
Hari ini aku sudah bersiap siap sesuai janjiku,aku akan bawa Rafael bermain ke taman.
"Yuk sayang yuk kita berangkat!."
"Ayo tante,Rafa pamit sama mama papa dulu!."
"Sama nenek nggak?."ucap ibuku.
Rafael berjalan ke arah ibu dan mulai mencium tangan ibu dan ayah.Hari ini Minggu makanya seluruh keluarga bisa berkumpul di rumah.
"Oke sayang,ayo berangkat!."
"Mama papa Rafa main sama Tante Zahra dulu ya!."
"Hati hati ya mainnya jangan nyusahin tante.Jangan lari-lari ntar jatoh!."
"ihh apaan sih kak,malah Zahra seneng banget nemenin Rafa main lagian kan Zahra gak ada kegiatan hari ini.Zahra bakal jagain Rafa kok!."
"iya iya, kakak titip Rafa ya!."
"Ayo Rafa kita jalan!."Ucapku sambil menggandeng tangan Rafael.
Kami pergi ke taman naik mobil ayah. Saking senangnya Rafael ngoceh gak berhenti henti.Aku tertawa sejenak karena ulah nya tetapi tetap fokus menyetir.
"Tante Rafa juga mau nyetir mobil!."
"Entar kalau Rafa udah gede!."
"bener ya tante,Rafa bakal makan yang banyak biar cepat gede!."
Zahra tertawa mendengar ucapan Rafa.Setelah tiba di taman Zahra memarkir kan mobil dan kemudian menggendong Rafael ke taman.Rafael terus berontak dan ingin berjalan sendiri di taman.Alhasil Zahra melepas kan gendongannya dan membiarkan Rafael berjalan sendiri. Rafael yang merasa sangat senang berlarian di taman.Zahra duduk di bangku taman sambil memperhatikan Rafael yang sedang bermain bola.
"Tante liat Rafa bisa main bola."
"iya sayang hati hati ya... jangan lari lari ntar jatoh."
Rafael terus bermain bola dan tertawa kecil. Aku sangat senang melihat tingkah lucu Rafael.
"Mbak boleh saya duduk disini."sontak aku mendongak melihat seorang wanita yang hampir seumuran dengan ku ingin duduk di sebelah ku.
"oh iya boleh mbak.silahkan!!."
"Mbak bawa anak nya main ya mbak!."tanya nya dan sukses membuat kedua mataku terbelalak.
"Ah nggak mbak itu keponakan saya,saya belum menikah!."
"Maaf ya mbak saya kira anaknya!."
"Gak papa kok mbak,mbak sendiri temenin anak main?."
"saya keliling taman aja mbak."
"Ini Anak mbak..lucu banget ganteng lagi!."
"Iya mbak, laki-laki mirip sama ayahnya!."
Aku terus memperhatikan wajah anak itu dan seketika aku merasa anak ini sangat mirip dengan Farhan.
"Kok sekilas mirip Farhan ya?."ucapku dalam hati.
__ADS_1
"kenapa mbak?."tanya nya.
"Oh nggak papa mbak aku ngerasa anak nya lucu aja,anak pertama ya mbak?."
"Iya mbak,baru sekitar 3 bulan juga umurnya!."
"Kecil aja keliatan tampan gimana pas gede!."
"Haha makasi ya mbak pujiannya!."
"Iya mbak sama sama."
Hening dan aku hanya memandangi wajah anak yang sangat mirip dengan Farhan ini.
"Oh ya mbak nama mbak siapa?."
Kata kata nya barusan membuat ku sadar dari lamunan ku.
"Zahra mbak...kalau mbak?."
"Aisyah."
"Anak mbak namanya siapa ya?."
"Arfan atqa."
kok nama belakang anak nya sama kayak Farhan ya dan wajahnya juga mirip,apa ini anak Farhan?. berarti ini istri Farhan dong. Pikiran ku sekarang entah sudah kemana.Buru buru ku tepis pikiran ku tentang Farhan.
"Mbak saya duluan ya,suami saya udah jemput!."aku melihat ke arah pandangan Aisyah tetapi laki laki itu sedang berbalik.
"Ah gak mungkin Farhan."aku menggeleng pelan.
