
"Ngomong-ngomong Yazdan gak jadi ikut fi?."
"Di masih belum balik, kemungkinan hari ini baru balik."
"Oh gitu.."
"Lo kok nanya Yazdan Mulu Za?."
"Habis siapa lagi yang mau gue tanyain,masa Lo!."
"Ya kan gak papa juga Lo nanyain gue."
"Emang apa yang harus gue tanyain sama Lo?."
"Misalnya nanya makan gitu."
"Ya elah kayak kehabisan pembahasan aja makanya nanya begituan."
"Kan hanya sekedar basa-basi."
"Udah basi kali."
"Dafi!!! sini Lo bantuin gue, pacaran Mulu kerjaan Lo."
"Usil banget sih Lo!."
"Siapa juga yang pacaran,jangan ngaco Lo Vin."
"Terus ngapain kalian berduaan disana?."
"Apa urusannya sama Lo?."sahut Zahra.
"Ya kalau kita pacaran emang kenapa Lo iri ya?."sindir Dafi.Zahra langsung tertegun mendengar ucapan Dafi walau pun hanya sekedar bercanda.
"Kalau sama orang yang selalu patah hati kayak Lo ngapain gue iri.Amit amit tau nggak."
"Gak usah ngeles Lo!."
"Bac*t mulu,udah buruan sini bantuin!."
Dafi dan Zahra segera berkumpul dengan anak-anak yang lain.
"Rahman lama banget nganterin Rhesa?."
"Iya nih lu tengokin gih,ntar terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan!."
"Pikiran Lo nuduh Rahman aja,tapi iya juga sih ni anak gak bisa di percaya juga."lawak Alvin
"Hahaha... Lo kebanyakan omong buruan tengokin."
Alvin berjalan menuju tenda Rhesa dan berencana mengisengi mereka berdua.Saat tiba disana ia tak langsung menyapa.Dari kejauhan Alvin melihat kejadian yang tak seharusnya dilihat oleh jomblo seperti nya.
"Buset bisa bisa nya ni orang pacaran siang bolong begini."
"Gue kagetin aja."
Alvin berjalan memutar agar tepat berada di belakang tenda.Niat nya untuk mengganggu waktu berdua Rahman sangat besar.Setibanya di belakang tenda dia mengendap-endap agar tidak diketahui oleh mereka berdua.Saat ingin mengangetkan ternyata Rahman sudah menyadari kedatangan Alvin dari awal tetapi bersikap seolah-olah tidak tahu.
"Udah mau berapa lama ngumpet?."
__ADS_1
"Lo kok tau sih gue ada disini,gue kan udah hati-hati banget bisa-bisa nya Lo tau.Gak asik tau nggak!!."
"Lagian lo ngapain sih ngumpet begitu kayak bocah tau nggak!."
"Ya siapa suruh kalian berdua pacaran di siang bolong,kan jadi gue yang di suruh buat menyadarkan kalian."
"Lo sakit ya?."
"Lo yang sakit pakek ngeledekin gue lagi."
"Kalau Lo gak sakit kenapa tanggapan Lo ke kita itu berlebihan.kayak kita udah ngelakuin kesalahan dan ketangkap basah aja."
"Salah Lo sendiri kenapa berduaan di tempat sepi dan gak ada orang begini."
"Banyak omong Lo,tujuan utama Lo kesini apaan?."
"Gue cuma disuruh sama anak anak buat ngecek kalian doang.Tapi niat usil gue seketika muncul!."
"Dasar kurang kerjaan."
"Lo udah mendingan Rhes?."
"Udah kok gue gak kenapa-napa kecuali luka dikit doang."
"Gabung sama anak anak yang lain yuk."ajak Alvin.Rhesa hanya mengangguk dan mulai berdiri dengan bantuan Rahman.Rahman terus menggenggam tangan Rhesa waspada kalau-kalau Rhesa tak kuat berjalan.
Zahra yang melihat Rhesa di kejauhan segera berdiri dan memapah Rhesa untuk duduk disampingnya.
Mereka menikmati mi instan untuk santapan makan siang.Mereka saling bercengkrama bersama dan saling tertawa.Selesai makan mereka mencari beberapa tempat foto yang bagus untuk mengabadikan momen mereka.
