
Davin sampai di Cafe dan langsung bergabung dengan semuanya .
Revan terlihat berbeda karena dia terus mengamati Davin.
" Oya Vin, thanks udah nganter Kanaya pulang tadi."
" Sama sama Van "
" Oya Vin, gue mau bicara sama Lo. Ikut gue ke sana "
Davin menautkan kedua alisnya,,
Untuk Apa Revan mengajak nya bicara dan terlihat wajah Revan yang serius.
Davin menghela napas nya dan beranjak, dia mengikuti Revan yang berjalan keluar Cafe.
Dan di sinilah Revan juga Davin, berdiri di samping mobilnya.
" Mau bicara Apa Van, tumben banget "
Revan tersenyum,,
" Bukan masalah penting sih, cuma gue pengin tanya sama Lo soal Kanaya."
Deg..
Davin semakin bingung dengan Revan,,
" Maksud Lo "
" Lo tau Kanaya itu Adik gue, Gue sayang banget sama dia dan selalu berusaha buat jagain dia tapi gue sudah mulai sibuk di Perusahaan bokap gue bahkan bisa hampir setiap hari gue harus Ke Perusahaan.
Gue takut gak bisa lagi jaga Kanaya, gue takut jika terjadi hal hal buruk lagi dengan Kanaya."
" Terus Maksud Lo gimana, gue gak paham "
Revan tersenyum,,
" Gue bakal tenang Kalo Kanaya bisa memilih Pacar , dengan itu dia ada yang jaga ."
Davin terdiam,,
" Lo suka Kanaya bukan ?"Ucap Revan membuat Davin langsung kaget.
" Gak usah ngarang Van "
Revan tersenyum dan menepuk bahu Davin yang memalingkan wajahnya.
" Gue bisa liat Bagaimana sikap juga tingkah Lo terhadap Adik gue,dan sebagai Abangnya gue setuju Lo deketin bahkan menjadi Pacar Kanaya .
Apalagi selama ini Lo selalu menolong Kanaya."
Davin masih terdiam,,
" Kalo Lo benar benar suka Adik gue, gue bakal dukung dan bantu Lo tapi kalo Lo berani membuat Kanaya sedih dan menyakiti nya Gue gak bakal buat perhitungan sama Lo." Ucap Revan menepuk bahu Davin dan berjalan masuk.
Davin masih berdiri mematung.
mencerna semua ucapan Davin kepadanya.
Revan tersenyum dan kembali bergabung dengan teman temannya,,
Tidak lama Davin pun kembali dan duduk bersama mereka dengan masih terus memikirkan ucapan Revan.
______
Di rumah nya,,
Kanaya hanya memainkan sendoknya, dia masih merasa bersalah dengan Davin soal siang tadi.
" Sayang,, kenapa tidak di makan ?" Ucap Nia membuat Kanaya menggeleng.
__ADS_1
Nia tersenyum,,
" Apa masih memikirkan Davin,, "
" Naya gak enak Mom, Kak Davin pasti marah dengan Kanaya ."
Nia tersenyum,,
Pertama kalinya dia Melihat putrinya seperti ini,
Dan bisa di lihat jika Kanaya menyimpan perasaan nya terhadap Davin.
" Ya Sudah ,,besok Kamu minta Maaf ke Davin dan bilang jika bukan maksud kamu bicara soal itu."
Kanaya mengangguk,,
" Sekarang makan dan jangan buat mainan "
" Iya Mom "
Kanaya mulai makan dan Nia hanya menggeleng dengan tingkah Putri nya.
Namun dia pun tidak akan pernah melarang Kanaya bergaul ataupun dekat dengan siapa pun asal mereka tidak menyakiti Kanaya seperti saat dulu.
______
Kini Kanaya sudah berada di kamarnya, setelah makan malam Kanaya Langsung ke kamar dan membuka Laptopnya.
Sembari mendengarkan musik Korea kesukaan nya, Kanaya tampak mengerjakan tugas Kampus nya.
" Sayang,, Minum dulu susunya " Ucap Nia yang datang membawa segelas susu hangat untuk putri nya.
" Makasih Mom "
Nia tersenyum dan membiarkan putrinya meneguk susu yang di bawanya.
" Jangan tidur malam malam, setelah selesai langsung tidur "
" Ya Sudah Mommy keluar ya, Istirahat"
Kanaya mengangguk..
Nia mengecup pucuk rambut Kanaya dan berjalan keluar.