"Tante.. tante"suara Rafael memaksaku mengalihkan pandangan yang dari tadi menunggu sosok laki laki itu berbalik.
"iya sayang,kenapa?."
"Raga capek mau pulang!."
"Oh anak tante capek, ya udah ayo tante gendong kita pulang ya!."ucapku sambil menggendong Rafael.Saat aku berbalik lagi mereka sudah pergi dan aku tidak melihat siapa lelaki itu.
"Sudah lah gak mungkin juga itu Farhan,mungkin hanya kebetulan saja banyak kesamaan nya!."
"*~*"
Sepulang kantor Farhan ke taman menjemput Aisyah dan anak nya.Walaupun dia belum bisa mencintai Aisyah tetapi itu tidak mengurangi rasa tanggung jawab nya kepada mereka.Sesampainya di taman Farhan mengambil ponsel untuk memberitahu Aisyah kalau dia sudah di parkiran.Aisyah yang melihatnya langsung berpamitan dengan Zahra dan menuju ke tempat parkir.Farhan yang tadinya membelakangi Aisyah tiba tiba menengok karena panggilan dari Aisyah.Farhan membuka kan pintu mobil untuk Aisyah dan juga anaknya.Dia mulai menyalakan mobil dan segera pulang.Zahra yang sudah tidak melihat keberadaan Aisyah pun berjalan ke parkiran dan pulang bersama Rafa.
Sesampainya di rumah Zahra membersihkan diri dan bersiap sholat Maghrib.Selesai sholat Maghrib kak Zikri pamit pulang ke rumah.
"Udah balik aja ni!."
"Iya Za kakak kamu banyak kerjaan,lain kali kita bakal main kesini lagi kok!."
"Bener ya?."ucap Zahra manja.
Aira hanya mengangguk kan kepala dan tersenyum.
"Hati-hati ya kak."
"Daaa tante Zahra."Rafael melambaikan tangannya yang imut dan kecil
__ADS_1
"Daaa Rafael,sering sering kunjungi tante!."
"Iya Tante."
Mobil kakak Zahra sudah keluar dari pekarangan rumah dan melaju hingga menghilang dari pandangan.
Aku masih kepikiran masalah Aisyah tadi sewaktu di taman.
"Itu Farhan bukan ya kok gue ngerasa kayak nya itu dia deh!."
"Nama belakang anak itu juga sama kayak Farhan!."
"Dan dari belakang juga laki laki itu mirip banget sama Farhan!!."
"Duhhhh mana gak sempat liat lagi... kan jadi penasaran!."
"Kalau begini aku bisa mati penasaran."
"Zahra!."
"Iya Bu."
"Ayo masuk."
Aku masuk ke dalam dan ibu langsung menutup pintu.
"Makan malam dulu."
"Ibu sama ayah aja,Zahra gak laper!."
"Ntar kamu sakit lo!."
"Gak kok yah nanti kalau laper Zahra makan sendiri aja!."
"Ya udah terserah kamu aja!."
Zahra kembali ke kamar nya.
"Capek juga seharian jadi kangen sama Fira dan Nisa.Telpon gak ya??.Gak usah deh siapa tau mereka lagi sibuk,kan jadi nya gangguin!."
"Tidur aja deh,mata udah ngantuk juga!."
Sebelum mematikan ponsel tiba tiba masuk sebuah notifikasi yang membuat Zahra harus mengecek ulang hp nya.
"Pesan dari Raja,ngapain ya?."
"Undangan pernikahan?."
"ya ampun Raja udah mau nikah?."
"Gue harus datang ni!."
Zahra membalas pesan Raja yang mengiriminya surat undangan virtual.Zahra pun membalas pesan Raja.
Iya ja insyaAllah gue bakalan datang kok.Thanks undangannya.
"Dah selesai tidur dulu biar besok bisa ngelanjutin kesibukan yang tiada akhirnya ini,bye sementara dulu dunia,aku lelah!."
Zahra mematikan ponselnya, menarik selimut dan mematikan lampu kamarnya bersiap untuk tidur.Dia sudah melupakan pria di taman dan tak mau memikirkan nya lagi.
__ADS_1