You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 49


__ADS_3

Di sinilah Davin juga Kanaya di sebuah Cafe tempat biasa mereka datangi.


namun Kanaya masih tetap sama, hanya diam membuat Davin bingung.


" Sayang,, sebenarnya apa yang terjadi kenapa kamu bicara seperti tadi di telpon"


Kanaya menatap wajah laki laki di hadapan nya itu, laki laki yang begitu dia cintai , laki laki yang selalu ada untuknya.


" Sayang dengar, Aku tidak mau mendengar apapun yang membuat kita jauh apapun itu "


" Aku terlalu egois bersama Kakak, sementara Bela wanita yang selama ini berusaha mendekati Kakak sama ,-


" Jika kamu hanya ingin membicarakan itu, Aku tidak mau mendengarnya " Potong Davin .


Kanaya terus menatapnya,,


Dia sendiri sangat berat bicara seperti ini,,


" Aku tidak mau merusak hubungan Kakak dengan Bela, Lebih baik jika kita menjaga jarak dulu "


Deg,,


Davin Langsung menatap Kanaya yang memalingkan wajahnya bahkan terlihat butiran bening menetes di wajah cantiknya.


" Tidak Sayang,, Kamu becanda kan "


Kanaya menggeleng dan menyeka Air matanya,,


Perih dan sesak rasanya,,


" Katakan sekali lagi dan Lihat Aku "


Kanaya terdiam bahkan dia tidak mau menatap wajah Davin.


" Sayang,, Lihat aku dan katakan lagi "


Bukan kembali mengatakan nya namun Kanaya malah menangis,,


dia tidak sanggup mengatakan semua itu, Berat rasanya berpisah dengan laki laki yang dia sayangi.


" Sebesar apapun permintaan kamu, Maaf Sayang aku tidak akan pernah mengabulkan nya..


Aku sangat mencintai kamu, Kamu wanita berharga untuk aku."


" Tapi,-


" Perasaan sama sekali tidak bisa di paksakan, Dalam hati aku hanya ada kamu tidak dengan wanita lain ataupun Bela."


Kanaya menatap Davin,,


" Maafin aku " Ucap Kanaya dengan Air mata yang mulai membasahi wajahnya.


Davin menggeleng dan langsung memeluk Kekasihnya itu.


Kanaya menangis dalam pelukan Davin yang begitu erat memeluk nya.


Tanpa menghiraukan dimana mereka berada saat ini karena yang pasti saat ini keduanya masih di persatukan.


" Jangan pernah bicara seperti ini lagi " Ucap Davin dan Kanaya menggeleng.


Davin mengecup pucuk rambut Kanaya dan terus memeluk nya erat.


______


Sementara Bela berada di pinggir pantai , tatapan matanya kosong dengan terus menatap ombak di lautan.


Bayangan dimana Davin yang begitu dekat dengan Kanaya, dimana Ucapan Davin yang begitu mencintai Kanaya membuat nya sangat terpukul.


Perih rasanya mengetahui semua itu,,


Bagaimana dia menyayangi Davin dengan tulus, semua sudah dia lakukan demi mendapatkan nya namun Davin malah lebih memilih wanita lain.


Aaaaarg...


Kenapa sih Lo Jahat banget Vin,


Apa Lo gak pernah tau gimana perasaan gue,,

__ADS_1


Apa sama sekali tidak ada tempat buat gue di hati Lo..


Hiks.. hiks..


Bela menangis mengetahui semua itu..


Dia terduduk di tepi pantai dengan Ombak yang terus membasahi tubuhnya.


Tanpa keinginan untuk pulang,,


Bela terus berada di sana meratapi nasib Malang nya.


Sementara Ponselnya terus berdering,,


Dia sama sekali tidak menghiraukan nya dan terus menangis..


Kanaya kini sudah lebih lega,,


ucapan Davin pun bisa membuatnya tenang jika Perasaan sama sekali tidak bisa di paksakan karena rasa cinta itu datang dari hati.


" Maafin aku Kak ,, Aku hanya ,-


" Ssstt,, Jangan pernah lagi bicara seperti itu karena apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkan kamu "


" Eum,, "


Davin mengusap wajah Kanaya dan tersenyum,,


" Sekarang habiskan Es Krim nya dan kita pulang, Kamu harus istirahat "


Kanaya mengangguk dan menikmati Es Krim yang di pesan nya.


