You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 35


__ADS_3

Bela sengaja menunggu Davin di depan gerbang Kampus, dia akan membicarakan semuanya kepada Davin kenapa dia menolak perjodohan mereka.


Davin yang baru saja sampai langsung masuk ke dalam Parkiran Kampus,


Bela yang melihat nya pun segera turun dari mobil dan berjalan masuk mengejar Davin.


" Davin "


Bela berlari saat Davin terlihat keluar dari dalam mobil nya, sementara Davin menautkan kedua alisnya menatap Bela yang berlari ke arahnya.


" Vin, gue mau bicara sama Lo "


Davin menghela napas nya,,


Pasti Bela akan membicarakan soal semalam kenapa dirinya tidak ikut datang.


" Ya udah mau bicara apa "


Bela menatap Davin yang tidak menatapnya, bahkan Davin hanya bersandar di samping Mobil nya.


" Kenapa semalem Lo gak ikut, padahal gue sangat berharap Lo Dateng Vin gue udah masak bareng Mami, Lo kemana sih Vin apa ada hal yang penting"


" Semalem bukannya gue udah bilang kalo gue ada urusan, Lagian gue juga gak janji untuk datang"


" Terus kenapa Lo nolak perjodohan itu, Keluarga kita udah dekat Vin dan kedua orang tua kita sudah setuju."


" Pernikahan itu bukan hal main main Bel, dan itu tentang perasaan. "


" Tapi rasa sayang dan cinta bisa datang dengan sendirinya Vin "


" Sorry Bel, tapi gue gak bisa "


" Kenapa, Apa karena ada cewek yang Lo suka "


Davin terdiam,,


" Gue suka sama Lo Vin "


" Sorry Bel, gue anggap Lo hanya teman dan tidak lebih."


" Tapi kenapa Vin, apa karena Kanaya "


Davin menautkan alisnya menatap Bela.


" Benar ka, karena ada Kanaya dan Lo tau hubungan Revan hanya Kakak Kanaya dan kini Lo lebih leluasa untuk mendekatinya."


" Kenapa Lo sebut Kanaya, Dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan ini."


" Tapi memang benar kan karena Kanaya, Selama ini kita dekat tapi Lo berubah setelah ada Kanaya"


Bela melirik dimana ternyata Kanaya berdiri menatap mereka.


Dia sengaja membuat Kanaya untuk menjauh dari Davin karena rasa bersalah nya.


" Lo lupa gimana dulu kita yang begitu dekat, Lo selalu jemput gue, nganter gue Kemana pun, selalu ada buat gue sampai orang tua kita menjodohkan kita dan dulu Lo setuju kan Vin "


" Lo bicara apa sih Bel "


" Lo pernah bilang bakal jaga gue, terus sekarang Lo ninggalin gue gitu aja Vin . " Ucap Bela dengan air mata yang mulai menetes.


Kanaya terdiam,,

__ADS_1


dia mendengar semua pembicaraan mereka namun rasanya terlalu sesak hingga dia pun memutuskan untuk pergi menuju kelasnya.


" Kanaya " Ucap Davin saat melihat Kanaya dan berniat untuk mengejar nya namun Bela menahannya.


" Plis Vin, pikirkan semua ini Lagi "


Davin menggeleng dan menghempaskan genggaman tangan Bela, dia tidak mau membuat Kanaya kembali salah paham.


Bela mengusap air matanya dan tersenyum,


dia tau pasti Kanaya akan menghindari Davin karena mendengar semua obrolan mereka.


Kanaya tidak ke kelasnya, namun dia pergi ke Toilet dan menatap Wajah nya di depan Cermin.


bayangan dimana Bela menangis di depan Davin menyatakan perasaannya membuat nya sesak.


Kanaya pun memejamkan matanya dan menghela napasnya panjang dia keluar toilet dan menuju Kelasnya.


Davin baru saja masuk ke dalam kelasnya setelah sebelumnya dia melewati kelas Kanaya namun tidak terlihat Kanaya di dalam.


Dia tau jika Kanaya mendengar semua ucapan Bela dan dia harus menjelaskan semuanya.


_______


Kanaya bersama Dita berada di Kantin setelah selesai kelas mereka, namun Kanaya terlihat hanya memesan Jus dan tidak dengan makanan seperti Dita.


