
Sudah dua hari Davin berada di Bandung, dan selama ini Kanaya tidak bertemu dengannya. Bahkan Revan pun tidak berada di Jakarta.
"Nay, gue boleh tanya sesuatu gak?" Ucap Dita membuat Kanaya mengangguk.
"Soal apa Dit."
"Em, Kak Revan kapan pulang ke Jakarta ya? apa dia ada hubungin Lo."
Sudah dua hari pula Revan tidak menghubungi Dita, padahal sebelum pergi Revan janji akan selalu memberi kabar kepadanya tapi nyatanya entahlah.
Dita ingin sekali menghubunginya lebih dulu tapi dia tidak mau mengganggu kekasih itu. Dita takut jika malah akan menggangu Revan yang tengah sibuk dengan pekerjaannya.
"Memangnya Kak Revan gak telpon kamu?" Ucap Kanaya dan Dita menggeleng.
"Mungkin sibuk Nay, gapapa Kok."
Kanaya menatap Dita yang tampak sedih dan khawatir, sebenarnya pun sama. Revan pun tidak mengirimkan pesan kepadanya.
Ting.
Kanaya mengambil ponselnya, Matanya mengernyit saat melihat pesan singkat dari Davin yang memintanya untuk keluar.
"Kenapa Nay?"
"Kak Davin bilang di luar ada kurir, tapi aku gak pesan apapun."
"Kita ke depan coba." Ajak Dita dan Kanaya mengangguk.
Kanaya membuka pintu rumahnya, benar saja seseorang berdiri membelakanginya dengan memakai topi.
"Maaf Mas, Mas cari siapa ya?" Ucap Kanaya membuatnya menoleh.
"Ada paket untuk Mba Kanaya."
"Tapi saya tidak memesannya, mungkin Mas salah orang."
"Alamatnya benar Mba."
Kanaya berjalan mendekat, memang benar sebuah kotak bertuliskan nama dan alamat rumahnya.
"I, Wait.!" Ucap Kanaya memicingkan matanya menatap kurir yang hanya terus menunduk.
Kanaya berjalan mendekat, parfum yang begitu dia kenali.
"Kak Davin." Ucap Kanaya kaget membuat Davin melepaskan topinya.
Benar, itu adalah Davin yang sengaja menyamar untuk membuat kejutan kepada Kanaya.
Tanpa menunggu lama, Kanaya langsung berhambur memeluknya.
Rasa rindunya setelah beberapa hari tidak bertemu dengannya membuat keduanya saling melepas kerinduan.
"Ehem, Masih ada gue kali disini." Ucap Dita membuat Kanaya melepaskan pelukannya.
"Sorry Dit." Ucap Kanaya dan Davin hanya tersenyum.
"Sekarang masuk Yuk, gak mungkin mau di luar terus kan?"
Kanaya tersenyum dan mereka berjalan masuk.
__ADS_1
"Jadi Revan di Surabaya?" Ucap Davin.
"Ya, dan sudah dua hari gak ada kabar."
Davin mengangguk, sebenarnya dia tau apa yang sedang Revan kerjakan di sana.
"Oya gimana kabar keluarga Lo Dit, Lo sabar ya." Ucap Davin
"Thanks Kak."
Kabar kebangkrutan keluar Dita memang sudah menyebar, bahkan kini rumahnya pun telah di sita Bank membuat Dita dan keluarganya tinggal di sebuah kontrakan kecil.
"Udah sore Nay, gue balik dulu ya."
"Bukannya kamu mau nginap di sini, terus kenapa pulang?"
Dita tersenyum dan membereskan tasnya.
"Next time deh, gue gak tega ninggalin Nyokap gue di kontrakan sendiri."
Kanaya mengangguk,
"Biar sopir anterin."
"Gak usah Nay, gue naik angkat gapapa."
"Gak deh, tunggu sebentar."
Kanaya berjalan ke dapur, dia mencari sopirnya untuk bisa mengantar Dita sampai di kontrakan.
"Makasih banyak Lo udah bantuin gue, Lo udah temani gue dan selalu ada buat gue."
Dita mengangguk dan masuk ke dalam mobilnya.
