
Davin memutuskan Telponnya dan menatap Kanaya, apa dia harus datang ke Rumah Sakit menemui Bela atau tidak.
Jika dia datang, itu malah akan membuat Bela tidak bisa melupakan dirinya tapi dia pun tidak mau jika Bela terus berharap kepada nya.
" Kak, Ada Apa ?" Ucap Kanaya karena Davin hanya menatapnya tanpa bicara .
Davin menghela napasnya,,
" Bela masuk Rumah Sakit karena Mencoba bunuh diri "
Kanaya terdiam,,
Jadi mimpi semalam tentang Bela itu benar,,
" Bu- bunuh diri, ?"
Davin mengangguk,,
" Orang tuanya minta Aku untuk datang ke Rumah Sakit "
" Ya Udah Kakak datang ke Rumah Sakit temui Bela " Ucap Kanaya menatap lurus.
Rasanya sedikit sesak mendengarnya, tapi dia pun tidak mau egois dalam hal ini apalagi Bela sedang sakit.
Davin menatap kekasihnya itu, dalam hatinya dia tidak mau menyakiti kekasih nya itu.
Dia begitu mencintai dan menyayangi Kanaya.
Mereka turun dari dalam mobil dan berjalan masuk, tidak ada omongan dari bibir Kanaya sedari tadi.
Davin sangat tau bagaimana perasaan Kekasih nya itu.
" Aku masuk dulu Kak " Ucap Kanaya .
Davin mengangguk dan terus menatap Kanaya yang berjalan masuk.
Dia kembali melangkah menuju kelasnya masih dengan terbayang wajah Kanaya.
Namun di sisi lain, dia harus menyelesaikan masalah Bela.
Dia tidak mau jika karena Bela hubungan antara dirinya bersama Kanaya malah jauh.
_____
Di Rumah Sakit,,
Bela terus saja tidak mau makan ataupun minum obat, dia hanya mau Davin datang menemui Dirinya.
" Bela,, Kamu makan dan minum obat nya sayang biar kamu bisa cepat sembuh."
" Buat Apa Bela hidup Mi, Davin saja sudah tidak mau bersama Bela dia lebih memilih wanita lain "
" Astaga Sayang,, "
Rendy menghela napas nya,,
Melihat putri nya yang seperti ini membuat nya tidak tega.
Dia pun berjalan keluar dan mencoba kembali menghubungi Davin.
Tut,,
Tut,,
Tut,,
Tidak ada jawaban dari Davin, membuatnya terus mencoba menghubungi nya.
Namun lagi dan Lagi Davin tidak ada jawaban.
Davin tidak menjawab nya,,
lebih baik aku menghubungi Nugraha.
Rendy mencari Nomor Nugroho dan menghubungi nya,,
" Halo Ren, Tumben Menelpon ada apa nih " Ucap Nugraha di seberang.
" Tidak kenapa, Apa kamu sibuk "
" Aku baru saja sampai Kantor, gimana gimana "
" Apa Saya bisa minta tolong "
" Tolong,, Soal apa Nih "
" Tentang Davin,
__ADS_1
Bela masuk Rumah Sakit, dia tidak mau makan ataupun minum obat sebelum Davin datang, Saya minta tolong Davin datang dan bujuk Bela.
Bela putri satu satunya Saya, dan Saya tidak mau terjadi sesuatu Dengan nya."
" Astaga,, Sakit Apa Bela Ren "
" Dia mencoba bunuh diri dan itu karena masalah dengan Davin,,
Saya mohon Ren, "
" Baiklah,, Saya akan bicara dengan Davin "
" Terima kasih ,, Saya benar benar minta tolong"
Rendy menutup telponnya,,
Dia berharap Davin bisa segera datang menemui Putri nya.
Rendy masuk ke dalam Kamar nya, Bela sudah tertidur.
" Pi,, kapan Davin bisa datang ke sini.
Mami tidak mau terjadi sesuatu dengan Bela "
Rendy memeluk istrinya,,
" Papi sudah bicara dengan Nugraha, mudah mudahan Davin bisa datang hari ini "
Mereka menatap Bela yang sudah terlelap,,
Wajahnya masih pucat, pergelangan tangan nya pun harus terus di ganti perbannya karena Bela yang terus berontak.
********
Kanaya berjalan keluar bersama Dita dan melihat Davin yang sudah berdiri di sana.
" Kak Davin " Ucap Kanaya membuat Davin tersenyum dan berjalan mendekat.
" Em,, Gue ke Toilet dulu deh kalian ngobrol " Ucap Dita yang tau jika diantara mereka sedang tidak baik baik saja.
Davin masih menatap wajah Kanaya yang masih terlihat kesal.
Kanaya menghela napas nya dan menatap Kekasihnya itu,,
" Bukannya Kakak harus ke Rumah sakit " Ucap Kanaya walaupun berat namun dia tidak mau egois.
Sebenarnya Papanya sudah menelepon nya, dan memintanya ke Rumah Sakit melihat kondisi Bela.
Davin tersenyum dan menggeleng,,
Tangannya langsung mengandeng Kanaya berjalan keluar.
Kanaya hanya diam dan mengikuti langkah kekasih nya hingga sampai di Parkiran.
Apa maksud Kak Davin,,
Malam ini adalah pesta Ulang tahun aku, apa Kak Davin malah akan menemani Bela di Rumah Sakit.