" Nay, Lo bener gak pesen makan ?"


" Iya Aku gak lapar Dit, udah kamu makan saja "


Dita mengangguk dan menikmati soto Ayam yang dia pesan.


Davin berjalan bersama Gilang, tidak terlihat Revan bersama mereka karena hari ini Revan harus ke Perusahaan.


Dia pun segera menunduk.


" Vin Lo mau kemana woi " Ucap Gilang saat Davin lebih dulu berjalan.


Gilang menggeleng saat melihat Kanaya bersama Dita di sana.


" Ya elah,, Gercep banget si Davin " celetuk Gilang


" Nay, Gue bisa bicara sama Lo " Ucap Davin yang berdiri di antara mereka.


Dita Mendongak dan wajah Davin yang sangat tampan membuatnya tidak berkedip.


" Bicara apa Kak "


" Kita bicara di sana,, "


" Ta- tapi Kak "


" Gue pinjem Kanaya Sebentar" Ucap Davin menatap Dita yang hanya mengangguk.


Kanaya menghela napas dan berjalan mengikuti Davin ke taman belakang Kampus dimana jarang terlihat Mahasiswa/wi yang berada di sana.


" Kak Davin mau bicara apa " Ucap Kanaya berusaha tenang.


" Apa Lo dengar semua yang Bela katakan tadi pagi."


Kanaya tersenyum,,

__ADS_1


" Engga Kok "


" Semua yang di ucapkan Bela tidak benar, Gue dan dia gak pernah dekat atau memiliki hubungan seperti yang dia katakan dan soal Pertunangan itu semua kemauan Bela dan bukan dari keluarga. "


" Jadi ini yang mau Kakak bicarakan "


Davin mengangguk.


Kanaya tersenyum,,


" Kenapa Kakak menceritakan semuanya kepada aku, bukannya itu hak Kakak mau dekat dengan Bela tanpa harus menceritakan nya, kalian sudah mengenal lama juga kan.


Kak Bela sampai menangis seperti itu berarti memang dia sangat sayang Kak "


" Ya Sudah Kak, Kasihan Dita sendiri "


Kanaya berjalan meninggalkan Davin yang masih terdiam di sana.


" Kanaya " Panggilnya membuat Kanaya menoleh.


Davin berjalan mendekat.


" Gue gak mau Lo salah paham dan berpikir jika antara Gue dan Bela ada atau pernah ada hubungan. "


Kanaya tersenyum dan mengangguk,,


Dia kembali melangkah.


Davin mengusap wajah nya,,


Kanaya berjalan menyusuri lorong Kampus, dia akan kembali ke Kantin dimana Dita masih ada di sana.


" Loh Nay,, Kok cepet banget " Ucap Dita saat Kanaya kembali duduk di depannya.


" Sudah selesai Kok "


Davin menatap kilas dimana Kanaya sudah bersama Dita, dia pun menghampiri teman temannya yang sudah berada di sana.


Mereka masih saling bertatap namun Kanaya tampak selalu menghindar saat Davin menatapnya.


" Dit, ke kelas Yuk " Ajak Kanaya


" Oke "


Kanaya mengambil tasnya dan mereka berjalan keluar kantin.


sementara Davin terus menatapnya.


" Sebenarnya Lo kenapa dengan Kanaya " Ucap Gilang membuat Davin menoleh.


" Gapapa " Ucap Davin beranjak


" Loh terus Lo mau kemana Vin "


Davin tidak menjawab dan terus berjalan pergi,


Gilang menggeleng dengan sikap Sahabat nya itu, dia tau jika sebenarnya Davin menyimpan perasaan terhadap Kanaya namun tidak berani untuk mengungkapkan nya.


Davin berjalan melewati lorong Kampus, sudah tidak ada kelas hari ini namun entah kenapa Davin tidak ingin pulang lebih dulu apalagi Revan yang tidak masuk membuatnya khawatir dengan Kanaya.


Kanaya berjalan keluar, dia masih kepikiran dengan Ucapan Davin saat di Taman.

__ADS_1


Apa sebenarnya maksud ucapan Davin, dia menjelaskan semuanya tanpa Kanaya tanya.


" Kanaya "


__ADS_2