
Hari pun sudah siang dimana Revan, Davin juga teman temannya sudah berada di dalam kantin karena kelas mereka yang memang sudah selesai berbeda dengan Kanaya yang masih ada kelas dan baru selesai satu jam lagi.
Revan akan menunggu Kanaya karena harus mengantarnya pulang, dia tidak mau hal hal buruk terjadi terhadap Adiknya itu.
" Gimana kabar dua lampir itu sekarang ya, kepo gue " Ucap Gilang mengingat Siska juga Bela yang sudah tidak lagi kuliah di sana setelah mereka di keluarkan.
" Kangen Lo sama mereka " Celetuk salah satu teman mereka membuat Gilang seakan memuntahkan sesuatu.
Revan tertawa dan menggeleng,,
Namun kemudian ponselnya bergetar, Revan merogoh nya.
" Halo Pa "
" Van, Apa kamu masih di kampus ?"
" Masih Pa, Tapi Masih nunggu Kanaya kenapa Pa "
" Apa Kanaya masih Lama, Sebenarnya Papa mau minta tolong "
" Sekitar satu jam lagi, Tolong apa Pa "
" Papa ada janji dengan salah satu Klien dari Surabaya dan Ternyata di Jam yang sama Klien Papa lainnya mengajak bertemu karena dia akan kembali ke Amerika. Papa minta tolong kamu buat gantiin Papa gimana Van "
Revan terdiam,,
Sebenarnya dia bisa saja menolong Ayahnya namun bagaimana dengan Kanaya.
" Revan,, kamu masih di sana bukan ?"
" Iya Pa ,, "
" Papa minta tolong kamu ya, Papa akan meminta Sopir untuk menjemput Kanaya nanti."
Revan memutuskan telponnya dan kembali menyimpan nya.
" Kenapa ?" Ucap Davin menatap Revan yang tampak berpikir.
" Bokap gue minta gue gantiin dia ketemu Klien tapi gimana Kanaya. "
" Ya Udah Lo pergi aja Van, Kanaya bisa gue anterin " Ucap Gilang main samber semangat.
" Engga Engga,, gue gak percaya sama Lo Lang "
Semua tertawa mendengar ucapan Revan, Davin pun hanya menggeleng.
" Vin,, Gue minta tolong ya Anterin Kanaya gue percaya sama Lo " Ucap Revan beranjak.
Davin mengangguk,,
" Thanks Vin,, guys gue cabut dulu "
Revan menyambar tasnya dan segera menuju parkiran, dia memang sudah sering bertemu Klien papanya dan ini bukan hal yang sulit untuk nya.
___
Sekitar Satu jam Kanaya keluar bersama Dita setelah selesai Kelasnya,,
mereka berjalan menyusuri Lorong Kampus dengan masih asik mengobrol.
" Adem banget deh nih Kampus gak ada Lampir lampir itu "
" Lampir, Maksud Kamu Siska dan Bela ?"
" Siapa lagi Nay,, "
Kanaya menggeleng dengan Dita yang selalu saja mengatai Siska dan Bela Lampir.
" Oya Lo bareng Kak Revan, atau mau bareng gue "
" Kak Revan nunggu di Kantin, "
" Beneran,, "
__ADS_1
" Iya, Udah Chat tadi kok Udah Kamu pulang aku gapapa Kok "
" Baiklah,, gue duluan ya "
" Oke bye Hati hati "
Dita mengangguk dan menuju mobilnya sementara Kanaya berjalan menuju Kantin karena memang Revan selalu menunggu nya di sana.
Kanaya berjalan masuk namun tidak terlihat adanya Revan di sana dan hanya ada Davin juga Gilang.
" Kak Davin, Kak Gilang " Ucap Kanaya membuat keduanya menoleh.
" Eh Nay , Udah selesai Kelasnya " Ucap Gilang dan Kanaya mengangguk.
" Revan sudah pulang tadi Bokapnya telpon katanya ada hal penting." Ucap Davin menatap Kanaya.
" Oh gitu, Ya Udah Aku duluan ya Kak "
" Tunggu Nay " Cegah Davin membuat Kanaya membalikan tubuhnya kembali.
Davin beranjak dengan menenteng Tasnya,,
" Gue anter Lo balik "
" Hah, gak usah Kak aku bisa naik taxi online "
" Revan udah Nitipin Lo sama Davin, makanya kita tungguin Lo Nay " Ucap Gilang yang ikut beranjak.