Saat akan berpose di tepi tebing kaki Zahra tergelincir.Dia hampir terjatuh ke jurang, beruntung tangannya masih memegang ranting pohon.Semua orang menjadi panik,tak ada yang tahu bagaimana cara membantu Zahra.
"Kita gak punya tali fi!."sahut Salsa.
"Kalian gak bisa cari apa?."teriak Dafi emosi.
"Coba kalian tanya warga sekitar sini ada yang punya nggak!."saran Karina.
"Buruan!!! kalian tunggu apa lagi!."
Yusuf dan Arkan segera mendatangi rumah warga satu persatu bertanya apakah mereka memiliki tali tambang.Tetapi tak ada satu pun warga yang memiliki nya.Mereka kembali ke lokasi Zahra terjatuh.Mereka semua semakin panik karena tak mendapat kan tali tambang di tambah lagi pegangan Zahra sudah mulai melemah.
"Gue udah gak sanggup."
"Bertahan Za,Lo pasti bisa sebentar lagi kita pasti bakal temuin cara buat selamatin Lo!."
"Gue gak kuat lagi fi."
"Kalian ngapain kumpul disini?."
"Yazdan!! itu Zahra jatuh ke jurang!."
"Apa!!! kenapa bisa?."
"Dia dimana?."
"Itu dia masih pegangan di ranting kayu."
"Terus kenapa kalian masih diam aja gak nyelamatin dia!."
__ADS_1
"Kita udah berusaha cari tali buat nyelamatin dia,tapi gak ada tali yang bisa kita temuin."
"Kalian semua gobl*k ya,apa otak kalian gak bisa di pakek.Percuma disini banyak akar kayu apa gak bisa digunain!!."
"Lo bener Dan gue hampir lupa,udah jangan berantem mulu sekarang cari akar kayu yang agak lentur."
"Zahra Lo masih bisa bertahan kan."
"Gue gak sanggup lagi Dan."
"Lo harus sanggup Za!!."
"Cuma sebentar doang kok, kalian lama banget sih!!."
"Udah Dan ini udah selesai."
"Za Lo pegang akarnya ya biar kita tarik Lo!."
"Gak bisa! Zahra udah terlalu lemah dia gak bakal sanggup megang akar pohon itu lagi.Itu akan sangat beresiko menyebabkan Zahra jatuh kebawah."
"Terus gimana Dan?."
"Gue yang bakal turun dan bantuin Zahra naik."
"Sini talinya,ujung yang satunya lagi ikat kuat di batang pohon."
"Gue bakal turun!."
"Setelah gue ngasi kode kalian tarik."
"Oke Dan."
Yazdan turun ke bawah dengan hati-hati.Di sisi lain Zahra sudah tidak sanggup bertahan,tangan nya hampir terlepas dari akar pohon.Beruntung Yazdan dengan sigap menarik tangan Zahra.
"Buruan tarik!!."
Mereka menarik dengan sekuat tenaga dan berhasil menarik Zahra dan Yazdan ke atas.Tetapi Zahra sudah pingsan karena kelelahan.Secepatnya Yazdan membawa Zahra ke tenda.
"Ambilin gue minyak angin!."
"Ini Dan."
"Za Lo harus bangun.."gumam Yazdan.
Semua anak anak berkumpul mengelilingi Zahra.Dafi sendiri merasa sangat bersalah karena telah mengajak mereka ke tempat yang cukup berbahaya ini dan menyebabkan salah satu dari mereka menjadi korban.
"Ini semua salah gue!.Kalau gue gak ajak kalian kesini pasti Zahra gak bakalan kenapa-napa!."
"Ini bukan saatnya nyalahin diri sendiri fi,yang terpenting kita harus cepat-cepat buat Zahra sadar."Andre berusaha menenangkan Dafi.
"Iya fi kalau Lo mau nyalahin,ini juga salah kita semua yang udah buat perencanaan tanpa memikirkan resikonya."sambung Karina.
"Guys..."Zahra telah sadar.
"Za Lo udah siuman,sini minum dulu!."wajah khawatir Yazdan sekarang berubah menjadi lebih tenang.Mereka merasa lega karena Zahra sudah sadar.
"Thanks ya Dan kalau gak ada Lo gue gak tau apa...."
"Udah diam Za,Lo gak usah bicara dulu.Sekarang waktunya Lo istirahat."
__ADS_1
Zahra menuruti semua perkataan Yazdan.Dia berbaring di tenda dan beristirahat.