
Pagi ini Kanaya berjalan menyusuri Lorong Kampus tidak seperti biasanya dia akan selalu bersama Davin kekasihnya.
Davin tidak ada kelas dan hanya mengantar nya, dia akan ke Perusahaan Papa nya untuk mengikuti Meeting pertama dalam Perusahaan sebagai Calon pengganti Papa nya.
Tak,,
Tak,,
Tak,,
Langkah suara sepatu Kanaya terdengar, Dita sendiri sudah tiga hari tidak ke Kampus karena ada suatu hal.
Sementara Revan sendiri sudah mulai sibuk dengan Perusahaan.
Kanaya merasa sepi dengan tidak adanya mereka.
" Hai Kanaya " Sapa salah seorang mahasiswi
Kanaya menoleh dan tersenyum,,
" Hai May "
Maya berjalan menghampiri Kanaya yang masih berdiri menunggu nya.
" Em,, Gue mau tanya sesuatu sama Lo Nay *
Kanaya mengernyit,,
" Kamu mau tanya apa "
Maya tampak tersenyum malu,,
Sebenarnya dirinya tidak begitu dekat dengan Kanaya selama ini namun mereka memang satu kelas.
" Ini soal Revandra "
" Kak Revan, memangnya ada apa sama Kak Revan May "
Maya tersenyum malu dan terlihat tangannya yang terus menggenggam.
" Sebenarnya gue,,
Kanaya mengangguk,,
" Sebenarnya sudah dari lama gue sama Abang Lo, tapi saat itu gue pikir Kalau Kalian pacaran.
Sekarang semua sudah jelas Kalau Revan Abang Lo."
" Ya terus "
" Lo bantuin gue ya biar gue Deket sama Abang Lo Pliss "
Kanaya terdiam dan menatap Maya yang memohon kepadanya.
" Nay Pliss, paling tidak buat gue bisa dekat sama Abang Lo Ya,, Ya. "
Kanaya mengangguk,,
" Tapi aku gak janji ya, Kamu tau bagaimana sifat Kak Revan dan Kamu juga sangat paham saat Siska berusaha mendekati Kak Revan waktu itu."
" Ya gue tau Kok,,
Tapi Thanks ya Nay Lo udah mau bantu gue "
Kanaya tersenyum dan mengangguk,,
" Ya Udah yuk ke kelas "
Mereka pun berjalan menuju kelasnya.
*******
Sementara di Perusahaan,,
Semua terpana dengan Ketampanan Davin dengan menggunakan setelan Jas berwarna Hitam berdiri di samping Nugraha.
Beberapa Staff perempuan pun tampak terus menatap nya tanpa berkedip.
Akan semakin membuat mereka semangat jika setiap hari Davin berada di sana.
* Baiklah semuanya,,
Kalian pasti sudah sangat tau siapa Davin, Dia lah yang akan menggantikan Saya di Perusahaan nantinya.
Mengingat Usia Saya yang sudah tidak lagi muda.
Dan mulai saat ini Davin akan sering datang Ke Perusahaan dan akan lebih sering mengikuti Meeting."
Davin terdiam dan terus mendengarkan semua yang sedang Papanya ucapkan.
* Baiklah,, dan untuk hari ini Saya akan menyerahkan meeting kali ini kepada Putra Saya Davin,, Dave kamu siap ?"
" Siap Pa "
Nugraha tersenyum dan mengusap bahu Putranya,,
Dia tau jika Davin pasti bisa melakukannya, mengingat bagaimana Davin yang memang memiliki kecerdasan.
Walaupun Nugraha menyerahkan semuanya namun dia akan tetap membantu ataupun berada di belakang Davin dalam mengelola Perusahaan.
__ADS_1
Nugraha menatap Davin yang sedang menjelaskan semua Meeting Hari ini.
Tidak membutuhkan waktu Lama, Davin langsung bisa menguasai semua nya.
Nugraha tampak tersenyum bangga melihat Putranya yang begitu lancar memimpin Meeting nya.
