You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 64


__ADS_3

Lidia sudah siap dan keluar dari Apartemen nya, hari ini dia terlihat begitu cantik dan segar.


Bagaimana tidak, dia akan bertemu laki laki yang sudah membuat nya tidak bisa tidur semalam karena terus teringat Wajahnya.


Namun walau dia merasa lelah, tapi tetap semangat setelah pagi tadi Asisten Davin menghubungi nya jika mereka akan bertemu.


Dengan penuh percaya diri,


Lidia tampil dengan kemeja putih di balut blazer hitam dan juga rok span hitamnya.


Sepatu High heels yang selalu dia pakai, Anting panjang dan rambut yang dia urai.


Penampilan yang tidak biasanya, Namun itulah Lidia saat akan bertemu dengan Davin .


Davin baru saja mengantar Kanaya sampai di Kampus nya, walau pun dia sibuk namun dia akan tetap selalu meluangkan waktu untuk kekasih nya itu.


" Jadi Kakak tidak bisa jemput sore nanti " Ucap Kanaya menatap wajah kekasihnya itu.


Davin tersenyum,,


" Jemput sayang, memangnya kenapa Hem "


Kanaya menggeleng,,


" Kalau Kakak sibuk gapapa, Biar nanti aku pulang naik tadi online atau bareng Dita."


" No,, Jangan pernah pulang naik taxi online"


Kanaya terkekeh,,


Selama ini Davin memang tidak pernah mengijinkan nya pulang sendiri.


" Baiklah,, Aku nurut deh " Ucap Kanaya terkekeh.


Davin mendekat membuat Kanaya terdiam, Wajahnya semakin dekat hingga sangat terasa hembusan napas di kulit wajahnya.


Kanaya memejamkan matanya saat sentuhan hangat dan lembut di bibir nya,,


Davin mengecupnya pelan.


Kanaya membuka matanya saat tidak lagi merasakan sentuhan.


" Belajar yang benar, Setelah semua selesai aku jemput Oke "


" Eum,, Kakak juga semangat"


Davin mengangguk dan keluar mobil, dia membuka pintu untuk kekasih nya turun.


" Bye Kak "


Davin terus menatap Kanaya hingga masuk ke dalam kampus, dia pun kembali masuk dan melajukan mobilnya.


Kanaya berjalan masuk,


beberapa teman teman menyapa nya..


" Hai Kanaya " Ucap Reyhan tersenyum.


Kebaya terdiam,,


Kenapa dimana mana selalu ada Reyhan, Apa dia penunggu Kampus hingga selalu muncul kapan saja.


Kanaya hanya tersenyum,,

__ADS_1


" Sorry Kak, gue duluan " Ucap Kanaya


" Gue lihat Davin sibuk sekarang "


Kanaya berhenti,,


" Mudah mudahan dia terus selalu ingat kalau dia punya pacar. "


" Maksudnya gimana ya Kak "


" Biasanya cowok bakal lupa sama ceweknya karena sibuk. "


Kanaya tersenyum dan menggeleng,,


" Gue kenal Kak Davin, dan gue percaya sama dia " Ucap Kanaya meninggalkan Reyhan Yang menatapnya dengan senyuman.


Entah senyuman apa yang di tampilkan Reyhan saat ini dan apa maksudnya.


Dengan kesal Kanaya masuk ke dalam kelasnya,dan sudah ada Dita di sana.


" Nay, Lo kenapa "


" Sebel aku tuh,, "


" Kenapa sih, Kak Davin ?"


" Kamu tau Reyhan ,, "


" Iya gue tau, memangnya kenapa ..


Dia kan terkenal pendiam banget dan hanya bicara kalau penting itu pun hanya sekata dua kata.


memangnya kenapa sih "


Dita tersenyum,,


" Makanya jadi cewek jangan kelewat cantik " goda Dita terkekeh.


" Ngaco Kamu "


Kanaya terdiam dan dia merasa harus lebih hati hati dengan Reyhan.


******


Davin baru saja sampai di Perusahaan nya,


Dia segera masuk dan sudah ada Lidia yang menunggu nya di dalam.


" Hai Dave, " Ucap Lidia tersenyum dan beranjak bangun saat Davin masuk ke dalam ruangannya.


Davin menatap Lidia yang menurutnya berlebihan.


" Gapapa kan kalau Saya panggil Nama karena saya pikir umur kita tidak bertaut jauh ."


" Saya rasa Anda berlebihan, Ini masalah kerjaan dan Saya rasa Anda tau maksud Saya."


Deg..


Senyum Lidia hilang seketika dengan jawaban Davin, namun dia sangat yakin jika suatu saat Dia bisa mendapatkannya.


" Silahkan duduk " Ucap Davin


Lidia tersenyum dan duduk di kursi nya berhadapan dengan Davin yang mulai fokus dengan pembahasan masalah kerjasama mereka.

__ADS_1


Tok,,


Tok,,


Tok,,


" Permisi Mas Davin, Ini berkas yang Anda minta "


" Terima kasih"


Walaupun Davin adalah anak dari pemilik perusahaan, namun semua karyawan hanya memanggil nya dengan sebutan Mas.


" Kita Cek Lokasi yang akan di bangun " Ajak Davin beranjak bangun begitu pun dengan Lidia.


Mereka berjalan keluar.


Dengan sangat sombong nya Lidia berjalan sejajar dengan Davin, walau langkah nya selalu tertinggal namun dia berusaha untuk bisa tetap berada di samping Davin.


Mereka sampai di Lobby,,


Tidak lama sebuah Mobil datang,,


Yes,, akhirnya gue bisa duduk berdampingan dengan Davin..


Astaga seperti mimpi.. Batin Lidia saat mereka akan masuk ke dalam mobil.


" Silahkan Mas " Ucap Asistennya membuka pintu depan mobil.


Davin bukannya duduk di jok belakang, namun dia malah duduk di kursi sebelah kemudi.


Membuat Lidia kaget.


". Silahkan Nona "


" Oya, terima Kasih."


Mobil melaju meninggalkan Perusahaan,


tidak ada obrolan di sana, padahal Lidia sudah membayangkan jika mereka akan duduk berdampingan dan saling mengobrol.


Namun nyatanya, Davin malah lebih memilih duduk di depan.


Sebuah Lapangan yang sangat luas,


Mobil berhenti di sana dan terlihat beberapa orang datang.


" Selamat datang Mas Davin, Bagaimana kabar Anda juga Tuan Nugraha."


" Papa Baik dan Saya juga Baik, bagaimana dengan Bapak juga keluarga Bapak "


" Alhamdulillah kamu sekeluarga Baik, Saya benar benar berterima kasih karena berkat kebaikan Mas Davin jug Tuan Nugraha kini istri saya sembuh dan Saya bisa bekerja untuk menghidupi mereka ."


Davin tersenyum dan mengusap bahu Laki laki paruh baya yang terlihat begitu menghormati Davin.


Sementara Lidia semakin kagum,,,


Bukan hanya tampan dan kaya, namun Davin juga memiliki hati yang sangat baik dan terlihat Jika Davin tidak sombong.


Benar benar paket komplit dan gak bisa gue biarin ,


Dia harus jadi milik gue, apapun caranya..


Lidia tersenyum dan terus menatap Davin yang tampak berbicara dengan orang orang di sana.

__ADS_1


Bahkan Davin tampak tersenyum, dan ini pertama kalinya Lidia melihat.


__ADS_2