You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 23


__ADS_3

Davin sampai di rumah dan kedatangan nya di sambut senyuman wanita cantik yang berada di depan pintu.


Dia lah Hana yang sengaja menyambut Putranya.


" Hai Ma " Sapa Davin mendekat dan mencium punggung tangan Hana.


" Anak Mama pulang,, Gimana Kegiatan di sana Lancar ?"


Davin hanya mengangguk membuat Hana menautkan kedua alisnya.


" Loh,, Kenapa wajah Kamu Nak, Capek pasti ya "


" Lumayan Ma,, Dave ke kamar dulu ya "


Hana mengangguk dan terus menatap Putranya, Tidak biasanya Davin seperti ini.


Dia akan selalu bercerita apapun terhadap nya.


Davin masuk ke dalam kamar dan melepas jaketnya, dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan memejamkan mata nya.


Masih sedikit pusing, mungkin karena kehujanan kemarin dan pakaian nya yang basah.


______


Hari sudah Malam,,


Tanpa terasa Kanaya ternyata terlelap setelah selesai mandi dan tidak ada yang membangunkannya.


" Sudah jam 7 ternyata " Gumam Kanaya bangun.


Dia berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan wajahnya.


Tok,,


Tok,,


Tok,,


" Sayang,, Kamu masih tidur ?"


Nia yang berada di balik pintu dengan membawa makan pun menghela napas nya, dia membuka pintu kamar Putrinya namun tidak terlihat Kanaya di sana.


Suara gemercik air dalam kamar mandi membuat Nia tersenyum, putrinya sudah bangun ternyata.


Dia pun duduk di tepi ranjang menunggu nya.


Tidak lama Kanaya keluar ,,


" Mom,, " Ucapnya kaget


" Mommy kira kamu belum bangun Sayang, Dan Ini Mommy bawa Makan malam buat kamu."


" Makasih Mom "


Nia tersenyum dan mengangguk,,


Kanaya berjalan mendekat dan duduk di samping Nia yang merapikan rambut panjang Putri nya.


" Gimana Kaki kamu Sayang,, "


" Sudah enakan Mom, mungkin karena tadi di pijat Bibi "


" Syukurlah,, Sekarang kamu makan dulu dan minum susunya "


Kanaya mengangguk dan mengambil Napan yang berada di atas meja.


Nia terus memperhatikan wajah Putrinya, ada yang berbeda dengan Kanaya seperti memikirkan sesuatu.


" Apa ada yang ingin Kamu ceritakan sama Mommy Nak ?"


Nia mendongak dan menatap Nia Yang tampak tersenyum.


" Maksud Mommy "


Nia menghela napas dan mengusap rambut Kanaya Lembut.

__ADS_1


" Kamu Anak Mommy dan Mommy sangat tau gimana kamu, Mommy tau kalo anak Mommy sedang memikirkan sesuatu. Coba cerita sama Mommy kenapa ?"


Kanaya menggeleng,,


" Gak ada Kok Mom " Ucap Kanaya tersenyum.


" Baiklah,, Sekarang habisin makannya "


Nia menatap putrinya yang kini tumbuh dewasa, tanpa terasa Nia masih merasakan saat Kanaya baru terlahir di dunia sungguh membuat kebahagiaan tersendiri dalam keluarga nya.


**********


Keesokan Harinya,,


Kanaya sudah bersiap untuk ke kampus pagi ini, dia berjalan turun membuat kedua orang tuanya yang sudah berada di meja makan langsung menoleh.


" Morning Dad, Morning Mom "


" Morning Honey " Ucap Nia tersenyum.


Sementara Robi malah menatap Kanaya,,


" Sayang kamu mau kuliah, tapi Kaki kamu masih sakit Loh . istirahat ya atau kita pastikan dulu Keadaan kaki kamu dan setelah itu baru kuliah."


Robi memang lebih cerewet akan keadaan Kanaya di Bandung Nia yang lebih Santai.


" Daddy,, Kaki Nay udah gapapa udah gak sakit juga Loh "


" Beneran ,, "


" Yes,, "


Robi menghela napasnya dalam,,


" Baiklah, tapi ingat jika kaki kamu kembali sakit bilang Daddy dan kita langsung ke Rumah Sakit Oke "


" Yup Daddy "


Robi tersenyum dan mengusap wajah Putri nya.


Di Kampus,,


Davin baru saja sampai, namun dia enggan untuk keluar mobil nya.


Belum terlihat Mobil Revan ataupun Gilang di Parkiran.


