You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 25


__ADS_3

Revan segera berlari mencari Davin di Rumah sakit.


Davin menghubungi nya dan memberitahu jika Kanaya masuk Rumah sakit.


Walaupun masih dengan Meeting namun Revan segera pergi karena khawatir dengan keadaan Kanaya.


" Vin, Dimana Kanaya ?" Ucap Revan


" Masih di periksa di dalam."


" Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Kanaya bisa masuk Rumah Sakit "


" Kita bicara di sana " Ajak Davin menuju kursi tunggu.


Revan menatap pintu ruangan tempat Kanaya di periksa, dan dia berjalan mengikuti Davin.


" Kejadian pasti nya gue Gak paham, Tapi Gue balik ke Kampus karena ada yang tertinggal namun di saat gue akan balik gue mendengar suara seseorang minta tolong dan setelah gue cari ternyata Kanaya berada di atap Kampus dengan tangan Kaki yang terikat bahkan tubuhnya sangat basah akibat kehujanan."


" Lo tau siapa yang melakukan semua itu."


" Sorry Van, gue gak tau *


" Astaga De,, Maafin Kakak " Ucap Revan menyalahkan dirinya sendiri.


Davin terdiam dan menatap Kanaya, dia pun berharap Kanaya baik baik saja.


Ceklek,,


Pintu terbuka dan membuat Revan juga Davin beranjak.


" Bagaimana keadaan nya Dok " Ucap Revan.


" Apa kalian keluar nya "


" Saya Kakaknya Dok "


Deg..


Davin menatap Revan, dia tidak paham dengan ucapan Revan.


Bahkan Dia sendiri tidak salah mendengar jika Revan bilang jika dia adalah Kakak Kanaya dan bukan kekasih atau Tunangan nya.


Sebenarnya apa hubungan mereka.


" Baiklah,, Pasien mengalami hipotermia karena suhu tubuh yang tidak kuat akibat cuaca dingin , apa Pasien baru saja kehujanan karena pakaian nya pun masih basah."


" Ta- tapi Dia baik baik saja kan Dok."


" Karena suhunya menurun saya sarankan Pasien untuk di rawat beberapa hari."


Revan mengangguk,,


" Lakukan yang terbaik Dok "


" Pasti,, Kalau begitu Saya tinggal "


" Terima kasih Dok."


Revan mengusap wajahnya,,


Bahkan dia belum menceritakan semua ini terhadap Keluarga Kanaya.


Revan melirik Davin yang masih terdiam dengan pikirannya sendiri.


" Oya Vin, Thanks banget ya Lo udah sering menyelamatkan Kanaya, kemarin dan hari ini gue bener bener berhutang Budi sama Lo " Ucap Revan

__ADS_1


" Gak masalah Van, Tapi sorry kalo gue gak salah dengar Lo bilang Kanaya Adik Lo ?" Ucap Davin bingung dan Revan tersenyum.


" Sebenarnya Kanaya Asik Sepupu gue dan bukan seperti yang kalian tau jika kami pacaran."


Davin terdiam,,


Antara percaya dan juga tidak, Antara senang dan bingung.


Senang karena dia bisa mendekati Kanaya tanpa merasa bersalah kepada Revan, dan bingung untuk apa mereka melakukan semua itu dan merahasiakan status Kanaya hingga membuat semua mengira jika mereka pacaran.


" Sekali lagi thanks banget, gue bener bener gak tau jika Lo gak balik ke kampus gimana keadaan Adik gue."


Davin mengangguk,,


" Ya Sudah gue urus semua Administrasi nya, Dan Gue juga belum memberitahu keluar Kanaya . "


" Oh Oke, Gue juga Balik ada yang mesti gue urus juga."


" Hati hati "


Davin mengangguk dan berjalan keluar dengan perasaan lega nya.


Namun melihat Kanaya seperti itu membuatnya khawatir.


Sementara Revan mengurus semuanya, dia pun telah memberitahukan Orang Tua Kanaya tentang Hal ini dan mereka segera menuju Rumah sakit.


Ruang Latulip VVIP dimana Kanaya di rawat, terlihat Revan sudah berada di sana dengan menatap wajah Kanaya yang masih tertidur., wajah yang masih terlihat pucat dan suhu tubuh yang masih demam.


" Kanaya,, Astaga kenapa kamu bisa seperti ini Sayang" Ucap Nia yang langsung menghampiri Putrinya.


