Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
80


__ADS_3

"Aduh.. udah gelap lagi,nih taxi mana sih!."keluh Zahra sambil memperhatikan taxi yang lewat.


Karena sudah setengah jam menunggu taxi yang tak kunjung tiba akhirnya Zahra berinisiatif untuk berjalan ke terminal terdekat dan memutuskan naik bus.Tetapi karena tidak hati-hati saat menyebrang jalan,Zahra tersenggol mobil yang sedang melaju.


"Woyy kalau nyebrang tu liat liat dulu,kalau Lo mati gue yang di cari sama polisi. Udah bosen hidup Lo ya!!."umpat pengemudi mobil yang menabrak Zahra.


"Sial banget sih hari ini,untung cuma luka kecil doang.Tapi ni orang udah salah kok malah dia yang nyolot ya."Zahra segera bangun tetapi kaki nya sedang tidak baik -baik saja.


"Awwww..." ringisnya.


Farhan yang kebetulan lewat melihat seseorang yang kesulitan berjalan dan segera turun membantunya.


"Nggak papa mba?."


"Oh nggak papa kok,makasih ya..."ucapan Zahra terhenti ketika dia melihat orang yang membantu nya adalah Farhan.


Seseorang yang pernah menjadi hal terpenting dalam hidupnya.


Seketika semua tubuhnya kaku dan bibirnya bungkam bahkan untuk mengucapkan sepatah kata pun lidahnya kelu.Begitu juga Farhan,keadaan seperti ini terasa sangat canggung dengan posisi Farhan yang masih memegang lengan Zahra.


Yazdan yang melihat kejadian itu dari kejauhan bergegas mendekati Zahra. Tanpa aba-aba dia langsung memeluk Zahra.


"Kamu gak papa kan Za,maafin aku ya!."


"Yazdan."ucap Zahra kaget karena Yazdan tiba-tiba ada disini.


"Lepas dulu,kamu ngapain sih begitu datang langsung main peluk.Dan bukannya tadi kamu udah balik ya,kenapa bisa ada disini?."


"Sorry Sorry Za. Aku gak pergi kok,dari tadi aku ada disana.Aku cuma bohongin kamu aja.Kamu beneran gak papa kan."


"Aku nggak papa kok."


"Oh iya,makasi ya mas udah bantuin teman saya."


Farhan hanya mengangguk kecil. Karena sikap Yazdan yang terlalu khawatir membuat nya merasa kalau mereka punya hubungan yang sangat dekat.


"Za yuk aku antar kamu pulang!."Zahra mengangguk kemudian berlalu meninggalkan Farhan yang masih membatu di tempat.


"Kamu kenapa sih nyebrang nggak liat kanan-kiri. Kalau kamu kenapa napa tadi gimana?.Lain kali kamu harus hati-hati kalau nyebrang jalan."Zahra tak menggubris ucapan Yazdan karena kepala nya sekarang sudah di penuhi oleh Farhan.


"Za kamu dengar nggak sih,..Za...!"Yazdan lalu menepuk pundak Zahra karena tak melihat sedikit pun respon Zahra dengan omelannya.


Zahra langsung tersigap dan segera menatap ke arah Yazdan.


"Kamu baik-baik aja?."Zahra hanya mengangguk.


"Dari tadi aku perhatiin kamu kok ngelamun terus?."


"Nggak papa kok."jawab Zahra dengan senyum tipis.

__ADS_1


"Kita ke apotik dulu ya?."


"Ngapain?."


"Ada deh,kamu tunggu sebentar aku mau beli sesuatu."


"Iyaa..."


"Huhhh...."Zahra menghela nafas kasar. Dia terus teringat dengan Farhan.


"Ternyata selama ini aku masih belum bisa ngelupain kamu. Aku fikir dengan gak ketemu sama kamu dalam waktu yang lama bisa mengikis perasaan aku.Nyatanya sama aja."


Zahra menyenderkan kepala nya ke kursi mobil dan perlahan dia tertidur dengan fikiran yang kacau.


"Nih aku beli obat buat luka di tangan kamu."jelas Yazdan setibanya di mobil.


Tetapi sekarang sebuah senyum terukir di bibir nya,melihat Zahra yang tertidur dia merasa lega.


