You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 22


__ADS_3

Semua sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta begitu pun dengan Kanaya yang sudah berada di dalam Bus Kampus bersama Dita.


Kanaya sebelum nya sudah berpamitan dengan Pak Hasan yang begitu baik dengannya selama berada di sana.


Kanaya terus mencari keberadaan Davin yang sama sekali belum di lihatnya dari pagi tadi, bahkan di saat mereka berpamitan kepada warga setempat Davin pun tidak terlihat.


Kanaya belum berterimakasih atas apa yang sudah Davin lakukan, dia sendiri tidak tau bagaimana kondisi Davin sekarang.


" Lo Nyari siapa sih Nay, Kak Revan ya " Ucap Dita dan Kanaya hanya tersenyum.


Beberapa mahasiswa pun masuk, termasuk Gilang namun tetap tidak terlihat Davin bersama mereka bahkan hingga Bus akan berangkat.


" Gimana Kaki Kamu De " Ucap Revan yang berdiri di samping Kanaya.


" Masih agak nyeri Kak, tapi gapapa lah "


Revan mengangguk dan mengusap pucuk rambut Kanaya.


" Kakak di Belakang, Kalau butuh sesuatu atau Kaki kamu kembali sakit panggil Kakak "


Kanaya tersenyum dan mengangguk,,


Dan Revan kembali berjalan ke belakang, namun di saat bersamaan Terlihat Davin masuk ke dalam Bus dan pandangan mereka bertemu.


Ingin rasanya Davin menghampiri Kanaya dan menanyakan keadaan kakinya namun ada Revan di sana, sama Hal nya Kanaya yang ingin menanyakan keadaan Davin namun Bus sudah jalan membuat Davin berjalan melewati dirinya dan duduk di kursinya.


Berbeda saat berangkat, Namun kali ini semua mahasiswa/wi terlihat tertidur mungkin karena kegiatan yang menguras tenaga mereka.


Tidak dengan Kanaya yang sama sekali tidak bisa tidur, dia terdiam dan hanya sesekali membuka ponselnya.


Davin sama persis dengan Kanaya, dia sesekali melihat Kanaya yang tidak tidur.


Perjalanan yang cukup panjang dan kini Bus sudah memasuki gerbang Kampus.


Semua berhamburan keluar dan mengambil barang barang mereka.


" Pelan Pelan,, " Ucap Revan mengandeng Kanaya yang masih sakit.


" Em,, Nay gue balik duluan ya Udah di jemput juga" Ucap Dita


" Oke,, bye hati hati "


Kanaya duduk dan menunggu Revan yang sedang mengambil Barang nya,,


Dia menatap semua yang sudah menuju mobil dan juga di jemput.


Namun dia melihat Davin yang berjalan turun dengan ransel yang di bawanya.


" Ka Da,-


" Davin,, "


Kanaya menghentikan ucapannya saat melihat Bela yang juga memanggil Davin dan menghampiri nya.


" Gue Nebeng " Ucap Bela menatap Davin


Davin mengangguk dan menuju Mobilnya bersama Bela yang tampak terus tersenyum.


Kanaya menatap mereka hingga mereka melewati dirinya yang masih duduk,

__ADS_1


Davin menatap Kanaya, namun dengan wajah yang berbeda.


" Yuk Kita pulang " Ucap Revan dan Kanaya mengangguk.


Kanaya beranjak dan berjalan menuju mobil Revan yang terparkir bersebelahan dengan Mobil Davin.


Mereka kembali bertemu dan saling menatap namun akhirnya Kanaya masuk ke dalam mobil.


" Vin, Gue duluan ya " Ucap Revan dan Davin hanya mengangguk pada akhirnya dia pun masuk ke dalam mobil.


Mobil keduanya melaju keluar dari parkiran Kampus.


Dalam perjalanan Bela melirik Davin yang hanya terus diam, dia tau jika Davin memikirkan Kanaya.


Sebenarnya dia tau jika Davin cemburu dengan Revan.


" Em,, Gue terharu banget saat Revan bertemu Kanaya kemarin terlihat kalo Revan begitu menyayangi Kanaya" Ucap Bela sengaja.


Davin masih hanya diam dan hanya fokus dengan stir bundarnya.