Kanaya menutup Laptopnya namun tidak dengan Ponselnya, dia masih membuka Aplikasi washapp juga membawa Twitter Grup Kampusnya.
Semua kini bersikap baik kepada nya setelah mereka tau siapa dirinya yang sebenarnya, dan tidak adanya lagi bullying setelah Bela juga Siska di keluarkan dari kampus.
Di tempat lain,,
Davin baru saja sampai di rumah, Namun dia malah berjalan menuju Balkon Kamarnya dan mengambil ponselnya.
Matanya menatap dimana Kanaya masih terlihat Online di jam saat ini.
Kanaya masih Online,,
Gumam Davin,, dia berniat untuk menghubungi Kanaya dan meminta Maaf soal siang tadi.
Davin sudah mengetik namun dia kembali menghapus nya, Ucapan Revan saat di Cafe masih terngiang.
Davin memejamkan matanya dan kembali menatap Ponselnya, namun Matanya mengernyit saat malah Kanaya sudah Offline.
Davin menatap jam yang sudah pukul 23.00 malam, dan mungkin saja Kanaya sudah tertidur.
Dia pun memutuskan untuk meminta maaf besok pagi saat di Kampus.
Davin berjalan masuk dan menutup pintu Balkon kamarnya.
Dia pun melepas jaketnya dan berjalan ke kamar mandi.
Setelah membersihkan tubuhnya, dia pun merebahkan tubuhnya di atas King Size dengan sprei berwarna Abu.
__ADS_1
Menatap langit langit kamar nya, bayangan wajah Kanaya kembali teringat.
Apa gue benar menyukai Kanaya,
atau hanya karena gue menolongnya saat itu.
Davin mengusap wajahnya dan mulai memejamkan matanya.
Dia harus berangkat pagi besok
Tidak lama dia pun mulai menuju alam mimpi indahnya.
************
Keesokan Harinya,,
Pagi ini Revan datang untuk menjemput Kanaya ke kampus seperti biasanya, karena memang dia tidak ke Perusahaan.
" Morning De " Sapa Revan saat Kanaya berjalan keluar.
" Morning Kak "
Kanaya tersenyum manis menatap Kakak laki lakinya,,
" Kakak gak ke Kantor hari ini "
" Em,, mungkin siang sih De , jadi nanti Siang Kakak tidak bisa mengantar kamu pulang "
Kanaya mengangguk,,
" Kalo Kakak sudah mulai sibuk, Aku bisa sama Sopir Kak."
Revan mengusap Pucuk rambut Kanaya,,
" Tapi Kakak bisa Gimana,, "
Kanaya mencebik kan bibirnya,,
" Hahahaha,, berangkat sekarang nanti telat malah."
" Eum,, "
Revan membuka pintu mobilnya dan Kanaya masuk ke dalam.
Setelah semua siap,,
Revan melajukan mobilnya keluar dengan kecepatan sedang.
Jika bersama Kanaya, dia tidak berani melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi berbeda saat dirinya sendiri.
Dalam perjalan mereka asik mengobrol,,
Revan selalu berbeda saat bersama Kanaya, Banyak bicara bahkan perhatian yang begitu besar.
Namun jangan tanya jika bersama cewek lain, Revan akan bersikap Cuek dan hanya bicara seperlunya saja.
Mobil masuk ke dalam Parkiran,,
Sudah banyak mobil ataupun motor yang terparkir, bahkan Mobil Davin pun terlihat sudah berada di sana.
Kanaya terdiam data Melihat nya,,
* Kenapa De " Ucap Revan menghampiri Kanaya yang sudah berdiri menatap dimana Mobil Davin terparkir.
" Gapapa,, Yuk Kita masuk " Ajak Kanaya yang langsung memeluk lengan Revan.
Revan hanya menggeleng dan membiarkan Kanaya seperti itu, padahal dulu di saat Status nya belum tersebar Kanaya sama sekali tidak pernah seperti ini.
Banyak yang masih menatap mereka.
Mereka sangat iri dengan Kanaya yang menurut mereka begitu sempurna kehidupan nya, dilahirkan dari keluarga Kaya raya, memiliki keluarga yang begitu sayang kepadanya, memiliki Kakak laki laki yang tampan dan sangat melindunginya. Bahkan Kini Sang Idola Kampus juga Kapten Basket Kampus pun mulai dekat dengannya membuat semua Mahasiswi merasa begitu iri.
__ADS_1