Davin tersenyum dan terus menatap nya,,


Derrt,


derrt,,


Davin mengambil ponselnya dan terlihat orang tua Bela menghubungi nya,,


* Siapa Kak * Ucap Kanaya saat melihat Davin tidak menjawabnya.


Kanaya mengangguk,,


Namun Davin tidak menjawab nya, dia tidak mau jika Kanaya kembali seperti tadi dan memintanya untuk menjauh.


" Kenapa Kakak tidak menjawab nya "


" Biarin Sayang paling juga,-


Belum selesai Davin bicara ponselnya kembali berdering,,


* Angkat Ka, siapa tau penting "


Davin mengangguk dan menggeser tombol hijau,,


" Halo Tante "


" Vin,, Apa Bela bersama kamu sekarang."


" Bela,, Tidak Tante "


" Astaga,, terus dimana Dia..


Tante sudah mencoba menelpon nya tapi sama sekali tidak di jawab. "


" Maaf Tante tapi Bela tidak sedang bersama Saya, Dan Saya tidak tau dimana Bela sekarang."


" Tante Boleh minta Tolong sama kamu Vin, Tolong Cari Bela ya Nak, Papi nya sedang di Luar kota dan Tante bingung harus kemana *


" Tapi Tante,, Maaf Davin tidak bisa..


Davin sedang ada urusan Tante "


" Oh gitu ya,, Tapi Jika Bela menghubungi kamu tolong bilang Tante cari dia ya Nak "


" Iya Tante *

__ADS_1


Davin menutup telponnya,,


" Kenapa Kakak tidak bantu cari Bela "


" Karena aku tidak mau kamu marah dan salah paham Sayang, Aku tidak peduli dengan Bela yang paling utama buat aku hanya kamu ."


Kanaya terdiam,,


berapa beruntungnya dia memiliki kekasih seperti Davin yang selalu ada dan selalu mengutamakan nya.


********


Hari pun mulai gelap,,,


Davin akan mengantarkan Kanaya pulang setelah sebelumnya mereka jalan jalan.


Kanaya tampak senang, dia pun menyandarkan kepalanya pada bahu Davin yang masih menyetir tanpa menggangu nya.


Davin pun tidak mempermasalahkan semua itu, dia bahkan menggenggam tangan Kanaya dan sesekali mengecup nya.


" Makasih ya Kak *"


* Untuk apa Sayang "


Kanaya beranjak dan membenarkan duduknya,,


" Karena Kakak selalu ada untuk aku, Untuk perhatian yang kakak berikan buat aku."


Davin tersenyum,,


" Iya Sayang, tapi jangan pernah berpikir macam macam lagi "


" Eum "


Davin tersenyum dan mengacak rambut Kanaya.


____


Bela sampai di rumah nya dengan sangat kacau, Pakainya masih basah karena air laut.


Air matanya masih mengalir di wajahnya membuat orang tuanya khawatir.


" Astaga Sayang,, Kamu kenapa "


Bela menangis dan langsung memeluknya,,


Menumpahkan semua kesedihan dirinya kepada orang tuanya.


" Sayang,, Ada apa cerita sama Mami ya Nak "


Bela menggeleng namun terus memeluk nya,,


" Davin Mi,, Davin sama sekali tidak mencintai Bela, dia lebih memilih wanita lain dari Bela."


Bela menangis dalam pelukan Maminya,,


" Ssst,, Kamu tenang ya Sayang.. "


Setelah lelah menangis,,


Bela pamit untuk ke kamar nya, terlalu lelah dia menghadapi Semuanya apalagi dia tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya, bagaimana hidupnya tanpa adanya Davin di samping nya.


Apa dia bisa hidup seperti biasanya.


Bela membaringkan tubuhnya meringkuk,, seakan tidak habis, Air matanya kembali menetes bahkan hingga membasahi bantal yang dia pakai.


Kacau,,


kini hidupnya setelah mendengar semua ucapan Davin kepadanya.


Untuk apa aku hidup jika tidak bersama Davin,


Aku tidak bisa hidup tanpa Davin di sisi aku,, Aku tidak akan pernah bisa melihat Davin bersama wanita lain .


Bela beranjak duduk,,


Dia mengusap wajahnya yang sudah sangat basah karena air matanya.

__ADS_1


Pikirannya kini kacau dia pun berjalan mendekati meja riasnya dan membuka laci mejanya..


matanya menatap sesuatu yang berada di dalam..


__ADS_2