You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 42


__ADS_3

Kanaya sudah bersiap karena Davin mengirimkan Chat jika dia sudah di jalan.


Dia menatap wajahnya di depan Cermin, tanpa make up dan hanya menggunakan bedak tipis membuat Kanaya terlihat sangat cantik.


" Cantik anak Mommy " Ucap Nia berjalan mendekat.


Kanaya menoleh dan tersenyum,,


" Maaf Nyonya, Di depan ada yang mencari Non Kanaya "


" Oya Bi,, Suruh tunggu sebentar"


" Baik Nyonya "


" Davin sudah sampai Sayang, kita turun "


Kanaya mengangguk dan berjalan turun, benar saja Davin sudah menunggu nya di ruang tamu.


Di saat bersamaan Davin Langsung beranjak bangun melihat Kanaya yang berjalan turun bersama Nia.


Kanaya terlihat sangat cantik.


" Malam Tante " Sapa Davin mencium punggung Nia


" Malam Vin, "


Davin menatap Kanaya yang tampak tersenyum,,


" Maaf Tante, Boleh kan Kanaya Saya ajak keluar "


Nia tersenyum dan mengangguk,,


" Kalian hati hati ya "


" Mom,, Nay keluar dulu ya "


" Ya Sayang "


Nia menatap mereka yang berjalan keluar, bahkan Davin selalu membuat Kagum dengan sikapnya yang sangat peduli dan perhatian dengan Kanaya.


Mobil melaju keluar dengan kecepatan sedang, Davin tidak mau menyiakan waktu bersama Kanaya.


" Kita mau kemana Kak " Ucap Kanaya membuat Davin melirik.


" Gak tau "


" Ih Kak, Kenapa gak tau coba "


Davin terkekeh,,


" Memangnya Lo mau kemana "


Kanaya tampak berpikir,,


" Dita bilang ada Pasar Malam, gimana kalau kita ke sana."


* Kita ke sana sekarang."


Kanaya mengangguk dan menatap malam yang tampak cerah, banyak bintang di langit sana.


Hingga mobil sudah terparkir,


Kanaya menatapnya, banyak orang jualan di sana bahkan sudah lama dia tidak pernah lagi datang ke tempat seperti itu.


" Yuk " Ajak Davin


Kanaya mengangguk, mereka berjalan masuk .


Mereka Langsung menuju wahana yang Kanaya pengin, Davin tampak terus menatap wajah Kanaya yang terlihat sangat bahagia dengan senyuman di Wajahnya.


" Apa Lo suka " Ucap Davin dan Kanaya mengangguk.


" Suka banget Kak, Makasih ya aku sudah lama banget gak pernah ke tempat seperti ini.


Davin mengangguk.


" Oya,, Lo tunggu di sini dan Jangan kemana mana"


" Kakak Mau kemana ?"


" Sebentar "


Kanaya menatap Davin yang pergi meninggalkannya, entah kemana dan untuk apa namun Kanaya menurut dan duduk di sana menatap sekeliling.

__ADS_1


Matanya kini menatap anak kecil yang terus menatap penjual gulali.


Kanaya tersenyum dan mendekati nya.


" Ade,, ngapain di sini"


" Gapapa Kak, "


Kanaya tersenyum dan mengusap rambut perempuan kecil itu.


" Apa Ade pengin beli gulali itu " Lanjut Kanaya dan perempuan itu pun mengangguk.


" Pa, Gulali nya satu ya "


" Siap Neng "


" Kakak Apa gulali nya boleh dua , Aku punya dua Adik di rumah "


" Oh Boleh dong, sebentar ya "


" Pa, dua lagi ya "


Kanaya membuka tasnya dan mengambil uang untuk membayar nya.


" Ini buat kamu, Terus ini buat Adik kamu "


" Makasih Kak "


" Sama sama Sayang "


Kanaya tersenyum menatapnya,,


Dia sangat beruntung memiliki keluarga yang berkecukupan dan masih banyak anak di luar sana yang tidak seberuntung dirinya.


" Kanaya " Ucap Davin yang sedari tadi melihat apa yang di lakukan ya.


Kanaya menoleh,,


" Maaf Kak tadi,-


Davin tersenyum,,


" Gue tau Kok, Oya Lo ikut gue " Ajak Davin mengandeng tangan Kanaya.


Namun senyuman terukir di wajahnya.


Davin mengajak Kanaya ke suatu tempat yang juga masih dalam satu lingkup pasar malam.


