
Kanaya membuka Matanya,
Senyuman terukir dalam wajahnya saat tau jika kini hubungannya bersama Davin semakin serius bahkan semalam mereka baru saja melangsungkan Pertunangan walaupun hanya sederhana dan malah dia memakai piyama.
Tangannya terangkat dan terlihat cincin cantik di hari manisnya, cincin sebagai tanda ikatan cinta dari Davin.
" Aku gak nyangka, semua seperti mimpi" Ucap Kanaya mengusap cincin pada jarinya.
setelah berlama-lama menatap cincin di jarinya, Kanaya pun beranjak bangun dia harus kuliah hari ini.
Sama halnya dengan Kanaya,
Davin pun tampak menuju kamar mandi, dia akan mengantar Kanaya dan kembali ke Perusahaan.
____
Di Apartemen mewah Lidia tampak masih menatap foto-foto Kanaya bersama Revan, hari ini dia akan kembali menemui Davin dan memberikan semua foto itu.
Dia sangat Yakin jika Kanaya telah selingkuh di belakang Davin, dan dengan seperti itu Davin akan membenci Kanaya hingga akhirnya mau membuka hati untuk nya.
Lidia tampak tersenyum membayangkan bagaimana kecewanya Davin, wanita yang di sayangi ternyata berbuat seperti itu di belakang nya.
" Davin,, Davin,, Kamu harus tau bagaimana sikap pacar kamu saat di belakang kamu, jangan bodoh mencintai wanita yang selingkuh di belakang kamu."
Lidia menyimpan Ponselnya dan berjalan keluar, dia akan langsung menuju Perusahaan Davin.
Kanaya sudah bersiap dengan sangat cantik, memakai Celana jeans dan kemeja putih dengan rambut yang sengaja dia biarkan urai.
Apapun yang dia pakai tetap saja terlihat cantik, wajah natural tanpa make up.
" Pagi Dad, Mom " Sapa Kanaya duduk di kursi dan mengambil roti "
" Pagi Sayang "
Robi tampak tersenyum melihat putri nya, selama ini apapun selalu dia lakukan untuk kebahagiaan Kanaya dan kali ini dia bisa melihat pancaran kebahagiaan di wajah Kanaya mungkin karena Davin telah melamar nya.
" Mau berangkat bareng Dady lagi Atau,-
" No Dad, Kak Davin jemput Nay " Potong Kanaya sambil tersenyum.
" Uluh..Uluh,, Yang habis di Lamar " Goda Robi membuat Kanaya tersenyum malu.
__ADS_1
Nia tersenyum,,
Kebahagiaan Kanaya adalah kebahagiaan nya juga, dan melihat putrinya seperti ini membuatnya sangat senang.
" Assalamualaikum,, Pagi Om, Tante " Ucap Davin masuk.
" Wa'alaikusalam,, Pagi Dave " Ucap Robi juga Nia.
Kanaya mendongak dan tersenyum dengan mulut masih mengunyah roti.
" Sarapan bareng Dave " Ajak Nia
" Terima kasih Tante, Tapi Dave sudah sarapan di rumah."
" Dad, Mom,, Nay berangkat dulu ya "
Kanaya beranjak bangun setelah minum susu, dia pun mengecup pipi orang tuanya.
" Dave pamit dulu Om, Tante " Pamit Dave mencium punggung tangan Mereka.
" Hati-hati "
Namun belum masuk ke dalam mobil terlihat sebuah Mobil yang tidak asing masuk ke dalam,,
Tidak lama terlihat Revan keluar, dia pun menautkan kedua alisnya saat melihat Davin bersama Kanaya.
" Davin, "
Davin tersenyum,,
Dia mengingat bagaimana Revan sangat marah terhadap nya kemarin , dan hingga saat ini Revan belum tau alasan soal semua itu.
Revan berjalan mendekat.
" Loh Kak Revan ngapain ke sini, mau ketemu Daddy " Ucap Kanaya ambigu.
" Kakak Kira Kalian masih marahan, jadi Kakak mau jemput kamu De. Tapi Kalian,-
Kanaya juga Davin saling pandang dan tersenyum,,
" Wait,, Kakak bingung."
__ADS_1
Kanaya tersenyum dengan menunjukkan cincin di Jari manisnya.
" Jadi Kalian,-
" Sorry Van, kemarin gue cuma mau buat kejutan Kanaya ."
Revan tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" Sialan Lo, gue kira Lo beneran bikin Ade gue sedih.
But, Selamat buat kalian gue ikut seneng liatnya."
" Thanks Van."
" Jadi Gue sia-sia ke sini "
" Em,, Kita konvoi aja deh ke kampus " Usul Kanaya membuat dan mereka setuju.
Dua mobil sport keluaran terbaru dengan beda warna pun terlihat keluar dari gerbang rumah mewah secara berurutan.
******
Di Perusahaan..
Lidia baru saja sampai padahal masih pagi dan baru beberapa Karyawan yang datang.
Lidia tampak semangat untuk memberikan foto itu kepada Davin.
" Selama Pagi Bu Lidia, Ada yang bisa saya bantu" Ucap Resepsionis yang memang sudah mengenal Lidia sebagai Klien Bos nya.
" Saya ingin bertemu dengan Davin, apa dia sudah datang."
" Maaf Bu, Mas Davin belum datang."
" Ya sudah Saya akan menunggu di ruangan."
" Silahkan Bu "
Lidia mengangguk dan berjalan masuk, dia akan sabar menunggu kedatangan Davin.
Dia pun duduk di sofa ruangan Davin dan akan menunggu si empunya Perusahaan datang.
__ADS_1