You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 83


__ADS_3

Davin berada disalah satu Cafe, dia datang sendiri dan tidak bersama Kanaya seperti biasanya.


Terlihat Davin tengah menunggu seseorang di sana.


"Hai Dave, Maaf tadi macet" Ucap Lidia tersenyum dan duduk di depan Davin.


Davin mengangguk.


Lidia Tersenyum menatap Davin yang tidak seperti biasanya, saat ini Davin terlihat lebih santai dengan menggunakan pakaian biasa.


"Oya, tumben ngajak ketemu ada apa nih"


Davin mengambil sebuah berkas yang sudah dia bawa, dia sudah menyiapkan semuanya.


"Apa ini Dave" Ucap Lidia saat Davin memberikannya.


"Pembatalan Kontrak kerjasama." Ucap Davin singkat.


Lidia kaget dan langsung membacanya, benar saja Davin memutuskan kerjasama mereka secara sepihak.


"Tapi kenapa, Bukannya desainnya sudah sesuai dan kita sudah menjalin kerjasama selama satu tahun ke depan."


Davin menghela napasnya,,


Semua ucapan Lidia benar, namun dia tidak mau jika kerjasama mereka malah akan berakibat fatal dengan hubungannya bersama Kanaya.


"Terus kenapa, apa ada yang salah atau aku,-


"Semua desain sesuai dan kalian bekerja dengan sangat baik, tapi bukan itu alasan kenapa Saya membatalkan kerjasama ini."


"Maksudnya?"


Davin menghela napasnya dan memberikan beberapa foto-foto Lidia saat mabuk di sebuah Klub.


Bukan hanya satu namun beberapa foto dan itu adalah hari yang berbeda.


Lidia menggeleng melihat semua foto dirinya,,

__ADS_1


"Kami tidak bisa bekerjasama dengan orang yang sering mabuk dan datang ke Klub malam."


"Tapi Dave, ini semua tidak benar kemarin aku hanya sedang banyak masalah dan aku,-


"Datang ke Klub untuk melupakan masalah." Potong Davin.


"Sesuai perjanjian jika salah satu pihak membatalkan kerjasama maka akan adanya sanksi denda, dan Saya sudah mentransfer sejumlah denda ke rekening Anda. Silahkan Anda bisa cek langsung."


Lidia menggeleng,,


"Semua sudah jelas terimakasih waktunya." Ucap Davin beranjak.


"Tunggu Dave " Cegah Lidia


Davin menghentikan langkahnya,,


Lidia berjalan menghampiri Davin dan menatap wajah laki-laki yang selama ini dia sukai.


"Kamu perlu tau kenapa aku mabuk setiap malam, itu karena kamu Davin.


Dari pertama kita bertemu aku merasakan sesuatu dalam hati aku, apalagi setelah kita bisa bekerjasama dan itu membuat aku sangat bahagia karena bisa selalu dekat dan bertemu kamu.


Selama ini, aku tidak pernah memiliki perasaan seperti ini terhadap laki-laki lain, dan setelah bertemu dengan kamu semua berubah, kamu membuat aku semakin semangat dalam menjalankan bisnis keluarga. Karena kamu aku bisa merasakan cinta."


Davin tidak sama sekali bergeming, baginya tidak ada wanita lain selain Kanaya di hatinya.


"Dave, aku mohon jangan batalkan kerjasama ini.


Karena dengan semua ini aku bisa melihat kamu, bertemu kamu dan membuat semangat untuk aku."


"Anda salah Nona Lidia, itu hanya untuk keuntungan Anda dan tidak dengan hubungan saya bersama Kanaya." Ucap Davin meninggalkan Lidia yang semakin hancur hati nya.


Davin menghela napasnya,,


Ini sudah keputusannya, dia tetap memilih Kanaya dan hubungan.


Dia tidak mau jika Kanaya salah paham dengannya.

__ADS_1


Walaupun dia harus mengeluarkan banyak uang, namun semua itu tidak penting.


******


Lidia yang sangat hancur menangis histeris, pertama dalam hidupnya jatuh cinta dan pertama baginya patah hati.


Selama ini dia selalu menutup hatinya untuk laki-laki.


Lidia kembali meneguk minumannya, saat ini dia hanya ingin melupakan semuanya.


Reyhan yang berada di sana hanya menggeleng dengan sikap Lidia.


"Lo hanya menyiksa diri Lo, Seharusnya Lo bisa rebut Davin karena mereka baru tunangan.


Cinta ya kejar lah." Ucap Reyhan yang juga ikut meneguk minumannya.


Lidia terdiam,,


Tangannya meremas gelas di depannya, ucapan Reyhan benar.


Davin harus menjadi miliknya bagaimana pun caranya.


Biarlah kerjasama mereka batal tapi tidak dengan mendapatkan Davin.


"Davin hanya milik gue, gue harus bisa mendapatkannya" Ucap Lidia.


Reyhan tersenyum menatapnya,,


Sebenarnya, Lidia hanya dia manfaatkan untuk mendapatkan Kanaya.


Selama ini, Reyhan sudah menyukai Kanaya dari pertama Kanaya datang.


Reyhan mencari tau siapa Kanaya, hingga dia tau apa yang sudah terjadi dengan Kanaya selama ini.


Kecantikan wajah Kanaya dan kelembutan hati Kanaya membuatnya terpikat, tanpa banyak yang menyadari jika selama ini Reyhan selalu mengambil foto Kanaya diam-diam dan selalu menempelkannya di dalam kamar.


"Bagus Lidia, semua rencana gue berhasil..

__ADS_1


Lidia yang bertindak dan gue yang bisa mendapatkan Kanaya tanpa harus capek- capek mengejarnya."


Reyhan tersenyum dan kembali menikmati minumannya.


__ADS_2