Begitu juga dengan semua Staff yang berada di sana.
" Jadi apa yang saya jelaskan semuanya bisa Di mengerti " Ucap Davin saat sudah selesai.
Semua saling tatap dan mengangguk,,
Nugraha berdiri bangga di samping Putranya,
" Saya kira semua yang di jelaskan Davin sudah sangat jelas, Meeting hari ini cukup sekian dan kalian bisa kembali ke ruangan masing masing.
Terima kasih " Lanjut Nugraha mengakhiri semua nya.
Semua Staff beranjak bangun dan membawa berkas mereka.
" Papa bangga Dave,,
Papa yakin jika kamu bisa menggantikan Papa di perusahaan." Ucap Nugraha menepuk bahu putranya.
Davin menggeleng,,
" Tidaklah Pa,, Dave masih harus banyak belajar."
Nugraha mengangguk,,
" Mama Cerita jika Mama sudah mengenal Pacar kamu, Terus kapan kamu akan mengenalkan sama Papa.*
Davin tersenyum,,
" Siapa pun dia,,
Papa akan mendukung Dave, Satu pesan Papa sekali kamu sudah memiliki Perempuan yang kamu sayangi jangan pernah kamu melukai atau membuat nya bersedih karena kamu tau, Dukungan mereka doa mereka lah yang akan selalu membawa kamu dalam kesuksesan.
Sama seperti Mama, yang selalu mendukung Papa , mendampingi Papa hingga titik ini."
Davin mengangguk,,
" Makasih Pa sudah selalu mengingatkan Dave, Kanaya adalah wanita yang begitu Dave cintai Pa dan Dave sangat ingin seperti Papa."
Nugraha tersenyum dan mengangguk,,
* Ya Sudah sekarang ikut Papa Ke ruangan."
Davin mengangguk dan membawa Laptop nya,,
Mereka berjalan keluar.
Sementara di Luarang lain,,
" Benar benar sempurna,,
Sudah tampan, Pintar lagi.. Laki laki idaman banget sih Tuan Muda"
" Benar banget,,
Jadi tambah semangat dong kita kerjanya apalagi Bos kita masih Muda seperti Tuan Muda Davin"
" Ya Tuhan,,
Betapa beruntungnya wanita yang bakal menjadi pendamping nya "
" Eh, eh,, Kita kira Tuan Davin Sudah punya pacar belum ya.."
Beberapa karyawan perempuan terlihat membicarakan Davin.
Walau sebenarnya semua sudah tau jika Bos mereka memiliki satu Putra tunggal namun mereka semakin semangat saat tau jika Davin akan menggantikan nya di Perusahaan.
_____
Hari semakin siang,,
Davin menatap Ponselnya terlihat sudah jam dimana Kanaya pulang Kuliah.
" Pa,, Apa ada lagi yang perlu Dave kerjakan."
Nugraha menatap beberapa berkas di depannya,,
* Memangnya kenapa Dave*
" Dave harus menjemput Kanaya dulu Pa, Sudah jam nya Kanaya selesai Kuliah."
Nugraha mengangguk,
" Tidak ada,, Kamu pergi jemput Kanaya dulu "
" Dave pergi dulu Pa,, *
Nugraha mengangguk dengan Davin yang beranjak Keluar.
Dia pun mengambil ponselnya untuk menghubunginya Kanaya.
" Ya Kak*
" Sayang,, Kamu sudah selesai.."
__ADS_1
"Eum baru aja keluar kelas Kak "
" Tunggu di sana Okei, Aku jemput sekarang."
" Memangnya Kaka sudah tidak sibuk "
" Tidak sayang,, Aku jemput sekarang"
Davin menyimpan ponsel nya dan berjalan keluar, semua karyawan menatapnya tanpa berkedip di saat Davin berjalan melewati mereka.