" Lagian mereka juga cocok sih menurut gue, Menurut Lo gimana Vin "


" Gue gak tau "


Bela kesal dengan jawaban Davin yang seakan terus saja cuek, namun dia akan terus membuat Davin menjauh dan membuang perasaan nya kepada Kanaya.


Dia tau jika Sebenarnya Davin menyukai Kanaya.


______


Mobil Revan sampai di rumah Kanaya dan langsung di sambut Oleh Nia yang sudah menunggu di depan pintu.


Nia dan Robi tau jika Kanaya sempat hilang dan mereka sangat khawatir bahkan akan menyusul namun mereka membatalkan saat Revan kembali memberitahu jika Kanaya sudah ketemu.


Kanaya tersenyum dan memeluk wanita yang begitu dia sayangi.


" Bagaimana keadaan Kamu Sayang, Kamu baik baik saja kan tidak ada yang luka atau sakit kan ?"


Kanaya menggeleng,,


" Gak ada Mom,, Cuma Kaki Nay saja sedikit sakit "


" Tidak,, tidak, Kita Ke Rumah sakit cek semua tubuh kamu Oke "


" Mommy,, Nay serius gapapa"


Nia menatap wajah putrinya, dan berganti menatap Revan .


" Revan ,, Tante sudah bilang Jaga Kanaya tapi kenapa seperti ini, Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Putri Tante "


Revan tersenyum dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Maafin Revan Tante."


" Kamu itu ,, "


Revan tertawa, Kanaya menggeleng dan mereka berjalan masuk ke dalam Rumah.


Robi sendiri berada di kantor, karena ada meeting yang tidak bisa dia tinggalkan.

__ADS_1


" Pelan pelan Sayang,, Bibi tolong ambilin Minum buat Naya juga Revan "


" Baik Nyonya "


Nia, Kanaya juga Revan duduk di ruang tengah.


" Aduh sayang, kaki kamu kenapa bisa seperti ini sih."


" Kemarin Nay kepeleset Mom "


" Jangan bikin khawatir Mommy lagi Ya Nak, Mommy takut saat Revan memberitahu kamu hilang di sana "


" Maafin Nay ya Mom sudah buat Mommy juga Daddy Khawatir."


Nia mengangguk dan kembali memeluk putrinya, Kanaya begitu di sayang semua keluarga nya apalagi kedua orang tuanya yang begitu memanjakan.


Revan bahkan sebagai Kakak sepupu nya, juga begitu baik, sayang dan memanjakan Kanaya.


" Permisi Nyonya, Ini minum ya "


" Makasih Bi "


" Van kamu minum dulu, Dan Kamu juga Minum sayang."


Kanaya mengangguk dan meneguk teh Hangat nya begitu pun dengan Revan.


Nia terus mengusap wajah Putri nya.


_____


Davin sampai di depan rumah Bela, namun tidak masuk ke dalam gerbang.


" Thanks ya Vin Lo udah anterin gue pulang "


" Sama sama "


" Oya, Lo mau mampir dulu pasti Papi dan Mami senang Lihat gue di anterin Lo."


" Sorry Gue capek."


Bela mengangguk,,


" Ya Udah gue masuk ya, Lo hati hati di jalan langsung istirahat sampai di rumah."


Bela keluar dari mobil dan Davin langsung kembali melajukan mobilnya meninggalkan Bela yang masih berdiri menatap nya.


Sampai kapan Lo bakal bersikap Cuek sama gue Vin, semua ini karena cewek itu.


Gue gak adak pernah biarin Kanaya merebut Davin dari gue.


Gue harus secepatnya minta Papi untuk menjodohkan kita.


Bela berjalan masuk ke dalam rumah nya,,


______


Davin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, bayangan wajah Kanaya saat berada di gubuk bersamanya, wajah Kanaya saat ketakutan, wajah Kanaya saat tertidur dan saat dirinya menggendongnya.


Semua terus terlintas di pikiran Davin.

__ADS_1


Namun di saat yang bersamaan bayangan dimana Revan dan Kanaya berpelukan, Revan membopong tubuh Kanaya membuatnya sesak.


****,,. Umpat Davin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk segera sampai di Rumah nya.


__ADS_2