You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 53


__ADS_3

Bela masih memikirkan semua ucapan Davin malam tadi, semua yang Davin katakan benar jika perasaan tidak akan bisa lagi di paksakan. sekuat apapun dirinya untuk meminta Davin jatuh di pelukan nya tetap saja tidak akan bisa berhasil karena yang ada di dalam hatinya hanya Kanaya.


" Sayang,, Are Oke "


Bela mengangguk,,


" Kapan Bela bisa pulang Mi, Bela bosan di Rumah sakit terus"


" Selamat Pagi,, Bagaimana keadaan nya hari ini " Ucap Dokter yang datang bersama suster untuk meriksa keadaan Bela


" Dok, Kapan Saya bisa pulang ya "


" Saya Cek dulu ya , Jika semua sudah baik baik saja makan Bisa pulang tapi harus makan juga minum obatnya "


Bela mengangguk dan membiarkan Dokter memeriksa nya.


" Keadaan Nona Bela sudah baik baik saja, dan hari ini bisa pulang"


" Terimakasih Dokter "


" Sama sama, Saya permisi"


Bela menghela napasnya,,


" Akhirnya kamu pulang Sayang,,"


" Iya Mi, Bela benar benar Bosan "


Bela kembali diam dan menatap keluar jendela,,


______


Sementara di Kampus,,


Kanaya bersama Dita yang terus saja menggodanya.


" Udah capek,, " Ucap Kanaya saat Dita tidak lagi tertawa.


" Hai De " Ucap Revan yang datang menghampiri mereka dan duduk di samping Kanaya.


Dita terdiam,,


Entah kenapa melihat Revan jantungnya berdetak lebih cepat.


Apalagi saat Revan menatapnya..


" Gu- gue ke toilet dulu Nay " Ucap Dita yang langsung beranjak pergi.


" Kenapa dia " Gumam Kanaya heran dengan sikap sahabat nya.


Revan hanya mengangkat kedua bahunya.


" Kakak sendiri, dimana ,-


" Davin maksud kamu ?" Potong Revan yang tau jika Asik sepupu nya mencari Davin.


" Tuh dia " Lanjut nya saat Davin datang bersama Gilang juga yang lain.


" Hai Sayang " Sapa Davin mengusap rambut panjang Kanaya.


Kanaya tersenyum,,


" Tumben Nay sendiri, Mana temen Lo yang cerewet"


" Dita Maksud Kak Gilang "


" Ya Dimana dia, tapi enak juga gak ada dia gak berisik."


Kanaya menggeleng,,


Ting,,


Ponsel Davin bunyi, dia pun membuka pesan masuk dari Bela yang mengabarkan jika hari ini Dia sudah boleh pulang.


" Siapa Kak " Ucap Kanaya membuat Davin memberikan ponsel nya.


Kanaya diam dan kembali memberikan ponselnya,,


" Ada Apa sih "

__ADS_1


Revan juga Gilang yang berada di sana pun ikut merasa bingung.


" Bela chat gue, dia bilang hari ini pulang dari rumah sakit "


" Astaga Tuh bocah, heran gue gak ada capeknya gangguin Lo Vin "


Gilang terlihat kesal dengan sikap Bela yang tidak bisa menerima kenyataan jika Davin lebih memilih Kanaya Darinya.


" Udah gapapa Kok, lagian Bela juga sudah lebih lama kenal Kak Davin " Ucap Kanaya tersenyum.


Davin menatap Kanaya,


dia tau jika kekasih nya itu kecewa.


Apalagi yang harus dia lakukan untuk membuat Bela merubah sikapnya.


_______


Kanaya sudah bersama Davin,,


Mereka berada di dalam Mobil setelah pulang kuliah.


tidak ada obrolan, Kanaya hanya diam membuat Davin terus meliriknya.


" Sayang " Ucapnya menggenggam tangan Kanaya erat.


Kanaya diam dan menatap genggaman tangan Kekasihnya itu yang terasa hangat.


" Apapun yang terjadi, Hanya kamu yang bakal selalu ada di dalam hati aku."


Kanaya tersenyum dan menyandarkan kepalanya pada bahu Davin tanpa menggangu nya mengemudi.


Davin membuatkan nya dan sesekali mengecup punggung tangan Kanaya.


______


Bela baru sampai di Rumahnya,,


Dia kembali menatap ponselnya, membuka Chat yang dia kirim ke Davin tapi sama sekali tidak di balasnya padahal sudah di baca.


