You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 57


__ADS_3

Hari berganti Hari berjalan dengan indahnya seperti hubungan Kanaya bersama Davin yang tampak semakin romantis apalagi sudah tidak ada lagi orang yang menggangu hubungan mereka.


Bela sudah pindah ke Luar negeri bukan hanya untuk melupakan Davin namun juga untuk mengejar cita citanya menjadi seorang desainer.


Ulah yang dia lakukan semasa di Jakarta membuat nya tidak bisa di terima di Kampus mana pun hingga membuatnya harus terbang ke luar negeri.


Siang ini,,


Kanaya tampak bingung dengan sikap Davin yang mengajaknya, padahal hari ini tidak ada Kuliah.


beberapa kali Kanaya menanyakan mereka akan kemana namun Davin hanya membalas nya dengan senyuman yang selalu saja menampilkan wajah tampan nya.


" Kak, Kita mau kemana sih?"


Davin menoleh dan hanya mengusap wajah cantik kekasih nya itu yang tampak penasaran.


Hingga Mobil memasuki Kawasan Perumahan elit dan Mobil berhenti tepat di depan sebuah Gerbang tinggi tidak berapa lama terlihat penjaga yang langsung membuka gerbang.


Mobil kembali melaju masuk dan berhenti tepat di depan sebuah rumah mewah yang tidak jauh beda dengan rumah nya.


Kanaya mengernyit dan semakin di buat bingung, sebenarnya rumah siapa ini dan kenapa Davin mengajak nya ke sana.


" Ayo Sayang " Titah Davin membuka pintu mobil dan mengulurkan tangannya.


Kanaya mengangguk,,


Di tatapnya bangunan rumah yang tinggi dan mewah.


Langkah nya mengikuti Langkah Davin hingga sampai di depan pintu namun Kanaya menahan tangan nya membuat Davin menoleh.


" Ini rumah siapa Kak, terus kenapa kita ke sini "


Davin menghela napas nya dan berbalik menatap wajah Kanaya.


" Setelah masuk, Kamu pasti akan tau "


Davin kembali mengandeng tangan Kanaya masuk.


Matanya menatap ruang tamu yang sangat luas dan megah.


" Dave,, itu Kamu pulang"


Deg.


Jantung Kanaya seakan berhenti saat mendengar suara seseorang.


Terlihat seorang wanita cantik berjalan menuruni anak tangga.


Tak,,


Tak,,


Tak,,


Kanaya menatap wanita paruh baya yang berjalan mendekat, wajah yang tidak asing baginya, wanita yang pernah bertemu dengannya.


Begitu dengan Hana yang tampak kaget dengan adanya Kanaya di sana.


" Sayang, Kamu,- " Ucap Hana langsung menghampiri nya.


" Tante "


Davin menautkan kedua alisnya bingung,,


" Ma,"


" Dave, Jadi Gadis cantik ini Pacar kamu " Ucap Hana, Davin hanya mengangguk dengan wajah yang masih Bingung.


Hana langsung memeluk Kanaya,,


Perempuan yang langsung dia sukai saat pertama bertemu, perempuan yang membuatnya langsung jatuh hati.


" Tante apa kabar,, " Ucap Kanaya saat Hana melepaskan pelukannya.


" Baik Sayang,, Tante senang bisa ketemu kamu lagi Sayang"


Davin memijat pelipisnya,,


Jadi mereka sudah saling mengenal.


" Kita duduk ya "


Kali ini bukan Davin yang mengandeng tangan Kanaya melainkan berganti Hana yang langsung membawa calon menantunya ke ruang tengah.


" Mbak,, Tolong buatkan minum sama Cemilan yang baru saya buat ya"


" Baik Nyonya "


Davin mengikuti mereka dan duduk di hadapan mereka yang tampak begitu akrab.


" Jadi Tante pernah cerita sama Davin saat kita ketemu di supermarket, Dan waktu itu Tante bilang kalau Davin belum punya Pacar mau Tante jodohkan tapi Tuhan berpihak dengan keinginan Tante. Tante senang karena Kamu lah yang menjadi pacar Davin Sayang "


Kanaya tersenyum,,


Betapa senangnya, hubungan nya langsung di restui orang tua Davin.


Davin yang sedari tadi hanya menatapnya pun menghela napasnya dan beranjak bangun.


" Dave, Mau kemana "

__ADS_1


" Kamar Ma, Mama Ngobrol aja sama Kanaya..


Sayang,, Aku ke kamar ya "


Kanaya tersenyum dan mengangguk,,


Dia tersenyum melihat kekasihnya yang tampak kesal.


" Oya, Kamu harus mencicipi cemilan yang baru Tante buat "


Hana langsung mengambil toples berisi cemilan untuk Kanaya mencicipi nya.


" Enak Tante,,


Tante buat sendiri, ?"


" Ya,, karena Davin jarang di rumah apalagi Papanya Sibuk di kantor ya Sudah Tante bikin Cemilan deh."


Sementara Kedua wanita sibuk dengan obrolan mereka,


Davin berada di kamarnya membuka Laptopnya dan melihat email masuk dari Papanya.


Davin sudah harus membantu orang tuanya di Perusahaan apalagi dia adalah Anak tunggal.


Beberapa hari yang lalu,,


Nugraha memang sudah membicarakan semua dengan Putra nya Davin untuk memintanya terjun ke Perusahaan apalagi Davin sudah hampir lulus Kuliah.


