You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 43


__ADS_3

Siang ini Kanaya menemani Davin yang tengah berlatih basket untuk pertandingan Minggu depan, dia duduk bersama Dita yang juga serta ikut di sana.


" Astaga Nay, Pacar Lo ganteng banget deh " Goda Dita menatap Davin.


Kanaya menggeleng,,


" Terus kenapa Dit, kamu naksir ?"


Dita menggaruk tengkuknya,,


" Gak lah, gue tau diri juga kali masa Pacar sahabat sendiri di rebut "


" Eum,, so sweet " Ucap Kanaya memeluk Dita yang sudah menjadi sahabat nya dari mulai dirinya datang di Kampus.


Davin menatap Kanaya dan tersenyum,,


Untuk kali pertama dia merasa senang karena Kanaya bisa menemani dan untuk saat ini menjadi Kekasih nya.


Kanaya Langsung mengambil minum saat mereka terlihat selesai latihan.


Davin menatap Kanaya dan berjalan menghampiri nya,,


" Minum Kak " Ucap Kanaya memberikan minuman botol kepada Davin.


" Makasih Sayang "


Kanaya membuka tasnya dan mengambil tisu untuk mengelap keringat di wajah Davin.


" Ehem,, Romantis banget sih Nay jadi iri gue " Celetuk Gilang.


Kanaya tersenyum malu, dia lupa jika di sana ada banyak teman Davin yang menatapnya.


" Yee,, Makanya cari pacar dong jomblo kok langgeng. " Bela Dita membuat semua tertawa.


" Lah mulut Lo Dita, Lo sendiri aja jomblo "


Dita mencebikkan bibirnya, memang mereka tidak akur karena dulu Gilang selalu menghukum nya saat Ospek membuat Dita seakan memendam dendam kepada nya.


Davin menggeleng,,


" Tunggu sebentar ya, Aku ganti dulu " Ucap Davin menatap Kanaya yang mengangguk.


Kanaya menghampiri Dita dan mereka akan menunggu di luar.


" Jadi Kak Revan sudah mulai sibuk di Perusahaan bokap nya Nay "


" Ya gitu Dit, "


" Enak ya jadi Kalian terlahir dari keluarga Kaya "


" Apa sih, sama saja Dit lagian juga apa yang mau di banggain Coba "


Dita mengangguk,,


" Maaf ya lama " Ucap Davin yang sudah berdiri di samping Kanaya dan mengusap pucuk rambut kekasih nya itu.


Kanaya menoleh dan tersenyum,,


" Sudah ada Kak Davin, Gue pulang dulu ya Nay "


" Makasih ya Dit,, "


" Sama sama,, Permisi Kak "


Davin mengangguk dan menatap Dita yang masuk ke dalam mobilnya.


" Jadi,, " Ucap Davin membuat Kanaya menoleh..


" Jadi ,? Ulang Kanaya bingung membuat Davin tersenyum dan mengandeng tangan Kanaya menuju mobilnya.


" Kak Davin "


" Gapapa Sayang,, "


Kanaya mencebik kesal karena selalu saja Kekasihnya itu membuat kesal.


Davin berjalan memutar dan duduk di kursi kemudi, melihat Kanaya kesal malah begitu menggemaskan.

__ADS_1


Dia pun menghela napas nya dan menatap Kanaya yang hanya menatap lurus.


Tangannya terulur menarik Sealbeth yang belum terpasang di tubuh Kanaya.


" Sayang Hei,, " Ucap Davin menarik dagu Kanaya untuk menatapnya.


Pandangan keduanya bertemu,


bahkan Jantung Kanaya berdetak lebih cepat, tatapan Davin yang begitu sendu menatapnya membuatnya terpesona.


" I love you Kanaya Zivara " Lirih Davin membuat Kanaya melayang bahkan wajahnya merona .


Dengan segera Kanaya memalingkan wajahnya yang sudah pasti seperti kepiting rebus.


Davin menghela napas nya panjang,,


" Jadi Apa tidak ada balasan ?"


Kanaya menoleh dan tersenyum,,


" I love you too " Ucap Kanaya tersenyum membuat Davin tersenyum dan mengusap wajah Cantik Kanaya.


" Kita pulang "


" Eum "


Kanaya membenarkan Sealbeth nya , Davin sendiri melajukan mobilnya keluar Parkiran.


**********


Bela tampak kesal karena hingga sore Davin pun belum pulang, padahal dia sengaja datang ke rumahnya untuk bisa bertemu dengan Davin.


