
Hari ini semua persiapan Pesta Ulang tahun Bela selesai dengan tatanan semua terlihat mewah seperti permintaan Bela sendiri.
Pesta yang di adakan di rumahnya dengan sengaja mendesign taman belakang rumah.
Kolam renang yang terlihat begitu cantik dengan taburan bunga di dalamnya lampu gemerlip tertata di sana.
Bela tersenyum,, semua sesuai dengan keinginan nya sementara Pesta baru akan di adakan malam nanti dengan mengundang semua teman dekatnya termasuk Davin.
" Yang ulang tahun ternyata di sini "
Bela menoleh dan tersenyum,,
" Mi, Seperti nya Bela perlu ke salon untuk pesta malam nanti bela mau terlihat sangat cantik "
" Iya Sayang,, Mau Mami antar ?"
" Em,, boleh Mih "
Mereka berjalan keluar, masih ada banyak waktu untuk mereka memanjakan dirinya sebelum pesta malam nanti.
_________
Davin sudah bersama Kanaya di dalam Perjalanan setelah pulang Kampus.
" Kak, Ada apa ?" Ucap Kanaya saat Kekasih nya itu terdiam.
Davin membuka dasboard dan mengambil Undangan Pesta Bela malam ini.
Kanaya menerimanya, membuka dan membacanya..
" Ya Udah Kakak datang aja "
Davin menatap kilas Kanaya yang kembali menyimpan Undangan itu.
" Tapi kamu juga harus ikut "
" Aku gak di undang Kak, Lagian gak enak Bela sudah mengundang Kakak juga kan."
" Aku gak akan datang jika Tidak kamu temani Sayang " Ucap Davin mengusap wajah Kanaya.
Kanaya terdiam,,
Dia sendiri tidak di undang dan kenapa harus datang sementara Davin, jika dirinya tidak ikut dia sendiri pun tidak akan datang.
" Ta- tapi,-
" Jadi ikut atau Aku tidak datang "
Kanaya menghela napasnya,,
" Kak, Hanya Kakak yang di undang dan aku sama sekali tidak di undang "
" Oke,, berarti tidak datang "
" Fine,, Aku ikut " Kesal Kanaya membuat Davin menoleh dan tersenyum.
Davin tidak mau jik ada salah paham dalam hubungan nya bersama Kanaya, dia selalu ingin menceritakan semuanya tanpa adanya rahasia dari nya.
Sementara Kanaya,,
dia berfikir bagaimana nanti Bela jika tau mereka datang bersama apalagi ini adalah hari ulangtahun nya hari spesial dalam hidup nya.
Tapi melihat Davin yang seperti ini dia pun tidak bisa berbuat apapun.
" Ya Udah kita cari hadiah dulu buat malam nanti " Ucap Kanaya .
Davin mengangguk dan melajukan mobilnya menuju Mall.
Mereka sampai di dalam sebuah Mall kota yang selalu ramai dengan pengunjung baik anak anak, remaja bahkan orang tua terlihat di sana.
__ADS_1
Seakan lengket terkena lem, tangan mereka terus saja saling bertaut apalagi Davin yang terlihat begitu protektif terhadap Kanaya dan tidak akan pernah membiarkan kekasihnya itu di tatap laki laki lain selain dirinya itulah gambaran saat ini Davin terhadap Kanaya.
Dalam sebuah Toko,,
Kanaya mencari Hadiah yang pas untuk Bela, dia sendiri sama sekali tidak tahu menahu soal kesukaan Bela.
" Em Kak, Jadi Bela lebih suka apa ?" Ucap Kanaya sambil melihat lihat.
" Gak tau"
" Terus kita mau beli Apa buat Hadiah nanti "
" Terserah kamu Sayang "
Kanaya menghela napas nya dan berbalik menatap Davin.
" Kalian sudah lama kenal, Masa Kakak sama sekali tidak tau apa yang Bela sukai "
" Memang aku tidak tau sayang "
Kanaya menggeleng,,
" Terserah kamu ya "
Kanaya kembali berjalan dan mencari sesuatu, dia kembali teringat apa yang sering Bela pakai hingga akhirnya mereka membeli sebuah Tas kecil lucu yang menurut Kanaya sesuai dengan Bela.