Kanaya menatap Davin, dia kembali tersenyum dan memeluknya.
"Kakak belum jawab kenapa gak ngabarin kalau pulang, terus tadi kurir itu apa maksudnya?"
Davin tersenyum dan menarik hidung mancung Kanaya.
"Maaf Sayang, Aku sengaja ingin memberi kejutan sama kamu dan kurir tadi. itu sebenarnya ide dadakan sih. aku kepikiran saat sudah dijalan."
Kanaya memutarkan bola matanya,,
"Oya sebenarnya ada yang mau aku bicara sama kamu."
"Soal apa Kak."
"Kita duduk di sana."
Davin mengandeng Kanaya menuju kursi taman.
"Jadi sebenarnya Revan minta tolong aku untuk membatunya mencari tau soal masalah keluar Dita."
"Jadi, kebangkrutan perusahaan orang tua Dita itu bukan murni karena karena anjloknya saham perusahaan tapi karena ada oknum yang sengaja membuat Perusahaan gulung tikar dengan cara membuat rugi perusahaan."
"Ma- maksudnya?"
"Revan masih mencari tau siapa orang Juga dalang di balik semua ini, tapi kamu jangan dulu memberitahu Dita ya. Revan minta untuk merahasiakannya lebih dulu karena dia masih mencari tau siapa orangnya."
__ADS_1
Kanaya mengangguk.
Dia tidak menyangka, bagaimana dengan Dita saat tau semuanya. Dita pasti akan semakin sedih.
Tapi siapa orang yang telah berani berbuat curang dengan keluarga Dita.
"Sayang hei, Kenapa Hem"
Kanaya menggeleng.
"Aku hanya tidak menyangka, bagaimana jika nantinya Dita tau soal ini Kak."
Davin tersenyum dan menggenggam kedua tangan kekasihnya itu.
"Semua pebisnis pasti akan mengalami seperti ini sayang, banyak yang tidak menyukai kesuksesan kita, jadi kita sebaiknya tetap harus berhati-hati."
Kanaya mengangguk dan menyandarkan kepalanya pada bahu Davin. Dita bukan hanya sekedar sahabatnya namun dia sudah menganggap Dita sebagai keluarganya.
"Wait, pantas saja Daddy tidak memberitahukan soal ini. Apa sebenarnya Daddy juga sudah tau soal ini."
"Bisa saja, mungkin juga Daddy masih mencari tau siapa orangnya dan baru akan memberitahu jika semua sudah jelas."
Kanaya terdiam.
Dia berharap jika semua segera selesai dan Dita bisa kembali bersama keluarganya hidup tenang dan bahagia.
********
Sementara Revan yang berada di Surabaya, dia terus mencari tau siapa yang membuat bangkrut perusahaan keluarga kekasihnya itu.
"Apa sudah ada kabar, siapa orangnya." Ucap Revan terlihat berbicara dengan seseorang lewat telpon.
"Terus cari tau siapa orangnya dan segera laporkan."
Revan memutuskan telponnya dan meletakkannya.
Dua hari dia belum beristirahat karena terus mencari tau soal perusahaan Keluarga Dita.
Melihat Dita sedih dan terus menangis membuatnya sedih dan pedih.
Sabar Sayang, aku bakal terus cari tau siapa dalang dibalik semua ini. aku tidak akan melepaskannya begitu saja saat semua sudah terbongkar.
Revan memijat pelipisnya, kepalanya terasa sedikit pusing.
Ting.
Sebuah pesan di ponselnya membuatnya kembali menatap benda pipih yang berada di meja depannya.
Tangannya meraba untuk mengambilnya, matanya memicing saat melihat pesan yang dikirim oleh orang-orangnya.
ππππππππ
hai geng's..
Mon Mu'uph sebelumnya karena telat Up lagi beberapa hari, karena akuh masih merevisi beberapa Bab di cerita lainnya (Pernikahan dini AΒ²) karena sudah di notif dari team Editor.π
dan mohon juga dukungannya untuk AΒ² (Alya Arga).
bantu Like, Vote juga komenΒ² kalian dong.
__ADS_1
kasih aku saran ataupun masukannya. π€