Jadi kamu memang sudah tidak peduli dengan gue Vin, apapun yang bakal terjadi itu tidak akan membuat Lo khawatir.


Bela memejamkan matanya dan menghela nya dalam,,


Bela menoleh dan tersenyum tipis,,


" Gapapa Mi, Bela hanya ingin di sini dulu "


" Oya Mi, Apa tawaran Mami untuk Kuliah di Luar Negeri masih bisa ?"


" Maksud Kamu sayang"


" Bela ingin kembali kuliah Mi, tapi Mami Tau Bela tidak bisa kuliah di Jakarta."


" Masih sayang,, Mami nanti bicara dengan Papi ya Nak."


Bela Mengangguk dan kembali menatap luar.


Keputusan nya sudah bulat,


dia akan melupakan Davin dengan meninggalkan Jakarta.


Jika dia tetap berada di Jakarta hanya rasa sesak dan sakit hatinya melihat Davin bersama Kanaya.


Sebesar apapun usaha nya itu percuma dan malah hanya membuatnya semakin di Benci Davin.


" Sekarang masuk ya, sebentar lagi hujan dan kamu baru saja sembuh sayang."


" Iya Mi "


Bela berjalan masuk dan meletakan ponselnya sembarang.


" Kamu istirahat ya, Mami keluar dulu "


Bela mengangguk dan duduk di tepi ranjang mengingat bagaimana saat dulu masih kuliah, walau tidak bisa memiliki namun dia bisa terus melihat dan dekat dengan Davin.


Bela kembali menyambar ponselnya, dia mencari nomor seseorang dan mengirimkan pesan.


_______

__ADS_1


Kanaya baru saja Sampai di Rumah nya bersama Davin.


Mereka berjalan masuk ke dalam rumah mewah.


" Daddy sama Mommy kamu kemana Sayang "


" Oya Aku lupa, Mommy lagi temenin Daddy ke acara Ulang tahun teman Sekolah mereka dulu "


Davin mengangguk,,


" Kakak duduk dulu, Aku ambil minum bentar ya "


" Iya Sayang "


Davin menatap Kanaya yang berjalan menuju dapur,,


Ting,,


Terlihat pesan singkat di ponsel Kanaya yang berada di dalam Tasnya.


" Minum dulu Kak "


Kanaya datang dengan membawa segelas Jus jeruk.


" Makasih Sayang *


Kanaya mengangguk dan duduk di samping Davin.


" Em,, Kak apa aku boleh tanya sesuatu ?"


" Apa itu Sayang "


Kanaya menghela napas nya,,


" Apa Kaka tidak berniat untuk datang menemui Bela, Bela sudah mengirimkan Pesan jika dia sudah keluar Rumah Sakit."


Davin terdiam dan menggeleng,,


Dia tidak akan lagi menemui Bela, Ucapan sebelumnya sama sekali tidak Bela percaya.


Dia tidak mau memberikan harapan untuknya .


Kanaya mengangguk,,


" Jika aku datang ke Rumah nya, itu sama saja aku memberikan harapan untuknya.


Aku tidak mau menyakiti hati kamu Sayang, jika Aku bersama nya aku merasa bersama sama kamu, dan aku sengaja membuat Bela menjauh dan melupakan aku dengan cara pelan pelan."


Kanaya menatap wajah Davin,,


antara bahagia dan merasa bersalah dengan semua ini.


Bahagia karena memiliki kekasih yang begitu peduli dan menyayangi nya, namun juga merasa bersalah karena membuat Bela seperti ini.


" Jangan mikir macam macam " Ucap Davin mengusap wajah Kanaya.


" Iya "


Davin tersenyum dengan terus menatap wajah Kanaya yang bersandar pada tepi sofa.


Tidak pernah terbayangkan memiliki kekasih secantik Kanaya.


Wajah dan hati yang sama sama Cantik.


" Sudah sore, aku pulang dulu Ya..


kamu gapapa di rumah sendiri kan ?"


" Eum,, Paling Daddy juga Mommy bentar lagi pulang."


Davin mengangguk dan mereka berjalan keluar,,


" Kakak Hati hati ya, Langsung pulang dan kabari kalo sudah sampai."


" Iya Sayang,, Kamu juga ya jangan lupa makan "


Kanaya mengangguk dan menatap Davin yang berjalan menuju Mobilnya.


" Bye Kak, hati hati "

__ADS_1


Kanaya masuk setelah Mobil terlihat keluar, dia mengambil tasnya dan tidak sengaja melihat pesan di ponselnya.


* Siapa yang chat *


__ADS_2