" Kak, " Ucap Kanaya saat menatap keindahan Kota Jakarta yang terlihat dengan banyaknya lampu yang menyala bahkan langit yang juga sangat cerah.


Davin menghampiri Kanaya dan membalikan tubuh Kanaya untuk menatapnya.


Kanaya terdiam dan beralih menatap wajah Tampan laki laki yang ada di depannya.


Davin bahkan menggenggam kedua tangan Kanaya.


" Sejak pertama Lo datang ke Kampus, Lo dekat dengan Revan , selalu bersama Revan di saat kumpul , Lo yang selalu di bully teman teman kampus, di saat itu entah kenapa ada perasaan aneh dalam hati gue.


Kanaya ,, Lo mau kan jadi pacar gue "


Deg..!!


Kanaya kaget dengan ungkapan perasaan Davin kepadanya.


Jantung nya kini berdebar lebih cepat,


Bahkan tatapan mata Davin benar benar membuat nya sangat lemah.


" K- ka "


" Lo masih ingat gue pernah bilang hati gue sudah terisi seseorang, Itu Lo Kanaya . "


Kanaya menghela napasnya dan tersenyum,,


" Sejujurnya Aku juga merasa aman dan tenang jika bersama Kakak. "


" Jadi, Lo mau jadi pacar gue " Ucap Davin dan Kanaya mengangguk.


Davin tersenyum,,


" Makasih Nay " Ucapan nya menarik Kanaya dan memeluk nya.


Kanaya mengangguk dan membalas pelukan Davin.

__ADS_1


Alam semesta bahkan semua yang ada di sana menjadi saksi hubungan mereka.


Kanaya melepaskan pelukannya,,


" Kenapa waktu itu gak bilang "


Davin tersenyum dan mengusap wajah cantik Kanaya,,


" Karena belum tepat waktu nya."


Kanaya tersenyum dan kembali memeluknya,,


rasanya begitu bahagia dirinya.


Davin mengecupnya dalam.


Pandangan pertama Davin kepada Kanaya saat di kampus sudah menumbuhkan rasa berbeda dalam dirinya, bahkan dia selalu ingin melindungi Kanaya setiap hari.


" Kak,, "


" Hem,, Kenapa "


" Aku lapar "


Davin tersenyum dan mengusap pucuk rambut Kanaya.


" Kita makan "


Kanaya mengangguk,,


Davin kembali menggenggam dan mengandeng Kanaya.


Mereka berjalan dengan perasaan yang sama sama sangat bahagia.


" Bakso,, " Ucap Kanaya membuat Davin menoleh.


" Kak, Bakso aja ya "


Davin mengangguk dan mereka masuk ke dalam kedai Bakso.


Banyak pembeli di sana, bahkan terlihat ramai namun untungnya mereka mendapatkan kursi kosong.


Kanaya duduk dan menatap sekeliling, sementara Davin terlihat memesan Untuk mereka.


" Tunggu ya " Ucap Davin duduk di samping Kanaya yang mengangguk.


Kanaya tidak tau kenapa Davin bisa menyukainya, padahal dia adalah idola kampus dan banyak mahasiswi yang menyukai nya termasuk Bela namun Davin malah memilih dirinya.


" Ada apa ?"


" Em, bagaimana Kalau Bela tau hubungan kita "


Davin menghela napas nya,,


" Nay, Dalam hati gue cuma ada Lo dan bukan Bela. perasaan juga tidak bisa di paksa.


Lo tenang ya. "


Kanaya tersenyum dan mengangguk.


" Permisi Mas, Mba,, Silahkan Baksonya "


" Makasih Bu "


Davin mengambil sendok dan memberikan kepada Kanaya, Namun Kanaya tampak diam dan menatap Bakso di depannya.


Davin tersenyum dan menarik mangkuknya,,


Dia pun mulai memotong kecil Semua bakso, Kanaya tersenyum padahal dirinya sama sekali tidak meminta Kekasih itu buat melakukan nya namun Davin sangat peka dan perhatian dengan nya.


" Makasih Kak "


" Sama sama Sayang,- Makan pelan pelan " Ucap Davin mengusap wajah Kanaya yang tampak merah.


Kanaya menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang merona karena sikap juga Davin yang memanggilnya sayang.


Davin mengambil sendok dan menikmati nya,,


Beberapa pengunjung di sana tampak melihat ke arah mereka.


Sesekali mereka saling berbisik melihat Davin yang terlihat begitu menyayangi kekasih nya itu.


Mereka sangat iri dan ingin berada di posisi Kanaya.

__ADS_1


__ADS_2