
Setibanya di bioskop pusat kota.
"Sebelum masuk aku tanya satu kali lagi!."
"Hmmm.."
"Kamu yakin kan mau nonton film horor."
"Yakin,banget malahan.Emang kenapa?."
"Sejauh yang aku tahu,cewe itu kalau nonton film horor pasti takut bawaan nya teriak-teriak mulu.Bikin telinga aku sakit."
"Anggap aja aku beda sama perempuan yang pernah kamu bawa ke bioskop."
"Siapa bilang aku pernah bawa cewe ke bioskop?."
"Terus kamu tahu dari mana kalau perempuan yang nonton film horor kesannya penakut semua."
"Oke,... aku pernah bawa satu cewe ke bioskop."
"Terus dia teriak-teriak seperti yang kamu omongin."
"Nggak."
"Terus maksud kamu?."
"Saat aku temenin dia nonton,dia emang ketakutan tapi gak teriak-teriak seperti itu."
"Terus maksud kamu siapa?."
"Ya para perempuan yang memenuhi ruangan itu, semuanya teriak seperti lagi adu teriakan paling kencang."
"Masa sih?.Tapi sejauh aku yang sering nonton film horor di bioskop gak ada tuh perempuan yang seperti kamu jelasin."
"Nanti juga kamu tau sendiri."
Zahra hanya mengangguk.
"Aku pesan tiket dulu."
"Aku beli popcorn nya,tanpa popcorn kayak nya jadi gak komplit."
"Terserah kamu."
Mereka berpencar,Yazdan membeli tiket dan Zahra membeli popcorn.Setelah semua yang mereka inginkan sudah di beli,mereka langsung masuk ke dalam bioskop.
"Kok sunyi ya Dan?."
"Namanya juga hari Selasa,semua orang kerja Zahra kecuali kita yang pengangguran ini."
"Tapi bagusan sunyi sih, suasana jadi lebih tenang."
"Kamu yakin karena mau suasana yang tenang?."
"Maksud kamu?."Zahra menyipitkan matanya ke arah Yazdan.
"Nanti kamu berfikir nya kalau sunyi bisa berduaan bareng aku."
"Narsis amat ni anak.Kalau aku mau berduaan sama kamu pasti aku ngajak nya ke hotel bukan nya bioskop."
"Jadi kami mau ajak aku buka kamar ni."
"Apaan sih dan gak usah aneh-aneh deh."
"Dari segi mana aku aneh."
"Udah diam film nya udah mau mulai."
"Ingat kamu jangan sampai teriak,ntar aku malah jadi budeg."
"Awas aja kalau kamu yang teriak ketakutan."
"Kita liat aja."
Film pun sedang berlangsung.Tak banyak orang yang berada di gedung bioskop.Oleh karena itu mereka duduk berjarak antar pasangan.Yazdan dan Zahra duduk di bagian tengah barisan.
__ADS_1
Di tengah-tengah film,Zahra tiba-tiba menggenggam tangan Yazdan tanpa sengaja.
"Kenapa..takut?.."
"Siapa juga yang takut?."
"Masih gak mau ngaku."
Tiba-tiba hantu muncul di layar.Seorang wanita yang berada tepat di belakang mereka berteriak.Karena terkejut Zahra refleks berteriak mengikuti wanita itu.
"Katanya gak takut,kok teriak."
"Eh aku teriak bukan karena takut,tapi refleks karena ada orang yang teriak makanya ikutan."
"Masih aja ngeles."
"Hmmppp..."
Zahra sedang serius menonton.Tetapi berbeda dengan Zahra, Yazdan malah lebih sering memperhatikan wajah serius Zahra.Dia tersenyum sebentar dan mengembalikan wajah sok cool nya dalam beberapa detik.
Setelah selesai menonton bioskop mereka langsung keluar.
"Seru banget."
"Kamu beneran gak takut ya,beda sama perempuan yang lain."
"Perempuan mana?."
"Contoh nya yang tadi di belakang kita."
"Aku mungkin beda sama mereka.Yang aku tahu,aku suka menonton film horor dari aku SMP.Dan perempuan yang kamu maksud mungkin hanya menonton film horor supaya bisa mesra-mesraan sana pacarnya."