Setelah membayar,,
Davin mengajak Kanaya untuk masuk ke sebuah Cafe karena memang mereka belum makan siang.
" Semoga Bela suka deh " Ucap Kanaya menatap paper bag yang di bawanya.
Davin mengusap punggung tangan Kanaya dan tersenyum,,
" Dia pasti suka Sayang "
" Aku bingung deh Kak, Kita belum lama kenal tapi Kakak tau semua tentang aku termasuk ini "
" Soal itu beda Sayang, Aku pernah bilang dari pertama kamu datang ke kampus aku sudah memperhatikan kamu "
Blusing..
Satu Kata yang kini Kanaya rasakan, bukan hanya tindakan Davin yang perhatian juga peduli namun ucapannya selalu romantis dan membuatnya melayang .
" Makan dulu, Kamu belum makan dari tadi atau mau aku suapin "
" Kak Davin "
Davin mengacak rambut Kanaya dan tersenyum,,
mereka pun menikmati makanan nya.
_______
Bela masih berada di Salon kecantikan, semua dia lakukan untuk pesta Ulang tahunnya malam nanti.
Dia mau penampilan nya berbeda dan semakin cantik malam nanti apalagi semua yang dia lakukan untuk menarik perhatian Davin laki laki yang sudah lama dia sukai.
" Duh, Mba Bela cantik sekali pasti pesta malam banyak yang pangling deh " Ucap Salah satu pegawai Salon.
" Harus dong,, "
" Pasti Pacarnya bakal semakin suka "
Bela tersenyum,,
dia membayangkan jika Davin akan terpesona melihat nya.
Bela beranjak dan menghampiri Mami nya yang sudah lebih dulu selesai.
__ADS_1
" Ayo Mi "
" Anak Mami memang cantik "
Bela tersenyum dan mereka berjalan keluar,,
" Lapar deh Mi, gimana kalau kita makan dulu "
" Iya Nak "
mereka mencari Restoran yang berada di Mall dan masuk ke dalam sebuah Resto yang tidak terlalu ramai.
Di kursi pojok mereka duduk dengan memesan makanan.
Bela tidak sabar untuk segera malam, Pesta ulang tahun dirinya yang ke 20.
Apalagi pesta yang akan lebih meriah dari sebelumnya.
Bela membuka tas nya dan mengambil ponsel milik nya, dia akan mengirimkan Pesan kepada Davin untuk memintanya datang malam ini.
Derrrt,,,
Davin merogoh jaketnya, Getar beda pipih sedikit mengganggu nya.
" Siapa Kak " Ucap Kanaya menatap wajah Kekasih nya yang tampak malas.
" Bela "
" Ya Udah angkat dulu *
" Aku angkat sebentar Sayang "
Kanaya mengangguk dan melihat sekitar,,
" Halo Bel "
" Hai Vin,, Lo lagi dimana ?"
" Di luar, Ada Apa "
" Gapapa Kok, gue cuma mau ingetin jangan lupa datang ya malam ini ."
" Ya gue datang Kok "
" Serius kan Vin,, Oke gue tunggu ya "
" Ya "
" Bye,, see you "
Davin menutup telponnya,,
" Bela cuma bilang malam nanti datang di pesta ulang tahun nya." Ucap Davin membuat Kanaya tersenyum dan mengangguk.
" Yuk " Ajak Davin kembali mengandeng Tangan Kanaya menuju parkiran mobil .
Membuka pintu mobil dan melindungi kepala Kanaya untuk tidak terpentur pintu mobil selalu Davin lakukan.
Kanaya sangat ratukan oleh kekasihnya itu sungguh akan membuat siapa saja merasa sangat iri dengannya.
Davin berjalan memutar dan duduk di kursi kemudi, dia melajukan mobilnya keluar parkiran Mall.
Kanaya terus menatap jalanan lurus, Jalan yang selalu ramai dengan banyak kendaraan lewat..
Davin tersenyum dan mengusap wajah Kanaya .
Betapa bahagia dan bersyukur nya bisa memilih wanita secantik Kanaya, wanita yang begitu dia sukai, wanita yang begitu istimewa, wanita yang sangat baik, rendah hati bahkan tidak sombong.
Bukan hanya wajah yang cantik namun hatinya pun sangat cantik.
__ADS_1