Tok,


tok,


tok,


Davin menoleh dan menurunkan kaca mobilnya terlihat Bela yang tersenyum menatapnya.


" Lo kok gak keluar Vin "


" Gapapa gue masih ngantuk " Jawab Asal Davin.


" Kalau masih Capek mending istirahat deh Vin, atau mau gue beliin sesuatu."


" Gak Usah, Gue mau tidur "


Bela mengangguk dan Davin menutup kaca mobilnya,,


Bela terus menatap nya, Davin terlihat berbeda walau sebenarnya Davin memang sangat cuek namun kali ini sangat berbeda.


Bela menggeleng dan berjalan masuk ke dalam Kampus nya.


Kanaya sampai di depan Kampus dan hari ini dia tidak bersama Revan , Seperti Biasa nya Revan sibuk dengan Perusahaan dan membuatnya tidak bisa mengantar Kanaya kuliah.


Kanaya mencari Davin , dia ingin mengucapkan terima kasih.


Namun dia tidak melihat nya dan kembali berjalan masuk.


Davin yang mengusap wajahnya dan keluar dari mobil, dia berjalan masuk dengan rasa malasnya.

__ADS_1


" Kak Davin " Ucap Kanaya saat berpapasan dengan Davin.


Davin menatap Kanaya dan juga Beralih melihat Kaki Kanaya.


" Kanaya ,, Kaki Lo udah sembuh ?" Ucap Davin dan Kanaya mengangguk dengan senyuman manisnya.


" Sudah Kak,, Oya Ka kemarin makasih ya udah bantu Aku dan Aku minta Maaf jadi merepotkan Kak Davin juga semua."


Davin mengangguk,,


" Gapapa,, Yang penting Lo ketemu dan baik baik saja"


" Terus gimana keadaan Kakak, bukannya Kemarin Ka,-


" Vin "


Kanaya menghentikan ucapannya saat Bela memanggil Davin dan berjalan mendekat.


" Lo minum dulu " Ucap Bela menyodorkan minuman .


Kanaya. menatap mereka dan tersenyum.


" Ya Udah Kak aku ke kelas dulu, Sekali lagi makasih Kak " Ucap Kanaya berjalan meninggalkan Davin yang masih bersama Bela.


Davin terus menatap Kanaya sementara Bela terlihat kesal Davin malah tidak menghiraukan.


" Vin,, " Panggil Bela


" Buat Lo saja, gue udah gak ngantuk " Ucap Davin berjalan meninggalkan Bela yang sangat kesal.


Kanaya melangkah menuju kelasnya,


Di saat dia sedang bersama Davin selalu saja ada Bela datang.


Apa benar semua yang Kak Davin katakan jika mereka sama sekali tidak di jodohkan dan semua itu hanya karangan Bela.


Tapi, melihat mereka yang dekat seperti itu sungguh tidak mungkin jika tidak ada sesuatu diantara mereka.


Kanaya memejamkan matanya dan melangkah lebih cepat untuk sampai di kelasnya.


Siska menatap Kanaya dan terlihat kesal karena Kanaya kembali kuliah.


Dia berharap jika seharusnya Kanaya tidak ketemu kemarin dan tidak akan pernah kembali.


Jika tidak ada Kanaya, sudah pasti tidak ada penghalang untuk ya mendekati Revan.


" Siska,, Lo ngapain di sini " Ucap Bela


" Lo Bel ,, "


Bela mengerutkan keningnya dan menatap Kanaya yang berjalan.


" Padahal gue berharap dia tidak bakal kembali lagi" Ucap Bela.


" Dia cuma jadi penghalang kita Bel, Gimana kalau kita melakukan sesuatu untuknya."


" Bener banget,, "


Bela dan Siska terlihat tersenyum menatap Kanaya, Mereka akan kembali melakukan sesuatu agar Kanaya tidak betah kuliah di sana.


Davin baru masuk ke dalam kelasnya,,


Dia bersyukur Kanaya baik baik saja dan juga Kakinya yang sudah sembuh.


Walaupun mereka hanya sekedar bertemu dan sedikit mengobrol namun sukses mengobati rasa galau Davin dari semalam.


Wajah Kanaya membuatnya kembali mood , senyumannya membuat hatinya tenang.


" Eh Vin,, Gue cari Lo ternyata di sini " Ucap Gilang yang baru saja masuk.


" Pa'an *


" Minggu depan Ada Tanding Lagi, menurut Lo gimana ?"


Davin terdiam dan berpikir,,

__ADS_1


__ADS_2