" Tapi Kok Kak Revan gak bilang "
" Dia buru buru tadi , Sekarang Kita pulang ?"
" Eum "
Davin mengangguk dan mereka berjalan menuju Parkiran,,
" Vin, gue balik dulu ya Lo hatinya hati.. Nay gue duluan "
" Ya Kak hati hati "
Sementara Davin membuka pintu Mobilnya untuk Kanaya.
" Makasih Kak " Ucap Kanaya tersenyum dan masuk ke dalam.
Davin berjalan memutar dan duduk di kursi kemudi.
Dia pun melajukan mobilnya.
Tidak seperti biasanya Davin sekarang lebih sering menggunakan Mobilnya dari pada Motor sportnya.
Tidak ada obrolan di dalam mobil, Kanaya asik menatap Jalanan sore.
" Apa Lo mau langsung pulang atau mau ke suatu tempat" Ucap Davin memecahkan keheningan dalam mobil.
" Em,, sebenarnya aku Laper sih Kak " Ucap Kanaya malu.
Dia memang sangat lapar, Kelas hari ini membuatnya menguras banyak pikiran dan juga dia hanya minum jus saat siang tadi.
" Lo mau makan apa "
" Mie Ayam enak kayaknya ,, "
" Oke kita cari Mie Ayam "
" Tapi Kak Davin gak sibuk, Kalo ada janji pulang aja deh Kak "
" Gak ada Kok "
Kanaya mengangguk dan kembali menatap Jalanan.
Davin mencari penjual Mie Ayam seperti yang Kanaya inginkan hingga mereka melihat sebuah gerobak Biru yang berada di taman Kota.
" Lo gapapa makan di tempat seperti itu " Ucap Davin saat mobil terhenti.
__ADS_1
" Memangnya kenapa Kak "
" Pinggir Jalan Kanaya, atau kita cari lagi deh "
" No, Aku sudah sangat lapar Kak "
" Ya Sudah kita turun "
Kanaya lebih dulu membuka pintu mobil sebelum Davin memutar.
Mereka menghampiri Gerobak itu,,
" Lo duduk di sana, Biar gue pesenin "
" Makasih Kak "
Kanaya duduk di kursi panjang dengan Meja yang tersedia air mineral juga kerupuk bungkusan.
" Jangan pakai saos juga bawang goreng bukan ?" Ucap Davin saat menghampiri Kanaya.
" Kok Kak Davin bisa tau "
" Revan pernah cerita kalo Lo gak suka bawang dan alergi Saos "
Kanaya tersenyum dan duduk di sana menunggu sambil menikmati suasa sore.
Davin menatap Kanaya, rasanya senang bisa bersama lama Dengan nya.
" Permisi Minum nya Mas Mba "
" Teh hangat saja Mas, Kak Davin apa "
" Samain aja Mas "
" Baik sebentar"
Derrt,,
Derrt,,
Ponsel Davin bergetar, dia pun mengambilnya.
" Gue angkat telpon dulu " Ucap Davin dan Kanaya mengangguk namun kali ini Davin tetap duduk di samping Kanaya dan tidak menjauh seperti pagi tadi.
" Halo Ma "
" Dave,, Kamu dimana nak kenapa belum pulang "
" Dave Masih di jalan Ma "
" Astaga,, Kamu tidak lupa kan acara makan malam di rumah Bela "
" Maaf Ma, tapi Dave gak ikut Mama sama Papa saja yang datang."
" Kamu bener gak mau ikut, Sebenarnya Mama gak enak loh sama mereka Dave tapi ya sudah lah nanti Mama bilang ke mereka ."
" Makasih Ma "
" Kak Davin ada janji ya, Kenapa tadi gak bilang kak jadi kan kita langsung pulang aja " Ucap Kanaya .
Davin menoleh dan menggeleng,,
" Gak kok, lagian bukan Acara penting "
" Tapi Kak, atau bungkus aja deh Mie nya gimana jadi Kakak bisa ikut acara itu."
" Gak perlu Kok, Gapapa sekarang makan mie nya "
Kanaya menatap Davin yang malah tersenyum,,
Dia pun mengangguk dan mulai menikmati nya,,
Sementara Davin sesekali melirik Kanaya yang menikmati nya, dia tidak menyangka cewek seperti Kanaya yang terlahir dari Keluarga Konglomerat mau makan di tempat seperti itu apalagi hanya mie ayam.
__ADS_1
Biasanya cewe akan minta makan di restoran mewah apalagi mereka anak dari keluarga Kaya raya pasti akan bersikap sombong.