
Davin menghela napas nya saat Bela lah yang menghubunginya.
untuk apa lagi dia berani menelponnya,,
" Ada apa lagi Lo menelpon" Ucap Davin yang sudah sangat marah dengan sikap Bela.
" Vin,, Gue minta Maaf gue khilaf "
" Gue peringatkan sama Lo, jangan pernah lagi Lo ganggu Kanaya."
Davin menutup telponnya dan berjalan masuk,
bahkan ponselnya pun sengaja dia non aktifkan agar Bela tidak lagi menghubungi nya.
*********
Keesokan Harinya,,
Davin berjalan turun dan terlihat kedua orang tuanya yang sudah berada di meja makan.
" Sarapan dulu Dave " Ucap Hana menatap Putrinya.
Davin mengangguk dan menarik kursi makannya,,
* Dave, Papa mau bicara .
Apa yang terjadi semalam di Pesta Ulang Tahun Bela. Kenapa Orang tua Bela meminta bertemu untuk bicara masalah ini."
Davin menghela napas nya,,
" Benar Dave,, Bela juga menelpon Mama pagi pagi sekali. cerita sebenarnya apa yang terjadi sih"
" Dave datang ke pesta Bela bersama Kanaya, Tapi kedatangan kita tidak di sambut baik oleh Bela bahkan Bela sampai menyiram Kanaya dengan minuman. "
" Kanaya,, siapa dia "
* Pa, Ma, Kanaya adalah wanita yang Dave sukai dan Bukan Bela."
Hana tersenyum,,
" Apa perempuan yang selalu kamu ceritakan sama Mama "
Davin mengangguk,,
" Ya Sudah Papa akan bicara ini dengan Orang tua Bela nanti."
" Iya Pa "
" Sekarang makan dulu "
Davin mengambil Nasi goreng masakan Hana dan menikmati nya.
_______
Di rumah lain,,
Kanaya merasa tidak enak dengan hidungnya, semenjak semalam dia terasa seperti Flu kepala nya pun terasa pusing.
" Sayang,, Mommy masuk ya "
" Iya Mom "
Nia masuk dan menghampiri Putrinya yang sedang bersiap
" Mommy kiran belum bangin,, "
Kanaya menoleh dan tersenyum,,
" Loh sayang,, Hidung kamu kenapa "
Kanaya mengusapnya
" Gapapa Mom, Nay sepeda mau Flu "
" Kamu istirahat saja ya, gak usah kuliah dulu hari ini "
Kanaya tersenyum dan menggeleng,,
" Nay gapapa Mom,, Minum yang anget pasti sembuh."
Nia menempelkan tangannya pada kening Kanaya Yang sedikit demam.
" Kamu demam Sayang,, Kamu istirahat saja ya"
" Tapi Mom,, hari ini Nay ada Ujian dan Nay janji setelah selesai Nay akan pulang."
Nia terdiam,,
__ADS_1
" Janji sama Mommy *
" Eum "
Mereka pun berjalan turun, sementara Robi sudah terlihat di meja makan dengan menikmati Kopi hitamnya.
" Morning Daddy " Sapa Kanaya membuat Robi menoleh."
" Morning Sayang "
Kanaya tersenyum dan menarik kursi makannya,,
Mereka menikmati sarapan pagi dengan tidak ada obrolan dan hanya terdengar suara garpu juga sendok.
Tidak lama terdengar suara mobil Davin,
Setelah mereka pacaran Davin lah yang kini antar jemput Kanaya.
" Maaf Tuan, Nyonya di luar ada Mas Davin "
" Oya Bik,, Makasih " Ucap Nia
Kanaya tersenyum dan meneguk susu nya,,
" Dad, Mom,, Nay berangkat dulu " Ucap Kanaya mencium pipi kedua orang tuanya.
Baik Robi ataupun Nia hanya menggeleng melihat tingkah putrinya.
" Hai Kak " Ucap Kanaya .
Davin menoleh dan tersenyum, Namun matanya menuju sudut bibir Kanaya yang masih tersisa susu.
Davin tersenyum dan mengusap sudut bibir nya,,
" Eh,, Maaf Kak "
Kanaya langsung mengusap bibirnya,,
Malu rasanya dengan tingkah konyol dirinya..
" Berangkat sekarang" Ucap Davin dan Kanaya mengangguk.
Mereka pun masuk ke dalam mobil.
********
Bela berjalan keluar dengan sudah memakai pakaian Rapi.
" Bela,, "
Bela tidak mendengarkan dan malau melajukan mobilnya keluar rumahnya.
Bela berniat untuk menemui Davin,
Dia tidak mau jika Davin terus menghindarinya apalagi mereka jadi jauh seperti saat ini.
