendiri.


Namun bayangan dimana dia datang bersama Davin, jalan-jalan dengan saling bergenggaman tangan membuat senyuman tipis terukir di wajahnya.


Sungguh seperti orang gila karena obsesi nya kepada Davin.


"Bukannya itu Davin, Tapi dia sama siap ?" Ucapnya saat melihat Davin duduk bersama seorang perempuan.


Lidia semakin heran, dia pun berjalan mendekat benar saja itu adalah Davin.


" Siapa perempuan itu, mereka terlihat sangat dekat"


Dada Lidia semakin gemuruh, rasanya dia tidak siap jika tau ternyata Davin bersama kekasih nya.


" Aku harus tanya siapa perempuan itu." Ucapnya masuk ke dalam Cafe.


Davin menoleh saat mendengar suara seseorang,


Kanaya menatap seorang wanita berdiri dengan senyuman menatap Davin.


" Siapa wanita ini dan kenapa dia malah tersenyum" Batin Kanaya menatapnya.


" Davin, Kamu juga di sini dan,-


" Sayang, Dia Klien kerja aku yang pernah aku cerita sama kamu " Potong Davin karena tidak mau Kanaya salah paham.


" Nona Lidia kenalkan, Ini Kanaya Pacar Saya "


Deg.


Lidia menarik senyuman nya, dia berganti menatap Kanaya yang tersenyum dan menjulurkan tangan nya.


" Hai kak, " Ucapnya dan Lidia tersenyum.


" Apa Kak Lidia mau gabung,_


" Sayang, Kamu sudah makan Es Krim nya kan gimana kalau kita pergi ke suatu tempat." Potong Davin yang tidak mau jika Lidia bersama mereka.


" Kemana Kak "


" Maaf ,, Kami duluan " Ajak Davin mengandeng Tangan Kanaya .

__ADS_1


Lidia terus menatapnya,,


Rasanya tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Davin sudah memiliki Kekasih.


" Engga,, Mereka baru pacaran dan aku bakal merebut Davin dari Kanaya."


Lidia mengepalkan tangannya erat menatap mereka yang tampak berjalan sangat mesra.


Kanaya menatap Davin,


Sebenarnya dia merasa bingung dengan sikap Davin yang buru- buru mengajaknya pergi saat ada Lidia.


" Kak "


" Ya Sayang "


" Kakak tadi kenapa sih kok sikap Kakak berubah pas ada Kak Lidia "


Davin menoleh,,


" Aku cuma gak mau dia ganggu waktu kita sayang "


" Tapi,-


" Aku gak suka dengan sikap dia, Dia seolah merasa dekat bulan karena kerjasama dan aku gak suka itu."


" Jadi Kalo Lidia suka sama Kakak."


Davin menatap Kanaya.


Dia pun menepikan mobilnya,,


" No Sayang,,


Cuma sikap dia yang ,-


Kanaya tersenyum dan menangkup wajah Davin, dia percaya dengan kekasihnya itu.


Dia tau bagaimana perasaan Davin kepadanya.


" Aku percaya sama Kakak " Ucapnya tersenyum membuat Davin menatap dalam Kanaya.


" Makasih Sayang "


Davin memeluk Kanaya erat.


Dia memutuskan untuk berbicara dengan kedua orang tuanya soal hubungannya bersama Kanaya.


Dia begitu mencintai dan menyayangi Kanaya.


" Sekarang kita jalan lagi " Ucap Davin dan Kanaya mengangguk.


Davin mengusap wajah Kanaya dan kembali melajukan mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2