
Bela berjalan menghampiri mereka bahkan bukan hanya Bela melainkan dia bersama orang tuanya.
Bela melirik Kanaya yang berdiri di samping Davin,,
" Lo di sini juga Vin, " Ucap Bela tersenyum.
" Tante " Sapa Davin
" Loh ini siapa ?"
" Ini Kanaya Tante , Nay ini Mama nya Bela "
Kanaya tersenyum dan mencium punggung tangan nya, sementara Bela tampak kesal apalagi Davin selalu menyempatkan waktunya untuk Kanaya berbeda jika Dengan dirinya.
" Maaf Tante, kami permisi " Ucap Davin pamit
" Ayo Nay "
Kanaya mengangguk dan mereka berjalan masuk ke dalam Lift.
" Bela, jadi itu Kanaya yang,-
" Ya dia yang udah bikin Aku di keluarkan dari kampus, karena dia juga Davin tidak mau menerima tunangan. "
" Sudah ya,, Nanti Mama bicara dengan orang tua Davin lagi "
Bela mengangguk dan mereka kembali berjalan.
_____
Kanaya masih terdiam,
dia tidak enak dengan Bela juga Mama nya tadi.
" Kenapa ?"
" Aku gak enak deh sama Bela juga Mama nya Ka, mereka pasti berpikir,-
" Memangnya kenapa "
" Ka,-
" Nay, Gue sama sekali tidak memiliki perasaan apapun kepada Bela dan sebenarnya gue,-
Davin menghentikan ucapannya membuat Kanaya menatapnya,,
" Lupain " Lanjut Davin mengacak rambut Kanaya.
" Ih nyebelin banget deh, Gak Kak Revan dan Sekarang Kak Davin " Ucap Kanaya kesal.
Davin tersenyum melihat Kanaya yang seperti ini, rasanya begitu menggemaskan.
Mobil melaju melewati jalanan sore, bahkan langit pun sudah terlihat senja berwarna Orange hingga sampai di depan rumah Kanaya.
Davin beralih menatap Kanaya yang masih terlihat diam.
" Kenapa masih kesal, " Goda Davin.
" Iya nyebelin banget " Kesal Kanaya membuka pintu Mobilnya namun di tahan Davin.
" Kanaya "
Kanaya menoleh dan mata keduanya saling bertemu, saling menatap dalam satu sama lain.
" A- aku turun, Makasih sudah nganter Kak " Ucap Kanaya melepaskan Sealbeth dan membuka pintu mobilnya.
Davin mengangguk dan terus menatap Kanaya yang berjalan masuk.
Dia pun tersenyum dan menggeleng.
Kanaya masuk ke dalam rumah nya, dia menata jantungnya yang berdetak kencang.
" Kanaya, Kamu ngapain sayang " Ucap Nia
" Mommy,, Naya ke kamar dulu ya Mom "
Kanaya berlari menuju Kamar nya sedangkan Nia tampak menatap heran dengan tingkah Putri nya.
********
__ADS_1
Di tempat Lain,,
Revan sengaja membiarkan Davin mengantar Kanaya, dia akan memberikan waktu untuk mereka untuk bisa lebih banyak bersama.
Revan juga tau Davin ataupun Kanaya saling menyukai.
" Astaga Revan,, seneng banget kita bisa ketemu di sini "
Revan menoleh terlihat Siska tersenyum menghampiri nya.
" Mau apa lagi dia " Kesal Revan mengingat apa yang sudah Siska juga Bela lakukan kepada nya
Siska Langsung duduk di samping Revan,,
" Gue seneng banget bisa ketemu Lo Van, lama banget gak ketemu sama Lo "
Revan menggeleng dan segera beranjak bangun, Namun Siska langsung mencegahnya.
" Van, Lo masih marah sama gue "
" Menurut Lo "
" Lo tau, gue ngelakuin semua itu karena Bela. Dan semuanya sudah gue jelasin kalo Bela ngancam gue kalo gue gak mau ngelakuin semua itu. "
Revan tersenyum dan menggeleng.
" Van plis, Gue salah dan gue benar benar minta maaf. "
" Terlambat dan Lo minta maaf setelah melakukan semua nya , Lo hampir mencelakai Adik gue dan dengan mudahnya Lo minta maaf." Ucap Revan pergi begitu saja.
