You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 78


__ADS_3

Lidia membuka matanya, kepalanya terasa pusing.


namun matanya menatap sebuah ruangan yang terasa asing baginya.


"I-ini,-


"Lo sudah bangun"


Lidia menoleh, terlihat Reyhan berjalan keluar kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggang nya


"Reyhan" Ucap Lidia menutup Wajahnya.


Reyhan tersenyum dan berjalan mengambil pakaiannya, bahkan dengan santainya dia memakainya di depan Lidia.


"Ka-kamu,-


Reyhan berjalan menghampiri Lidia dan duduk di samping Lidia.


"Sorry gue bawa Lo ke Apartemen gue, semalam Lo mabuk dan gue gak tau rumah Lo dimana"


Lidia menghela napasnya,,


Dia takut jika semalam telah terjadi sesuatu antara mereka.


"Oya, gue harus kuliah Lo bisa pulang sendiri kan."


Lidia mengangguk,,


Reyhan beranjak, namun Langkahnya terhenti saat teringat akan sesuatu.


"Oya soal semalam, Lo sebut nama Davin ..


Apa dia cowok yang Lo maksud "


" Ya, dia salah satu rekan kerja gue tapi dari pertama bertemu gue udah mulai suka tapi,-


Ucapan Lidia terhenti,,


"Kalau memang cinta kejar dong, mereka baru akan menikah dan belum menikah " Ucap Reyhan berjalan keluar.


Lidia terdiam..


Dia berpikir dengan ucapan Reyhan,apa yang dia ucapkan benar Davin dan Kanaya baru akan menikah dan mereka baru tunangan, dia bisa merebut nya.


Lidia tersenyum dan segera bangun,


Dia mengambil tasnya dan akan kembali ke Apartemen miliknya.


*********


Revan terus menatap gerbang rumah didepan nya,


Kini dia berada didepan rumah Dita, sejak kejadian kemarin Revan terus kepikiran dengan Dita .

__ADS_1


Apalagi Dita yang sama sekali tidak membalas dan menjawab telepon nya.


Tidak lama terlihat sebuah mobil keluar, dan tentu saja itu adalah mobil Dita.


Revan segera melajukan mobilnya,,


Tin,,.Tin,,Tin,,


Dita menatap spion, sebuah mobil sport yang dia kenalin terus mengikuti nya.


"Itu bukannya Kak Revan, mau apa dia"


Dita terus melaju tanpa menghiraukan bunyi klakson mobil Revan, bukan sampai di situ kini ponselnya terus berdering.


Revan terus menghubungi nya.


"Mau apa lagi sih" Kesal Dita yang akhirnya menjawabnya.


* Minggir bentar Dit, gue mau bicara "


Dita menggeleng dan menepikan mobilnya.


Tok,,


Tok,,


Tok,,


"Dita, gue mau bicara sama Lo" Teriak Revan dari luar.


"Kak Revan mau bicara apa, gue ada kelas pagi" Ucap Dita .


Revan menghela napasnya,dia terus menatap Dita.


Wajahnya tidak lagi seperti dulu, kini Dita terlihat diam.


" Gue minta Maaf "


Dita menautkan kedua alisnya Bingung.


" Soal Siska kemarin, Lo gak usah dengerin ucapan dia karena gue dan dia ti,-


" Kalaupun kalian ada sesuatu semua itu juga gak ada hubungannya dengan gue, Sorry gue udah telat."


Dita kembali masuk ke dalam mobilnya dan melajukan nya.


Revan terus menatap nya,,


Entah kenapa perasaan nya berbeda apalagi dengan sikap Dita yang seperti ini.


Tanpa Dita sadari air matanya menetes di wajahnya, sakit dan sesak hatinya mengatakan semua itu kepada Revan.


Padahal sebenarnya mereka tidak ada hubungan apapun.

__ADS_1


" Cih,, cengeng banget gue.. Lagian kenapa Lo malah nangis Dita" Gumamnya menyeka air mata yang kembali menetes di wajahnya.


Walaupun mulut nya bisa bicara seperti itu, namun tidak dengan hatinya yang seakan hancur.


____


Di Kampus..


Kanaya baru saja sampai bersama Davin yang kini mulai kuliah kembali.


Mereka berjalan masuk menyusuri lorong kampus dengan tangan yang saling bertautan.


Beberapa mata menatap ke arah mereka, rasanya sangat iri namun apa daya mereka hanya bisa bermimpi tanpa bisa mewujudkan nya.


Namun,, Tatapan berbeda terlihat dari seseorang.


Reyhan menatap Davin juga Kanaya dengan tatapan berbeda, dia bahkan menyunggingkan senyuman nya.


"Nikmati saja dulu kebahagiaan kalian" Ucapnya terus menatap mereka.


"Em,, aku masuk kelas dulu" Ucap Kanaya saat sudah berada di depan kelasnya.


Davin mengangguk,,


"Bye Kak "


Kanaya masuk ke dalam kelasnya, sementara Davin berjalan menuju kelasnya.


" Hai Kanaya " Ucap seseorang membuat Kanaya mendongak.


Reyhan tersenyum ke arahnya, Entah sejak kapan Reyhan berada di dalam kelas.


"Kak Reyhan" Ucap Kanaya


Reyhan tersenyum,,


" Ada yang mau gue bicarakan sama Lo, bisa kan"


Kanaya terdiam namun akhirnya dia pun mengangguk,,


Reyhan duduk di samping Kanaya yang langsung menggeser kursi duduk nya.


"Ada apa ya Kak"


"Lo kenal orang ini." Ucap Reyhan memberikan ponselnya.


Kanaya menatap Reyhan bingung, namun matanya beralih menatap sebuah foto di ponsel Reyhan.


Seorang wanita yang terlihat mabuk dan itu terlihat di sebuah Klub malam.


"Semalam gue ketemu dengan dia di Klub saat gue bersama teman-teman gue, dia terlihat sangat sangat sedih bahkan dia terus memesan minuman padahal dia sudah sangat mabuk."


Kanaya terdiam dan terus mendengarkan semua ucapan Reyhan, matanya terus menatap dimana Lidia yang sedang mabuk.

__ADS_1


"Lo kenal dengan cewek itu, dia terus menyebut nama Davin tapi gue gak tau apa itu Davin pacar Lo atau bukan." Ucap Reyhan menatap Kanaya yang tetap diam.


__ADS_2