Kanaya Pliss jangan egois.. Batin Kanaya menatap Kekasihnya yang sedang memasangkan Sealbeth pada tubuhnya seperti biasa.
Davin tidak berucap dan malah melajukan mobilnya keluar Parkiran.
Tidak ada obrolan di dalam mobil, mereka sama sama dalam pikiran masing masing.
Davin sibuk dengan stir nya sementara Kanaya sibuk dengan pikirannya sendiri.
Hingga tanpa terasa mobil masuk ke dalam halaman rumah Kanaya.
Untuk pertama kalinya, Davin tidak menanyakan jika Kanaya ingin pergi kemana seperti biasanya Davin selalu tanya mau makan apa atau hanya sekedar pergi kemana.
Kanaya tau jika sebenarnya Davin akan ke Rumah Sakit hingga dia langsung mengantar nya pulang.
" Aku masuk dulu Kak, Kakak Hati hati " Ucap Kanaya langsung membuka pintu Mobilnya.
Davin hanya terus menatap kekasihnya itu tanpa menjawab.
Kanaya langsung masuk ke dalam rumah nya tidak lagi menoleh ke arah Davin.
Suara mobil keluar membuat Napas Kanaya berat, namun dia harus tau kondisi saat ini dan untuk mengalah itu akan lebih baik.
Davin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia tidak mau membuat kekasih nya salah paham ataupun mendiami nya seperti saat ini namun jika dia tidak pergi ke Rumah Sakit masalah ini tidak akan selesai.
Davin menghela napas nya dan melaju lebih cepat, dia akan menyelesaikan masalah ini sekarang.
*********
Sementara Hari semakin Sore,,
__ADS_1
Kanaya masih menatap dirinya di depan Cermin dengan gaun berwarna Lilac dengan Rambut yang di urai Curly sungguh membuatnya tampak semakin cantik.
Pesta Ulang tahun Kanaya malam ini, semua sudah di persiapkan dengan sangat bagus.
Ceklek,,
Nia berjalan menghampiri Putrinya,,
" Hai Sayang,, Kenapa malah melamun ini Hari spesial Untuk kamu "
Kanaya menoleh dan tersenyum,,
Memang ini Hari spesial Untuk nya, Namun apa di hari spesial ini kekasih nya akan datang menemani nya atau malah tidak.
" Teman teman kamu sudah banyak yang datang, kita turun sekarang."
Kanaya mengangguk dan meletakan ponselnya di atas Meja rias.
Nia menggandeng tangan Kanaya turun melewati tangga dan semua mata tertuju pada kecantikan Kanaya malam ini.
" Cantik sekali Adik Kakak ini " Ucap Revan yang langsung menghampiri nya.
Kanaya tersenyum dan memeluk lengan Revan.
Matanya terus menatap semua teman yang datang namun tidak terlihat Davin di sana. dia pun menghela napasnya.
" Nay,, " Ucap Dita mengulurkan tangannya dan Kanaya membalas nya dengan senyuman.
Kue tar tinggi berwarna putih terlihat di depan, Kanaya berdiri di sana bersama Robi, Nia juga Revan.
" Mom,, Tunggu sebentar lagi ya Kak Davin belum datang " bisik Kanaya .
" Loh belum datang,, Ya sudah kita tunggu sebentar lagi."
Kanaya berharap jika Kekasih nya datang malam ini.
Detik, menit hingga sekitar setengah Jam Davin pun belum terlihat di sana membuat Kanaya memutuskan untuk memulai Acara nya.
semua menyanyikan lagu ulang tahun untuk wanita cantik yang berdiri di depan.
Hingga Kanaya meniup Lilin pun Davin belum juga terlihat.
" Yeee.. selamat ulang tahun Kanaya..
Em,, kira kira potongan Kue pertama akan di berikan kepada siapa nih ?"
Semua menatap Kanaya yang memotong kue tarnya,
Mata Kanaya menatap dimana Nia tersenyum kearahnya,,
Dia pun berjalan menghampiri dan memberikannya,,
" Terima kasih Sayang,,
Happy birthday Putri kesayangan Mommy " Ucap Nia memeluk Kanaya.
" Thanks Mom "
Dan potong ke dua Kanaya berikan kepada Robi,,
" Happy Birthday Anak Daddy,,
I Love you "
" I Love you Too Daddy "
Kanaya sebenarnya ingin memberikan Potongan kue ke tiga nya untuk Kekasih nya, Namun Davin belum juga datang hingga dia memberikan nya kepada Revan.
" Selamat Ulang tahun De "
Kanaya tersenyum dan berharap jika Davin akan datang namun hingga malam semakin larut, Semua teman temannya pun menikmati makanan yang ada di sana membuatnya sedih.
Kanaya berjalan dan duduk di tepi Kolam renang yang bertuliskan Selamat ulang tahun Kanaya .
Seharusnya aku tidak seperti ini,,
ini hari ulang tahun aku, seharusnya aku gembira dan tidak boleh bersedih seperti ini.
Kanaya memejamkan matanya dan menghela napasnya dalam,,
***************
Hai.. Hai..
Happy New Year guys..
Mudah ²an di tahun baru ini di tahun 2023 kita semakin di mudahkan semua urusan kita, semakin baik dari tahun sebelumnya..
__ADS_1
aamiin..