" Revan,,"
Siska mengepalkan tangannya,,
Sialan,,
Tapi gue gak akan pernah menyerah buat bisa dapetin Lo.
Terserah aja kalo Davin mau deketin Kanaya, gue gak peduli.
Siska tersenyum dan berjalan pergi.
" Halo Tante "
" Kamu dimana Van, Tadi Kanaya bukan pulang bersama kamu "
" Maaf Tan, tadi Revan ada Urusan tapi Kanaya sudah pulang Kan Tante "
" Kanaya sudah pulang Diantar Davin "
" Syukurlah Lah,, "
" Ya Sudah Tante hanya tanya itu "
" Ya Tante, Revan minta maaf Tante "
Revan melajukan mobilnya pergi ,,
_____
Davin baru saja sampai di Rumah,
Hana yang sudah menunggu pun beranjak ..
" Vin, kamu baru pulang "
" Ma, Mama ngapain di situ."
" Mama mau bicara sama kamu "
Davin mengangguk dan menghampiri Hana .
" Baru saja Bela menelpon Mama, Dia menangis dan bicara jika alasan kamu menolaknya karena kamu sedang dekat perempuan lain."
Davin menggeleng,,
" Jadi Bela menelpon Mama "
" Bukan hanya Bela, tapi Mama nya pun menelpon Mama . Dave, Jika memang kamu tidak menyukai Bela tapi jangan sakiti hatinya Nak, Kamu bisa bicara baik baik "
__ADS_1
" Dave sudah bicara baik baik dengan Bela dan menjelaskan semua Ma, tapi Mama tau bagaimana Bela , bagaimana sifatnya "
" Karena itu Dave "
Davin mengangguk,,
" Terus siapa perempuan itu, kenapa tidak kamu kenalkan dengan Mama , kapan kamu akan membawanya ke rumah."
Davin mengernyit,,
" Maksud Mama "
Hana tersenyum,,
" Mama tidak akan memaksa untuk menerima perjodohan itu, Mama hanya tidak mau kamu menyakiti hati perempuan dan Kamu dekat dengan siapa saja Mama akan mendukung nya termasuk perempuan yang Bela katakan."
Davin tersenyum,,
" Dave baru dekat Ma, Dan belum jadian."
" Jadi benar perempuan itu yang kamu suka "
Davin tampak mengangguk,,
Hana tersenyum, Dia tidak akan melarang Davin untuk dekat dengan siapapun.
" Nanti Dave akan mengenalkannya kepada Mama"
" Baiklah Mama tunggu ,"
" Dave ke kamar dulu Ma "
Hana mengangguk dan menatap putranya yang sudah tumbuh menjadi laki laki dewasa.
bahkan dia masih ingat di saat dulu mengandung dan melahirkan Davin.
Davin sampai di kamar nya, meletakan tas juga melepas jaketnya.
Dia terdiam dan mengingat Bela yang sudah keterlaluan.
Mencelakai Kanaya dan malah kini menyalahkan nya.
Gue harus bicara dengan Bela besok,,
Davin menghela napas nya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sementara Kanaya berjalan turun dan melihat kedua orang tuanya sudah berada di meja makan.
" Malam Dad, Malam Mom " Sapa Kanaya tersenyum.
" Malam Sayang " Ucap Robi menatap Putri semata wayang nya.
" Semua Mommy yang masak "
" Ya dong, spesial buat Kesayangan Mommy " Ucap Nia melirik Robi yang berada di samping nya.
" Wait, so it's just Dad then "
Nia terkekeh,,
" Daddy dan Putri Mommy dong "
Kanaya tersenyum,,
" I love you Mom "
" Love you too Honey "
" Terus Daddy "
Kanaya juga Nia tertawa mendengar ucapan Robi,,
" I Love you Daddy " Ucap Nia juga Kanaya bersamaan.
" Daddy juga sayang Kalian "
Itulah yang selalu terlihat dari keluarga Atmaja, semua saling menyayangi dan mengutamakan keluarga mereka.
Keharmonisan keluarga itu membuat semua yang bekerja di sana merasa kagum bahkan di kesibukan Robi Atmaja sebagai seorang Pengusaha sukses dengan kesibukan nya namun dia tidak lupa dengan keluarga nya selalu makan malam bersama keluarga nya dan selalu bersikap hangat dengan istri dan putrinya.
__ADS_1
Mereka bahkan tidak pernah mendengar ada keributan di dalam keluarga itu