You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab74


__ADS_3

Lidia melempar tasnya,


Dia tidak menyangka jika mereka adalah saudara, semua impiannya membuat Davin menjauhi Kanaya gagal.


" Tenang Lidia, Kamu bisa mendapatkan Davin."


Dia pun tampak memikirkan sesuatu.


Davin memijat pelipisnya,,


Lidia sudah keterlaluan dan berani menuduh Kanaya seperti itu.


Tangannya langsung mengambil gagang Telp dan langsung tersambung ke bagian Resepsionis.


" Selamat Pagi Mas Davin, ada yang bisa Saya bantu"


" Lain Kali, jangan pernah biarkan siapapun masuk ke dalam ruangan Saya tanpa persetujuan Saya." Ucap Davin langsung menutup Telponnya.


Dia tidak mau kejadian seperti ini kembali terulang, apalagi Lidia sudah berani masuk ke dalam ruangannya di saat dirinya tidak ada.


******


Di Kampus..


Kanaya tampak menikmati jus Mangga, dengan tangannya bermain ponsel.


Dita masih memesan makanan.


" Hai Kanaya, gue boleh gabung " Ucap seseorang membuat Kanaya menoleh.


Siska berdiri dan tersenyum menatapnya.


" Kak Siska."


Siska langsung duduk di depan Kanaya dengan membawa minuman nya.


" Ada apa ya Kak " Ucap Kanaya bingung.


" Em, gapapa Kok gue cuma mau gabung..


Gapapa kan gue duduk di sini bareng Lo."


Kanaya mengangguk,,


Dia heran dengan sika Siska, tidak biasanya seperti itu walaupun sebelumnya Siska sudah meminta maaf kepada nya namun dia merasa jika Siska memiliki niatan mendekati nya.


" Nay Lo,-

__ADS_1


Lo ko Lo di Sini " Ucap Dita yang baru datang dan melihat adanya Siska di sana"


" Hai,, Gue gabung di sini ya. Kanaya Juga boleh Kok"


" Nay Lo,-


" Duduk Dit" Ucap Kanaya bergeser duduknya"


Dita menghela napasnya dan duduk di samping Kanaya.


Sebenarnya dia tidak suka dengan Siska, Apalagi sikap Siska yang sudah selalu berbuat jahat kepada Kanaya dulu.


" Kalian pasti masih marah sama gue soal dulu, semua itu karena Bela, dia yang udah minta gue jahatin Kanaya padahal gue udah nolak tapi Bela ngancem gue"


Dita menggeleng,,


" Tapi Lo harusnya bisa nolak dan Lo tau apa yang Kalian lakuin udah buat Kanaya masuk Rumah Sakit"


" Gue tau, Makanya Gue minta Maaf sama Kanaya.


Lo mau Kan Maafin gue Nay." Ucap Siska menggenggam tangan Kanaya.


Kanaya bingung,,


" Aku udah maafin Kok " Ucapnya menarik tangannya.


" Cincin itu, apa Kanaya sudah tunangan dengan Davin." Batinnya.


Revan baru saja masuk Kantin bersama Gilang dan Teman-teman nya.


" Tunggu itu Siska dia kenapa di sana." Cegah Gilang membuat Revan menatapnya.


Revan menatapnya,,


Dia langsung menghampiri Kanaya.


" De, ikut Kakak " Ucapnya mengandeng tangan Kanaya.


Kanaya beranjak bangun dan mengikuti Dita, namun Revan Lupa dengan Dita.


" Em, Lo Dita kan ikut gue " Ucapnya membuat Dita menautkan alisnya namun juga beranjak mengikuti nya.


Revan membawa Kanaya ke meja lain, mereka duduk di sana membuat Siska kesal dan menahan emosi nya.


Jika hanya Kanaya, dia bisa mengerti tapi Dita, mereka bukan siapa-siapa dan kenapa Revan juga mengajak Dita.


" De, Kakak minta Jangan dekat dengan Siska lagi Oke"

__ADS_1


" Tapi bukannya Kak Siska sudah minta Maaf Kak."


" Tapi Kakak tau bagaimana Siska."


Kanaya mengangguk,,


Dita yang berada di sana pun tampak diam, untuk pertama kalinya dia bergabung dengan cowok-cowok tampan kampus walaupun tidak adanya Davin di sana.


Rasanya seperti mimpi.


" Dit, kamu kenapa " Ucap Kanaya menatap Dita membuat semua ikut menatapnya.


" Gu- gue gapapa Kok "


Revan menatap Dita membuatnya langsung terdiam dan menunduk.


Entah mengapa jantungnya berdetak tidak karuan dengan tatapan Revan kepadanya.


" Buset,, kenapa jantung gue jadi gini sih.


Lagian itu Kak Revan kenapa natap gue ke gitu lagi,


bikin jantung gue gak aman aja deh." Batin Dita.


Gilang menautkan alisnya,,


" Woi,, Kenapa muka Lo " Ucapnya membuat Dita kaget.


" Biasa aja dong. " Kesal Dita membuat Gilang membulatkan matanya.


" Udah- udah apa sih, Mending kita pesen makan deh gue traktir." Ucap Revan


" Wow.. Ini baru Bikin seneng."


Revan menggeleng,,


Dia memang selalu mentraktir teman-temannya, kalaupun tidak adan Dirinya Davin pun sering sama.


Siapa yang tidak tau dengan latar belakang Revan, Davin Juga Kanaya.


Mereka merupakan anak dari keluarga ternama dan berpengaruh di Jakarta.


Gilang langsung memesan makanan juga minuman, begitu pun dengan semuanya.


Kanaya mengambil ponselnya yang bergetar,


Senyuman terukir saat membaca pesan dari Calon Suaminya.

__ADS_1


__ADS_2