Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
26.Preman


__ADS_3

Zahra masih setia menunggu taksi di luar restoran, tapi sayangnya tidak ada satupun taksi yang lewat.Yazdan yang tadi sedang mengambil mobil di parkiran sekarang sudah berada di depan Zahra.Tetapi Zahra enggan menerima tawaran dari Yazdan untuk mengantarnya pulang.


"Naik!!."


"Gak usah,gue naik taxi aja!!."


"Taxi nya mana?."ucap Yazdan sambil melihat sekeliling.


"Sebentar lagi pasti lewat!"


"Okeyy kalau lo mau naik taksi,gue cuma mau ngingetin kalau disini itu jarang ada taxi yang lewat."


"Makasi atas peringatan nya.."


"Hmmm,Gue balik dulu!!!"Yazdan menyalakan mobilnya dan meninggalkan Zahra yang tetap bersikukuh menunggu taxi lewat.


"Aduhh ni taxi mana lagi,satu pun gak ada yang lewat."keluh Zahra yang sudah berdiri hampir setengah jam.


Yazdan ternyata masih belum meninggal kan area restoran,dia memperhatikan Zahra dari jauh sambil tersenyum kecil melihat Zahra yang kesal karena tak melihat satu taxi pun.


"Apa gue jalan aja ya sampai jalan raya,mungkin aja banyak taxi yang lewat."


Zahra mulai berjalan ke arah jalan raya berjarak sekitar 300 meter dari restoran.Diam diam Yazdan terus mengikuti Zahra dan tetap memperhatikan dari jauh sehingga Zahra tidak menyadari keberadaan nya.

__ADS_1


Sesuai dugaan Zahra banyak taxi yang lewat di jalan raya.Tapi sialnya tak ada taxi yang menghiraukan panggilan Zahra.


"Pak pak...."kok pergi.


"Ah itu...pak pak!!!."Zahra terus melambaikan tangan nya tetapi tetap saja hasilnya nihil,tak ada satu pun taxi yang berhenti.


Karena merasa sudah lelah berdiri dan kakinya juga sedikit pegal akhirnya Zahra memilih duduk sebentar di pinggir jalan.Sekarang Zahra mulai berfikir mulai sekarang bukan hanya taxi yang dia panggil tetapi juga kendaraan lain yang mau memberi nya tumpangan.Setiap taxi,mobil,motor dan kendaraan apapun yang lewat Zahra berusaha menghentikan tetapi tetap tidak berhasil.Yazdan memutar mobil nya dan memilih memasuki jalan raya berpura pura lewat.Dia berharap Zahra akan melambaikan tangan nya seperti tadi untuk meminta tumpangan dan dia akan berpura pura berhenti untuk menertawakan Zahra sejenak.Akan tetapi berbeda dengan pemikiran Yazdan,alih alih menghentikan mobil Yazdan yang sedang lewat Zahra malah memilih berjalan kaki agar jarak nya dengan rumah tidak terlalu jauh.Melihat tingkah Zahra yang berbeda dari pemikirannya membuatnya kesal setengah mati.Dia memutuskan untuk meninggalkan gadis keras kepala itu.


Zahra terus berjalan di kegelapan dan sesekali melambaikan tangan siapa tahu ada orang yang berbaik hati memberinya tumpangan.Sampai Zahra tiba di jalan yang sunyi hanya satu dua kendaraan yang lewat.Dia mulai ketakutan dan merasa sekujur tubuhnya gemetar.Tetapi dia terus melangkah dengan cepat.Di sebuah gang ternyata ada beberapa preman yang sedang bermain kartu.Melihat Zahra yang berjalan sendirian membuat niat jahat mereka muncul.Zahra yang menyadari keberadaan mereka mulai berlari menghindari mereka.Para preman itu pun berusaha mengejar Zahra dan tidak membiarkan nya kabur.Zahra terus berlari sampai dia merasa kakinya sudah tidak kuat melangkah lagi.Dia berusaha terus berlari dengan energi terakhir yang dia punya.Sialnya kaki Zahra tersandung dan akhirnya dia terjatuh.Di jalan yang sepi ini bahkan tak ada satu orang pun yang lewat.Zahra mulai berteriak mencari pertolongan siapa tahu ada yang dapat membantu nya walau pun dia tahu tidak ada satu orang pun disana.