" Kok Davin belum pulang ya Tan "


Hana menatap jam yang sudah menunjukkan pukul 4 sore.


" Mungkin masih latihan atau sama teman temannya "


" Em,, Aku coba telpon deh "


Hana menatap Bela yang mengeluarkan Ponselnya, Namun tidak ada jawaban dari Davin membuat Bela terlihat kesal.


Hana tersenyum,,


Dia tau bagaimana putranya, jika memang sudah tidak menyukai seseorang dia pasti akan menghindar jauh berbeda jika sudah suka dengan seseorang Davin akan selalu menjaganya.


Hingga tidak lama terdengar suara Mobil masuk, membuat Bela langsung beranjak bangun karena tau pasti Davin lah yang pulang.


" Nah itu Davin pulang " Ucap Hana saat melihat putranya berjalan masuk.


" Vin,, " Ucap Bela tersenyum.


Davin menghela napasnya menatap Bela yang berada di sana.


" Kamu dari mana aja Vin, Aku nungguin Lo dari tadi"


" Latihan, Kenapa Lo nungguin gue"


Bela tersenyum dan memberikan undangan Ulang tahun untuknya.


" Datangnya di Ultah gue Besok,, "


Davin menerimanya,,


" Gue berharap Lo bisa datang Vin ,, "


" Gua usahakan "


Bela tersenyum dan mengangguk,,


" Kalian ngobrol dulu, Tante tinggal ya " Ucap Hana Yang berjalan masuk.


" Oya Lo bilang latihan memangnya ada tanding lagi ?"


" Minggu depan , Oya Bel badan gue lengket banget gue tinggal ya " Ucap Davin yang langsung berjalan masuk meningkatkan Bela yang masih berdiri menatap nya.


Davin berjalan masuk dan menuju Kamarnya, Hana yang melihatnya pun hanya bisa menggeleng,,

__ADS_1


" Tante,, Aku permisi dulu ya.. maaf ya jadi Tante temani. aku tadi "


" Gapapa Sayang,, Ya Sudah hati hati ya salam buat Mama dan Papa "


" Ya Tante."


Bela berjalan keluar,


Hana menghela napas nya dengan sikap Davin, namun dia tau jika Davin hanya menganggap Bela sebagai temannya.


Di dalam Kamar,,


Davin meletakan Tas dan membuka sepatu nya.


Tubuh nya begitu lengket membuat nya segera masuk ke dalam kamar mandi.


_____


Di perjalanan,,


Bela terus menggerutu dengan sikap Davin yang selalu cuek dengan nya.


Semua sudah dia lakukan termasuk berusaha mendekati keluarga terutama Hana untuk bisa dekat dengan nya namun percuma semua itu tidak membuat Davin dekat dengannya.


Karena sikap cuek Lo yang seperti ini malah semakin membuat gue penasaran dan ingin memiliki Lo Vin,,


Gue gak akan pernah menyerah.


Gue yakin jika suatu saat Lo Bakan jadi milik gue Vin, Karena Gue sangat mencintai Lo.


Bela melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menyusut jalanan Kota.


_______


Kanaya baru saja selesai mandi,


Dia berjalan menuju meja riasnya, Rambut panjang nya masih basah.


Dia pun mengambil handuk kecil untuk mengeringkan nya.


Ting,,


Matanya mencari bunyi ponselnya,


dia berjalan menuju tempat tidurnya dan menyambar tasnya untuk mengambil ponselnya yang masih berada di dalam.


Senyuman terukir saat Davin yang mengirimkan Chat kepadanya ,,


dengan cepat dia pun membalasnya,,


Derrt,,


Derrt,,


Davin malah kini menghubungi nya,,


" Halo Kak "


" Sedang Apa "


" Baru beres mandi, Kakak sendiri sudah sampai di rumah."


" Sudah Sayang,, Dan ini baru selesai mandi "


" Em,, Bela baru saja datang ke rumah "


Kanaya terdiam,,


" Dia hanya memberikan undangan Ulang tahun dan tidak ada sesuatu yang lain."


Davin mencoba menjelaskan semuanya, dia tidak mau jika kekasih nya itu salah paham.


" Oh ya, bagaimana kabar Bela sekarang Kak "


Terdengar helaan napas dari Davin,,


" Dia baik baik Saja. "

__ADS_1


Kanaya terdiam,,


Saat ini Bela tidak tau soal hubungan mereka, terus bagaimana nantinya jika Bela jika mereka kini sudah pacaran.


__ADS_2