Davin tampak menatapnya dengan teliti, Davin yang notabene adalah Mahasiswa pintar tidak akan sulit mempelajari semua nya.


Derrt,


deret,


Matanya melirik dimana benda pipih yang dia letakan di samping Laptop.


Panggilan masuk dari Gilang.


" Ya Lang "


" Vin,, Dimana Lo "


" rumah, kenapa "


" Cafe dong,, Rame nih kumpul semua "


Davin menyandarkan tubuhnya pada tepi sofa.


" Sorry kayaknya gue gak bisa deh "


" Gak asik Lo, kenapa sih *


" Kanaya lagi di rumah gue "


Fine,, terusin deh pasti lagi ngobrol serius ya "


Davin hanya menggeleng dan tersenyum tipis,,


" Ngaco ,, Kanaya aja baru pertama ke rumah "


" Yeee,, Emang Lo gak mau serius sama Kanaya ..


Gue Pepet Kanaya baru tau rasa Lo "


" Silahkan aja kalo Lo gak mau kehilangan nyawa Lo"


Tidak terdengar suara Dari Gilang membuat Davin kembali menggeleng,,


" Merinding gue Lo bilang gitu,


Ya Udah deh Lo lanjut dulu, Sorry gue ganggu "


Davin menutup telponnya dan kembali menatap Laptop.


Di ruang tengah,,


Hana tampak asik ngobrol dengan Kanaya, gadis cantik dan baik hati.


" Jadi Kamu juga anak tunggal, Sama dengan Dave"


" Oya Tante,, "


" Ya sebenarnya dulu Dave akan memiliki adik, tapi Karena sesuatu membuat Tante harus kehilangan Calon Adik Dave"


Kanaya tersenyum dan mengusap punggung tangan calon mertuanya.


" Maaf Maaf ya,, Tante jadi sedih gini "


" Gapapa Tante "


Mereka terus mengobrol hingga lupa waktu, Kanaya menatap Jam yang ternyata sudah pukul 5 sore.


" Sudah sore Tante, Nay ijin pulang dulu ya "


" Yah ,Tante masih ingin ngobrol sama kamu Sayang, Tapi gapapa asal kamu sering sering datang ke rumah ya Sayang "


" Iya Tante,, "


Kanaya mencari Davin yang tidak keluar kamar nya,,

__ADS_1


" Seperti nya Davin masih di kamarnya, Kamu mau ke sana Sayang "


" Em, boleh Tante "


" Boleh,, Itu kamar Dave ya kamu susulin ke sana"


Kanaya tersenyum dan mengangguk,,


Ragu rasanya dia menuju kamar laki laki namun, dia pun tidak mungkin hanya menelpon atau mengirimkan Chat kepada kekasih nya jika akan pulang.


Kanaya berjalan naik hingga sampai di depan pintu kamar Kekasih nya.


Tok,,


Tok,,


Tok,,


" Masuk "


Terdengar suara dari dalam ,,


Ceklek,,


Kanaya membuka pintu,, Di tatapnya kamar yang lumayan luas namun tidak terlihat Davin di sana.


" Kak Davin,, "


" Masuk Sayang "


Dengan langkah pelan,,


Kanaya mencoba masuk, senyuman terukir saat melihat laki laki yang tengah berdiri dengan tangan yang masih memegang handuk.


Davin baru saja selesai mandi terlihat dari rambutnya yang masih basah.


Davin tersenyum dan berjalan menghampiri kekasih nya,,


" Sudah selesai ngobrol sama Mama "


" Eum,,


Sudah sore, Aku mau pulang "


Davin mengangguk dan mengusap pucuk rambut kekasih nya.


" Sebentar ya "


Kanaya menatap Kekasihnya itu,,


Davin tampak semakin tampan dengan rambut yang di biarkan basah dan berantakan.


Jantung nya pun berdetak lebih cepat daripada biasanya.


Davin mengeryit saat melihat pantulan Kanaya dari cermin yang terlihat hanya berdiri menatap ya.


" Sayang,,


Ada apa Hem "


" Em,, Gapapa Kak,, A_ aku tunggu di bawah ya " Ucap Kanaya langsung berjalan keluar.


Davin menautkan alisnya Bingung,,


Dia pun menggeleng dan mengambil jaketnya di dalam lemari tidak lupa dengan Kunci Mobil nya.


Kanaya memegang jantung nya yang tidak aman saat ini.


Masuk ke dalam kamar laki laki untuk pertama kalinya dan melihatnya baru selesai mandi.


Kanaya menggeleng dan berjalan turun,,


" Ada Sayang Davin nya " Ucap Hana


* Ada Tante "


Tak,,


Tak,,


Tak,,


Tidak lama Davin terlihat turun dengan sudah memakai jaketnya jeans biru muda dengan celana panjang hitam nya.


" Janji Lo sering sering main Sayang "


Kanaya tersenyum dan mengangguk,,,


" Nay pulang dulu ya Tante " Pamit Kanaya mencium punggung tangan Hana.


" Iya Sayang,, .Hati hati ya "


Hana memeluk Kanaya dan mengecup pipinya,,


Kanaya tersenyum dan berjalan keluar.


" Dave, Anterin Kanaya dulu ma "


" Hati hati Nak "

__ADS_1


Davin mengangguk dan berjalan keluar bersama Kanaya.


Hana tersenyum dan menatap mereka hingga tidak terlihat.


__ADS_2