
Kanaya menoleh saat mendengar seseorang memanggil nya bahkan suara yang tidak asing baginya, matanya membulat senyuman terukir saat melihat Revan berdiri menatapnya dengan senyuman di wajahnya.
" Kak Revan " Ucap Kanaya langsung beranjak dan memeluk Kakak Laki -lakinya.
Sudah sangat lama mereka tidak bertemu membuat Kanaya merasa begitu merindukan Revan begitupun sebaliknya.
Revan memeluk erat Kanaya dan mengecup pucuk rambut nya.
" Bagaimana kabar kamu De " Ucap Revan saat Kanaya melepaskan pelukannya.
" Baik sangat baik,,
Kak Revan kapan balik dan kenapa tidak kasih tau
aku"
Revan tersenyum,,
" Bagaimana bisa,, Memangnya begitu rindu dengan Kaka Hah "
Kanaya kesal dan melepaskan tangannya membuat Revan semakin gemas dan mengacak pucuk rambut panjang Kanaya yang sengaja di urai lurus.
" Dimana Davin "
Kanaya menghela napasnya,,
Sejak semalam saja Davin sama sekali tidak memberi kabar kepadanya, semua pesan pun tidak ada balasan.
" Gak tau " Ucap Kanaya lemas.
Davin menautkan kedua alisnya,,
Bagaimana bisa, setahu dirinya baik Davin ataupun Kanaya sama- sama bucin dan hari ini mereka tidak bersama padahal Revan sengaja datang ke Kampus.
" Wait,, Kalian baik- baik saja kan De "
Kanaya kembali duduk, dia pun memikirkan sikap Davin yang berubah atau karena wanita kemarin saat di Cafe.
" Apa Kak Davin punya pacar lagi " Lirih Kanaya
" Hah " Kaget Revan.
Dia sangat tau bagaimana Davin, dia akan mencintai wanita yang sudah menjadi kekasih nya dan tidak akan melirik ataupun tergoda dengan wanita lain.
__ADS_1
" Maksud kamu gimana sih De "
" Entahlah Kak, Dari semalam Kak Davin gak ada kabar bahkan semua Chat aku gak ada Yang di bales."
Revan menghela napasnya,,
" Gimana kalau kita jalan atau kamu mau Es Krim "
Kanaya menggeleng,,
" Apa seperti ini menyambut Kakak yang baru saja pulang Hem "
Kanaya menatap Revan,,
" Temani Kakak makan mau, Kakak belum makan dari semalam."
" Hah, kenapa bisa sih Kak ..
Sekarang kita makan, Aku temani Kakak ."
Revan tersenyum..
Sebenarnya dia sedikit berbohong untuk bisa menghibur Kanaya saat ini.
Mereka masuk ke dalam mobil dan Revan segera melajukan mobilnya menuju salah satu Restoran tempat biasa mereka makan.
Lidia yang merasa kesal dengan sikap Davin pun terus mengumpat, dia bahkan terus bicara untuk segera membuat Davin mencintai nya.
" Kamu Lihat saja Dave, bagaimana bisa kamu menolak wanita seperti aku." Gumam Lidia percaya diri.
Dia pun keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam salah satu restoran.
Dengan memilih meja pojok, Lidia memesan minuman untuk menghilangkan rasa kesalnya.
Suasa Restoran yang tidak begitu ramai membuat nya merasa lebih baik dan juga Coklat hangat untuk memperbaiki mood nya.
Namun matanya memicing saat melihat seseorang yang dia kenal.
" Tunggu, itu bukannya Kanaya pacar Davin tapi dia bersama laki - laki lain."
Kanaya yang memang baru saja datang langsung menuju salah satu kursi bersama Revan.
Siapa pun yang tidak mengenal mereka akan berpikir jika keduanya memiliki sebuah hubungan karena bagaimana sikap Revan yang sangat perhatian kepada Kanaya.
__ADS_1
" Jadi mau pesan apa De " Ucap Revan dengan menatap beberapa menu di sana.
" Terserah Kakak "
Revan mengangguk dan memesan dua makanan dengan minuman yang sama.
Kanaya masih tampak diam, Revan tidak tau jika ada masalah apa antara keduanya namun yang pasti itu hanya salah paham saja dan bukan masalah serius.
" Kakak yakin Davin tidak seperti yang kamu pikirkan, Kakak sangat kenal dengan Davin ."
Kanaya menatap Revan namun tetap diam, hingga pesanan mereka datang.
" Lupakan semua dulu, sekarang kita makan dulu oke"
Kanaya mengangguk dan menikmati nya.
Sementara di meja lain tampak senyuman terukir di wajah Lidia kala berhasil mendapatkan beberapa foto dimana Kanaya tampak bermesraan bersama Revan.
" Dengan memberikan semua foto- foto ini kepada Davin, aku yakin Davin akan membenci Kanaya dan dengan mudahnya aku bisa masuk ke dalam hatinya."
Lidia menyimpan ponselnya dan beranjak pergi.
******
Hari semakin sore,,
Davin yang baru saja menyelesaikan semua pekerjaan nya pun meregangkan otot-otot nya,,
Dia menatap ponselnya yang sedari tadi diam, pesan masuk dari Revan membuat nya menautkan kedua alisnya.
Revan menanyakan ada apa sebenarnya antara dirinya dengan Kanaya, hari ini Kanaya tampak sedih dan tidak seperti biasanya.
" Maaf sayang,,
Aku harus melakukan nya, walau sebenarnya aku pun begitu tidak kuat dengan hubungan kita yang seperti ini, tapi aku harus bisa menahan rindu hingga malam nanti."
Revan tersenyum dan beranjak bangun setelah membereskan meja kerjanya.
Dia pun berjalan keluar.
Malam ini dia harus bersiap untuk datang ke rumah Kanaya dan untuk melamar kekasih nya.
Kedua orangtuanya pun sudah setuju dan akan datang bersamanya.
__ADS_1
Sepasang cincin cantik nan elegan sudah Davin siapkan dengan insial nama di keduanya.
Davin sudah lama memesan cincin itu, dan baru hari ini lah dia akan melamar Kanaya kekasihnya.