You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 54


__ADS_3

Kanaya menghela napas nya dan berjalan masuk menghampiri Bela yang sudah menunggu nya di dalam sebuah Cafe.


Bela lah yang mengirimkan Chat kepadanya untuk bertemu di sana.


" Maaf aku baru datang " Ucap Kanaya membuat Bela menoleh dan tersenyum.


Kanaya menatap wajah Bela yang masih sedikit pucat dan beralih menatap pergelangan Bela yang masih di perban.


" Duduk Nay "


Kanaya mengangguk dan duduk berhadapan dengan Bela, wanita yang sering mengganggu hubungan nya dengan Davin, wanita yang selalu mencelakai nya.


" Sorry gue minta Lo datang ke sini, Lo gapapa kan"


" Gapapa Kok, Ada apa ya "


Bela menghela napasnya dalam,,


Dia sudah memantapkan hatinya untuk bicara dengan Kanaya soal ini.


" Permisi Kak, silahkan minum nya " Ucap salah satu pelayan yang datang.


" Makasih,, Lo gapapa kan minum ini sorry gue pesenin sekalian."


" Gapapa Kok "


" Sebenarnya gue ngajak Lo ketemu ini soal Davin "


Deg..


Kanaya menatap Bela, apa yang mau Bela minta darinya apa dia kembali mintanya meninggalkan Davin seperti sebelumnya.


" Lo tenang Aja Nay, gue gak akan minta Lo ninggalin Davin seperti sebelumnya,,


Gue sadar jika Cinta Davin hanya buat Lo, sekeras apapun gue berusaha misahin kalian itu percuma yang ada hanya malah bikin gue sakit."


" Jadi maksud nya "


Bela tersenyum dan menggenggam tangan Kanaya yang berada di atas meja..


" Gue minta maaf atas apa yang sudah gue lakuin sama Lo selama ini, gue benar benar khilaf lakuin semuanya. "


" Kak Bela lupain saja ya, Aku sudah lupakan semuanya"


" Dan untuk Davin,,


Gue gak akan lagi ganggu hubungan kalian, Davin benar benar mencintai Lo, hanya Lo yang ada dalam hatinya.


Lusa, gue akan terbang Ke Paris untuk melanjutkan Kuliah gue di sana. "


Kanaya masih dengan mode diam,,


antara percaya atau tidak dia mendengar semua ucapan Bela.


" Lo pasti gak percaya dengan Ucapan gue, Tapi gue serius..


Gue sengaja ninggalin Jakarta untuk melupakan Davin dan mengejar Cita cita gue di sana.


Gue berharap Lo bisa maafin gue, dan gue minta Jaga Davin ya.. dia cinta pertama gue tapi gue sudah merelakan dia bersama Lo karena hanya Lo wanita yang dia cinta " Ucap Bela dengan menyeka air matanya yang sudah tidak lagi dia tahan.


Kanaya beralih mendekat,,


Dia pun langsung memeluk Bela , rasanya dia tidak tega melihat Bela seperti ini tapi ini soal perasaan yang tidak bisa di paksakan.


Bela melepaskan pelukannya dan tersenyum,,


" Gue boleh kan jadi temen Lo Nay "


Kanaya mengangguk dan tersenyum,,


" Mulai hari ini kita teman, dan satu yang gue minta lagi sama Lo "


" Apa ?"


" Panggil gue Bela, Jangan pakai embel embel Kak "

__ADS_1


Kanaya tersenyum dan menggeleng,,


" Oke Bela "


Mereka tertawa bersama di sana,,


Kini wajah Bela tidak lagi terlihat murung, mengikhlaskan memang membuat hatinya lega.


______


Sementara Davin,,


Dia berjalan turun dan terlihat orang tuanya berada di ruang tengah.


" Vin,, Kamu sudah di rumah " Ucap Nugraha .


Davin mengangguk dan duduk di sana.


" Bagaimana keadaan Bela, Apa kamu sudah ke Rumah Sakit untuk menjenguk nya."


" Sudah Pa, Hari ini Bela juga sudah pulang ke rumah."


Hana menatap wajah Putranya.


" Oya Dave, Kapan kamu kenalin Pacar kamu sama Papa Mama " Ucap Hana sengaja mencairkan suasana membuat Nugraha mengernyit.