"Tolong!!!.tolong!!"


"Kamu mau teriak sampai suara kamu habis juga tidak ada yang bisa menolong mu."


"Iya lebih baik malam ini kamu temani kami saja hahahaha!."


"*~*"


Yazdan merasa tidak tenang meninggalkan Zahra sendirian.Apalagi dia hanya seorang perempuan yang lemah dan tidak bisa apa apa.


Yazdan buru buru memutar mobilnya menyusuri jalan mencari keberadaan Zahra.Setelah sekian lama dia melihat seorang wanita di tepi jalan yang ketakutan berusaha lari dari dua orang pria berbadan tegap yang akan mendekati nya.Dia memperhatikan wanita itu dengan teliti dan ternya itu Zahra.Yazdan buru buru keluar dari mobil dan menghajar dua pria yang menggangu Zahra.Mereka terus berkelahi,tetapi dilihat dari kemampuan Yazdan dia tidak akan sanggup melawan dua preman itu.Dia segera menyuruh Zahra lari dan sembunyi di mobil.


"Lari,masuk ke dalam mobil dan kunci!!."

__ADS_1


Tanpa basa basi Zahra lari ke dalam mobil dan mulai menguncinya.Dia melihat Yazdan yang terus di pukuli jadi merasa bersalah.Dia melihat kunci mobil yang masih berada di mobil dia mulai menyalakan mobil dan bersiap menabrak dua preman itu.Tetapi Yazdan memiliki pemikiran lain.


"Sial, ni cewe gak tau di bantuin dia malah mau ninggalin gue!!."


Zahra mundur seketika dan membuat dua preman dan Yazdan berfikir kalau dia ingin kabur.Setelah mereka lengah Zahra menginjak gas dan menabrak dua preman sampai terpental dan kemudian menyuruh Yazdan masuk ke mobil.Zahra mulai menyetir mobil dengan kecepatan tinggi menjauhi preman itu.Keadaan Zahra saat itu masih tegang dia trauma dan ketakutan sampai akhirnya dia tidak bisa menyetir mobil Yazdan dengan stabil.Mereka hendak menabrak sebuah pohon, bersyukur Yazdan sempat menginjak rem tepat waktu dan hanya bagian depan mobil yang sedikit lecet.


Air mata Zahra mulai menetes,dia menangis histeris di dalam mobil Yazdan.Yazdan yang masih kebingungan berusaha menenangkan Zahra.Tetapi dia tidak tahu bagaimana cara menenangkan perempuan karena itu sesuatu yang sulit baginya.


"Lo kok nangis,yang ketabrak kan mobil gue. Lagian lo kan gak kenapa Napa!!."perkataan Yazdan sukses membuat Zahra semakin histeris.


"Kok makin keras, aduh diam dong!!!ntar kalau ada yang lewat di kira gue ngapa ngapain Lo lagi..."Zahra tetap menangis tidak menghiraukan perkataan Yazdan.


"Udah udah gimana caranya biar Lo diem!!!."ucapan Yazdan membuat Zahra sontak melihat ke arahnya.Seketika rasa takut dan trauma Zahra hilang dan mulai menatap Yazdan kasihan.


Apa dia gak tau cara bujuk perempuan ya..emang dia gak pernah punya pacar..kalau di bandingin sama gue kayak nya dia lebih kasihan. batin Zahra.


"Gue gak papa kok,anterin gue pulang."


"Cepat amet diam nya?."Yazdan mengangguk masih kebingungan tetapi dia tidak terlalu memikirkan nya.Yazdan mulai menyalakan mobil mengantar Zahra pulang.


"Oh iya makasi udah bantuin gue tadi,kalau gak ada Lo mungkin gue...."


"Udah udah diem pakai sabuk pengaman nya!."

__ADS_1


Zahra hanya diam dan memakain sabuk pengaman nya.


Hening tak ada satu pun dari mereka yang memulai pembicaraan.Sesekali Zahra menatap ke arah Yazdan yang fokus menyetir mobil.Ketika Yazdan menatap ke arah nya dia akan memalingkan wajah dan seketika itu wajah nya terasa panas dan mungkin sudah memerah seperti tomat.Zahra terus menatap keluar mobil dan tidak berani melihat Yazdan lagi.


__ADS_2