" Ya Tuhan,, berikan aku satu laki laki seperti Davin "
" Astaga,, Ciptaan Mu yang begitu sempurna"
" Tapi Kalian pada dengar gak sih, kalau Tuan Davin baru saja berbicara dengan Kekasih nya lewat Telpon." Ucap salah satu dari mereka yang mendengar saat Davin menghubungi Kanaya.
* Serius Lo "
" Ya,, Patah hati dong "
Sedangkan Kanaya duduk di salah satu kursi sembari menunggu Davin yang sedang di jalan untuk menjemput nya.
Kanaya membuka ponselnya dan melihat Aplikasi Online di sana.
Davin melajukan mobilnya melewati jalana Jakarta yang cukup panas hari ini.
Perjalanan yang tidak begitu jauh dan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 Menit Davin sampai di Depan Kampus.
Davin tersenyum saat melihat kekasihnya yang sedang duduk tanpa tau jika dirinya sudah datang.
Dia pun berjalan mendekat, tubuh nya berdiri tepat di hadapan Kanaya untuk menutupi cahaya matahari yang akan mengenai Wajah Kekasih nya itu.
Kanaya menautkan alisnya dan mendongak,,
* Kak Davin * Ucapnya kaget dan langsung menyimpan Ponselnya.
Davin tersenyum dan mengusap wajah Kanaya yang tersenyum.
* Maaf ya aku telat kamu jadi nunggu sendirian"
Kanaya menggeleng dan beranjak bangun,,
Lagi lagi Penampilan Davin sukses membuat nya terpesona.
Kanaya menatapnya kagum membuat Davin menautkan alisnya.
" Sayang hei " Ucapnya membuat Kanaya menggeleng.
" Kamu kenapa sih "
" Gapapa Kak,, " Ucap Kanaya memalingkan wajahnya yang sudah pasti merah.
Davin semakin bingung,,
" Kita pulang sekarang " Ajak Davin dan Kanaya hanya mengangguk tanpa menatapnya dan langsung berjalan lebih dulu.
Davin menatap bingung,,
Dia pun berjalan mengikuti nya sampai di mobil dan membuka pintu Mobil untuk Kanaya .
Davin berjalan memutar dan duduk di kursi kemudi.
Di lihatnya Kanaya yang masih memalingkan wajahnya.
Davin mendekatkan tubuhnya membuat Kanaya langsung menoleh.
Tatapan keduanya bertemu,,
Sorot tajam mata Davin begitu dalam menatap Kanaya .
Hembusan napasnya pun begitu terasa di wajah Kanaya.
Detak jantung Kanaya begitu terdengar dan mungkin Davin sendiri pasti bisa mendengar nya.
" A- aku bisa sendiri " Ucap Kanaya menarik Sealbeth dan memasang di tubuhnya.
Davin mengangguk dan duduk kembali seraya melajukan mobilnya.
Tidak ada obrola di dalam Mobil,
Kanaya masih mengatur jantung nya, padahal mereka sudah cukup lama berpacaran namun entah mengapa Kanaya selalu di buat Terpesona dengan Ketampanan Kekasihnya itu.
Davin melirik Kanaya yang masih diam dan menatap keluar jendela.
" Sayang " Ucapnya menggenggam tangan Kanaya .
Kanaya menoleh,,
Menatap wajah Davin yang masih menatap Jalanan lurus.
" I Love you so much " Lanjut nya mengecup pucuk tangan Kanaya yang di genggaman nya.
Seakan dibuat melayang dengan apa yang Davin lakukan, Kanaya tersenyum dan menyandarkan kepalanya pada bahu Davin tanpa menggangu nya.
" I Love you too " Ucap Kanaya membuat Davin tersenyum.
Davin terus menggenggam tangan Kanaya dan sesekali terus mengacupnya.
Sebenarnya bukan Hanya Kanaya yang merasa beruntung namun dirinya pun begitu beruntung memiliki Kanaya wanita yang begitu cantik dan baik.
__ADS_1
Kanaya menatap Davin dan tersenyum,,
genggaman tangan mereka pun semakin erat, bahkan Kanaya membalas kecupan pada punggung tangan kekasihnya itu.