" Sebenarnya apa yang terjadi Van, siapa yang telah melakukan semua ini"


Robi sudah tidak bisa terima dengan apa yang sudah terjadi dengan Putri nya, bahkan bukan hanya kali ini sebelumnya Kanaya pun pernah masuk Rumah Sakit, terluka saat Bansos kemarin dan hari ini kembali masuk Rumah Sakit.


" Em,, Aku dimana " Lirih Kanaya membuka matanya membuat semua segera mendekat.


Kanaya menatap Semua berada di sana, namun kepalanya masih sangat pusing.


" Aw .. " Rintih nya.


" Revan panggil dokter " Titah Robi dan Revan mengangguk.


" Sayang,, Kamu jangan banyak gerak dan pikiran dulu ya Nak,, Ada Mommy dan Daddy di sini."


Kanaya terdiam,,


Kepalanya begitu terasa sangat pusing hingga Terlihat Dokter yang masuk.


" Maaf Tuan, Nyonya Biar Saya periksa"


Robi memeluk Nia dan menatap putrinya, ini sungguh sangat keterlaluan.


" Suhu tubuh Nona Kanaya tidak kuat akibat kedinginan, Saya sudah memberikannya Obat dan Sebaiknya Nona Kanaya banyak istirahat dulu "


" Baik Dok, Terima kasih " Ucap Robi.


Dokter pun berjalan keluar..


Nia segera kembali menghampiri Kanaya yang kembali memejamkan matanya.


" Revan ikut Om, kita bicara di luar."


Revan menatap Kanaya dan mengangguk.


Di Luar Robi terlihat menahan emosi dengan keadaan Kanaya saat ini, Putri semata wayang nya, Putri kesayangannya terbaring lemah seperti itu sebagai seorang Ayah sungguh sangat tidak tega.

__ADS_1


" Om mau kamu cari tau siapa yang sudah berani melakukan semua ini terhadap Kanaya ."


" Baik Om, Revan segera mencari orang nya."


Robi mengangguk dan mengepalkan tangannya, dia tidak akan membiarkan siapapun mencelakai Putrinya.


********


Sementara Davin sudah berada di rumahnya, dia bahkan sudah berganti pakaian dan berada di kamar.


Jadi Kanaya bukan Pacar Revan dan hubungan mereka hanya sebatas Kakak Adik.


Tapi, kenapa mereka menutupi semua nya.


Davin menghela napas nya dan terdengar suara ketukan pintu.


" Vin,, Mama boleh Masuk "


" Ya Ma "


Tidak lama terlihat Hana masuk ke dalam kamar Putranya.


" Gimana kamu sudah mandi, Tadi Mama lihat kamu pulang dengan pakaian yang basah. Kenapa bisa seperti itu bulan nya kamu pakai mobil Nak." Ucap Hana duduk di samping putranya.


Davin mengangguk,,


" Sebenarnya ada yang terjadi sih Ma "


Hana menautkan alisnya,,


* Maksud nya."


Davin menceritakan semuanya Kepada Hana yang tampak menggeleng..


" Astaga,, Terus siapa yang berani melakukan semua itu "


" Belum tau sih Ma, cuma Pihak Kampus belm tau soal ini."


" Anak jaman sekarang benar benar sudah sangat berani, Tapi kamu bener gapapa atau mau Mama buatkan sesuatu."


" Gak usah Ma, Dave gapapa Kok "


Hana tersenyum dan mengusap bahu putranya. .


" Ya Sudah Kamu istirahat,. Mama keluar dulu ya "


" Makasih Ma "


" Sama sama Sayang."


Davin kembali merebahkan tubuhnya, namun dia memikirkan keadaan Kanaya, Bagaimana keadaan nya di Rumah Sakit.


Dia pun mengambil ponselnya dan akan menanyakan nya kepada Revan, namun dia mengurungkannya.


Ting,,


Tiba tiba ponselnya bunyi dan terlihat pesan dari Revan yang memberi kabar soal keadaan Kanaya jika dia sudah sadar namun kondisi tubuh nya masih sangat lemah.


Astaga Nay,,


Semoga Lo baik baik Saja..


Gue bakal cari siapa yang sudah membuat Lo seperti ini.


Maaf aku datang terlambat,,

__ADS_1


Davin mengusap wajahnya,,


dan terlihat membalas pesan dari Revan .


__ADS_2