Dia mengolesi obat pada lengan Zahra yang terluka dengan sangat lembut,takut kalau perilaku nya dapat membangunkan Zahra yang sedang tidur pulas.Selesai mengoles obat dia melajukan mobilnya mengantar Zahra kembali ke kediaman nya.


Di sisi lain Farhan masih setia berdiri di tempat dan melihat Zahra yang di rangkul oleh orang lain.Rasa sakit yang masih bisa dia rasakan.Dulu mereka sangat dekat tak terpisahkan, sekarang hanya seperti orang asing.


"Ternyata kamu sudah menemukan orang yang benar-benar mencintai kamu.Aku hanya berharap kamu selalu bahagia dan tidak ada kesedihan yang menghampiri mu."Perlahan air mata Farhan menetes. Suara klakson mobil menyadarkan nya yang masih berdiri di tengah jalan.Buru-buru di kembali ke mobil dan melajukan nya dengan perasaan gundah.


...*********...


"Zahra,bangun... udah nyampe..."ucap Yazdan pelan sambil menepuk lembut pipi Zahra.


"Nggak papa sih kalau ketiduran,tapi lain kali jangan ngiler ya kasian mobil aku."


"Aku ngiler ya?."zahra segera menyeka mulut nya memastikan.


"Hahahaha nggak kok aku cuma bercanda."


"Kamu ngerjain aku!!.Ngeselin tau nggak."Zahra mengerutkan wajahnya kesal karena Yazdan sengaja mempermainkan nya.


"Gitu aja ngambek,udah buruan turun!.Nanti ilernya bertambah."


"Yazdan!!!."


"Hahahaha udah udah aku minta maaf,jangan marah dong.Lagian kamu kalau ngambek lucu juga,kayak keledai."


"Yazdan!, kamu tuh ya."Zahra segera mencubit lengan Yazdan.


"Awwww, ternyata keledainya galak."


"Kamu tuh yang buaya jahil."


"Tampang seperti aku dikatain buaya udah gak bener mata ni anak."

__ADS_1


"Bodo amat... lebih baik aku masuk ke dalam dari pada ngurusin orang gak jelas kayak kamu."


"Yazdan!!!."


"Apa lagi sih Za,katanya mau keluar ya udah buruan sana keluar."


"Gimana cara nya aku keluar kalau pintu nya kamu kunci."


"Nggak kok,coba kamu tes dulu."


"Yazdan udahan ya becanda nya,gak lucu."


"Iya iya gitu aja ngambek,udah di bukain tuh."


"Makasih ya udah nganterin aku."


"Ternyata kamu bisa bilang terima kasih,aku kira gak bisa."


Zahra memutar bola matanya malas dan melangkah ke depan pintu rumahnya.Sementara Yazdan masih tertawa terbahak bahak karena dia sukses membuat Zahra kesal dengan ulah nya.


Zahra membalikkan badan dan masih mendapati Yazdan yang belum beranjak dari tempatnya.


"Woyy ngapain disitu,buruan pulang."


"Aku nggak di suruh mampir nih?."


"Ngapain,ngabisin gula sama teh di rumah aja. Udah buruan pulang,ganggu pemandangan aja."


"Kan aku udah nganterin kamu, disuruh mampir bentar kek."


"Ogah,udah buruan pulang lama lama mata aku sakit ngeliat kamu terus."


"Berarti dari tadi kamu liatin aku terus ya?."


"Kepedean banget sih ni anak,kamu mau pergi atau mau sandal gratis."


"Gak masalah sih soal nya sandal aku hilang waktu sholat Jum'at kemaren."


"Apaan sih, lama-lama gue timpuk juga Lo!!."


"Hahaha ya udah gak usah di timpuk aku balik sekarang,tapi kalau aku pergi kamu jangan rindu terlalu cepat ya?."


"Dasar gak tahu malu siapa juga yang bakal rindu sama orang seperti kamu!."


"Hahaha daaa Zahra jangan keseringan marah entar cepat tua."


"Kamu tu ya."


Yazdan melajukan mobilnya dengan tawa nya yang membuat Zahra semakin kesal.

__ADS_1


Melihat mobil Yazdan yang menjauh Zahra tersenyum mengingat tingkah Yazdan yang selalu sukses bisa menghibur nya..


__ADS_2