Semua ini Karena Kanaya,,
Davin jadi menjauhi aku dan benci dengan aku.
Bela semakin kencang melajukan mobilnya..
Davin baru saja sampai di parkiran Kampus, Dia menatap wajah Kanaya yang masih diam.
" Hei,, kenapa Hem * Ucap Davin mengusap pipi Kanaya .
* Tunggu,, Badan kamu * Lanjut Davin saat merasakan Tubuh Kanaya yang sedikit Demam.
Kanaya tersenyum dan menggeleng..
" Gapapa Ka "
" Tapi Sayang,, harusnya kamu tidak usah berangkat dulu dan istirahat. Atau kita pulang ya"
" Aku ada Ujian Kak, Dan aku bener gapapa kok "
Davin menghela napas nya,,
" Tapi jika badan kamu tidak enak bilang Oke"
" Eum,, Iya Kak *
Davin mengusap pucuk rambut Kanaya dan mereka keluar mobil.
Bersama dengan itu, Mobil Bela masuk dan parkir tepat di samping Mobil Davin.
" Bela " Lirih Davin yang sangat tau Mobil milik Bela
__ADS_1
Kanaya menoleh , Bela keluar dan segera berjalan menghampiri mereka.
" Mau apa Lo ke sini "
" Vin, Pliss dengerin gue semua sama sekali tidak seperti yang Lo lihat, semua ini karena Wanita itu seharusnya dia tidak datang di pesta semalam bahkan gue sama sekali tidak mengundang nya."
Davin menggeleng,,
" Dan Lo,, Lo tau Davin mau tunangan sama gue tapi Lo tetap deketin dia, Dasar Cewek Murahan."
" Tutup mulut Kamu Bela "
* Memang benar Kan Vin, Karena dia Lo batalin pertunangan kita. "
Kanaya terdiam,,
Dia merasa pusing , bayangannya bahkan mulai kabur.
" Astaga Sayang" Ucap Davin yang segera menompang tubuh Kanaya .
Davin tidak menghiraukan Bela, dia kembali membopong Tubuh Kanaya masuk ke dalam mobilnya.
Dia akan segera membawa Kanaya ke Rumah Sakit.
wajah Kanaya terlihat sangat pucat membuat Davin sangat khawatir.
Bela mengepalkan tangannya,,
Kanaya. sudah sangat membuat nya marah apalagi membuat hubungan nya dengan Davin jauh.
" Bela, Lo ngapain di sini " Ucap Revan yang baru saja sampai.
" Bukan urusan Lo "
Bela langsung masuk ke dalam Mobil nya dan melaju pergi.
" Revan, Lo gak tau kalau Kanaya pingsan *
* Maksud Lo gimana, Kanaya pingsan.*
* Gue gak tau pasti, tiba tiba Kanaya pingsan dan langsung Davin bawa ke Rumah Sakit."
Revan masuk ke dalam mobil dan melaju Keluar, dia khawatir terjadi sesuatu dengan Adik nya.
Sudah beberapa hari dirinya tidak masuk Kuliah karena harus berada di Perusahaan.
Davin menunggu Kanaya yang sedang di periksa Dokter,,
Derrt,,
Revan menghubungi nya, membuat Davin segera menjawabnya..
" Gimana keadaan Kanaya Vin, "
" Masih di periksa dokter."
" Gue ke sana sekarang."
Davin menutup Telponnya dan menatap pintu yang masih tertutup.
Davin mengusap wajahnya Kasar,,
Bela sudah sangat keterlaluan membuat Kanaya terus masuk Rumah Sakit.
Revan langsung mencari keberadaan Davin, dia berlari menyusuri Lorong Rumah Sakit hingga melihat Davin duduk di sana.
" Vin, gimana Kanaya "
Davin menoleh dan menggeleng,,
" Sebenarnya apa yang terjadi,, Kenapa Adik gue bisa pingsan"
Davin terdiam dan menceritakan semuanya,,
" Breng*** Bela, Gue gak akan pernah Biarkan Bela hidup tenang jika terjadi sesuatu dengan Kanaya."
Ceklek,,
Pintu terbuka membuat mereka lakukan mendekat.
" Bagaimana keadaan Adik Saya Dok." Ucap Revan .
" Tidak ada yang perlu di Cemaskan, Pasien hanya mengalami Anemia. Setelah infusnya habis Pasien bisa pulang."
" Syukurlah,, Apa kami bisa melihat nya Dok " Lanjut Davin.
" Silahkan,, "
__ADS_1
" Terima kasih Dok."
Davin juga Revan segera masuk ke dalam dan terlihat Kanaya yang sudah sadar dengan tangan yang terpasang infus.