"Kamu tau-tau aja,apa jangan-jangan kamu pernah lagi berbuat seperti itu."
"Seumur-umur kagak pernah aku ngerendahin harga diri begitu.Itu cuma buat perempuan-perempuan lebay dan kurang perhatian."
"Kamu yakin, kalau suatu saat kamu gak bakal seperti itu."
"Gak akan, kecuali suami aku."
"Ya kagak lah masa punya."
"Oh iya saya lupa kamu jomblo.Hahaha..."perkataan Yazdan sukses membuat nya kesal setengah mati.
"Kamu mau apa?. Mau lempar silahkan!."
"Kamu ngeselin banget sih."
"Kalau gak bisa bikin kamu kesal bukan Yazdan dong namanya."
"Dasar kamu ya..."
"Udah ah aku cuma bercanda,gak usah cemberut gitu dong."
Zahra bersikap acuh tak acuh kepada Yazdan.
"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat."
"Kemana?."
"Ikut aja."
Zahra mengikuti Yazdan dari belakang.Yazdan kembali melajukan mobil menuju Jakarta Utara.
Jetsky cafe yang terletak di pinggir laut membuat suasana terlihat lebih romantis.Dengan view laut lepas Yazdan sudah mantap dengan dirinya dan bersiap untuk menyatakan perasaannya kepada Zahra.
"Zahra aku mau ngomong sesuatu."
"Ya udah ngomong aja.."
"Sebenarnya aku..."
"Maaf mas,mba mau pesan apa?."
"Ah iya saya pesan kepiting saus tomat sama jus apel,terus kamu mau makan apa Dan?."
__ADS_1
"Aku cumi crispy sama teh hijau aja."
"Tunggu sebentar ya mas,mba!."
"Iya..."jawab mereka serentak.
"Zahra.."
"Yazdan..."Ucap mereka bersamaan.
"Kamu duluan!."
"Itu Dan kamu tau nggak toilet nya ada dimana?."
"Oh kamu lewat kiri aja,nanti tanya sama waiters nya."
"Bentar ya aku toilet dulu."
Zahra pergi ke toilet dan meninggalkan Yazdan yang masih belum sempat membuat pernyataan.
"Kok aku jadi gemetaran gini ya."
"Santai Yazdan kamu gak boleh terlihat nervous di depan Zahra."
"Tarik nafas,buang... tarik nafas,buang..."
Yazdan terus berbicara sendiri sampai Zahra kembali dari toilet.
"Za,..."
"Oh iya Dan tadi kamu mau ngomong apa?."
"Sebenarnya aku...."
"Maaf mba,ini pesanan nya."
Sial,gagal lagi.Kenapa ada aja yang ganggu.
"Terima kasih ya mas!."
"Sama-sama mba,mas.Silahkan dinikmati."
"Enak banget ya Dan.Udah gitu view nya bagus lagi."
"Iyaaa..."
"Oh h iya tadi mau ngomong apa, soalnya terputus terus omongan kamu!."
"Gak ada kok Za, bukan apa-apa.Gak penting juga."
"Masa sih?."
"Iya,ya udah ayo makan"
Zahra hanya mengangkat kedua alisnya.
Sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat buat ngungkapin perasaan aku ke Zahra.
Aku harus lebih sabar sedikit.
"Yazdan,kok kamu bengong?."
"Eh gak papa kok Za."
"Makasih ya Dan udah ajak aku ke Jogja.Terus temenin aku nonton di bioskop dan sekarang ngajak aku makan di tempat yang view nya cantik banget."
"Udah jangan ngomong mulu, ntar kamu keselek."
Mereka makan tanpa bersuara sambil menikmati keindahan pemandangan dari cafe itu.
Sampai suatu ketika mata Yazdan terbelalak melihat seorang perempuan yang berdiri tepat di belakang Zahra.Dia tak mengeluarkan suara apapun hanya menatap ke arah belakang Zahra.
Zahra yang menyadari Yazdan berhenti makan dan seperti melihat sesuatu,dia pun memutar kepala nya dan mendapati seorang perempuan cantik dan anggun sedang berdiri di belakang nya sambil tersenyum ke arah Yazdan.
"Siapa ya perempuan ini, sampai-sampai Yazdan terdiam melihat nya?."tanya nya dalam hati.
__ADS_1