" Loh Loh ,, Jadi Dave sudah punya Pacar..


kenapa Papa baru tau "


Hana tersenyum,,


" Astaga Papa gimana sih, Dave menolak perjodohan itu ya karena dia sudah punya pacar." Ucap Hana terkekeh .


" Nanti Dave kenalin Kanaya dengan Kalian "


Nugraha mengangguk,,


Dia pun sama sekali tidak akan pernah memaksakan putranya dalam hal apapun.


" Dave, mau kemana ?" Ucap Hana saat Davin beranjak bangun.


" Keluar sebentar Ma "


Davin mencium punggung tangan orang tuanya dan berjalan keluar.


Dia akan ke rumah Kanaya,


Perasaan nya tidak tenang.


Sementara Kanaya masih bersama Bela, mereka tampak asik dengan obrolan mereka sesekali mereka pun tertawa bersama.


Walaupun apa yang sudah terjadi sebelum nya antara mereka namun tidak membuat Kanaya membenci Bela ataupun Bela membenci Kanaya karena dekat dengan Davin.


" Udah malam Nih, Gue balik dulu ya Nay Lo gimana atau mau bareng gue ?"


Kanaya menatap ponselnya yang berdering,,


" Aku bareng sopir Kok, Kamu duluan aja gapapa "


" Oke deh,, gue duluan ya Bye "


" Bye Hati hati "


Kanaya mengambil ponselnya dan langsung menggeser tombol hijau.


" Halo Kak "


" Sayang, Kamu gapapa Kan "


" Aku gapapa Kak, memangnya kenapa "


" Sekarang kamu dimana "


" Cafe Resto "

__ADS_1


" Tunggu di sana Oke, aku ke sana sekarang."


Kanaya menautkan kedua alisnya,,


dia pun berjalan keluar dan akan menunggu Davin di luar.


Sedangkan Davin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk segera sampai di Cafe dimana Kekasih nya berada.


Kanaya duduk dengan memainkan Ponselnya,,


Matanya membulat saat baru sadar jika begitu banyak panggilan masuk dari Davin juga beberapa pesan singkat di sana.


" Sayang "


Kanaya mendongak dan terlihat Davin yang berdiri di depannya.


Kanaya beranjak bangun, namun Davin malah langsung memeluk nya erat membuat Kanaya kaget.


" Aku sangat khawatir kamu tidak angkat telpon juga tidak membalas pesan aku * Ucap Davin dengan terus memeluk Kanaya.


Kanaya tersenyum dan membalas pelukan kekasih nya itu.


" Maaf ya, Aku baru membuka ponsel "


Davin melepas pelukannya dan menggenggam tangan Kanaya.


" Terus kamu kenapa di sini "


Kanaya menghela napasnya dan tersenyum,,


" Ketemu Bela "


Deg..


Davin kaget, untuk apa Bela mengajak Kanaya bertemu.


" Mau apa Lagi dia "


" Ka, Bela sudah berubah dan dia sudah bisa menerima semuanya, termasuk hubungan Kita *


" Maksud Kamu "


" Bela minta maaf karena sikap dan tingkahnya dulu dan juga, dia akan mencoba menerima semuanya bahkan dia akan kuliah di Paris dan akan berangkat Lusa."


Davin tersenyum dan menggeleng,,


Tidak semudah itu Bela berubah, dia sangat tau bagaimana Bela.


" Aku tidak yakin dia berubah sayang, Kamu tau bagaimana Bela selama ini."


" Kak, Bela benar benar berubah ..


dia bahkan menangis saat minta Maaf tadi.


Kakak harus percaya dong, lagian bagus kan Bela berubah dan menyesali nya."


Davin tersenyum dan mengangguk,,


" Terus apa kamu sudah makan, terus kenapa tidak bilang mau ke sini ketemu Bela Hem "


" Maaf ,, Tadi aku buru buru..


Maafin aku ya " Ucap Bela menampilkan wajah gemasnya membuat Davin tersenyum dan mengangguk.


" Aku tidak mungkin bisa marah sama kamu " Ucap Davin menarik Hidung mancung Kanaya yang malah terkekeh.


" Sekarang aku antar pulang "


" Eum "


Davin menggandeng tangan Kanaya masuk ke dalam mobilnya.


Dia pun berjalan masuk dan duduk di kursi kemudi.


mobil melaju meninggalkan Cafe menyusuri jalanan malam yang sangat terang dan indah dengan banyak bintang yang menerangi dari langit.

__ADS_1


__ADS_2