
Apa maksud ucapan Dinda?
Kenapa dia bilang kak Aryan sakit parah karena aku?
Setahu aku kak Aryan gak sakit apa-apa..
Dan kenapa tiba-tiba Aryan punya adik perempuan..
Apa cuma aku yang gak tau semua ini...
Zahra berjalan sambil memikirkan maksud dari perkataan Dinda.Hingga dia menabrak seorang ibu-ibu yang terlihat sedang terburu-buru.
"Awwwwww...."Zahra meringis karena terjatuh setelah bertabrakan dengan seorang ibu-ibu.
"Kamu kenapa sih jalan gak pakai mata,kalau saya kenapa-napa gimana?."
"Maaf buk saya gak sengaja!."
"Maaf maaf makanya kalau jalan itu liat liat."
"Iya bu."
Zahra tahu bahwa dia tidak salah tetapi ibu itulah yang menabrak nya karena terlalu terburu-buru.Tetapi situasi Zahra sekarang membuat nya malas untuk berdebat.Dia terus tenggelam dalam fikiran nya sendiri.
Zahra kembali ke rumah nya dengan wajah lesu.
"Za, kenapa muka nya di tekuk gitu?."
"Gak papa kok buk."
"Belanjaan nya mana?."
"Masih di bagasi Bu."
"Lho kok nggak sekalian di bawa masuk."
"Berat!."
"Kamu kenapa sih Za,muka kamu kusut banget dan kayak nya kamu habis nangis!."
"Apa kamu ketemu Farhan?."
"Nggak Bu,ini gak ada hubungannya sama Farhan!."
"Terus kamu kenapa,sini duduk cerita sama ibu.."
"Ayo cerita sama ibu masalah nya, siapa tau ibu bisa kasi solusi buat kamu."Zahra hanya mengangguk dan mulai duduk di sebelah ibunya dan menceritakan kecelakaan Aryan hingga kata-kata Dinda yang menggangu nya.
"Ibu masih ingat kak Ary?."
"Ary siapa?."
"Temen Zahra satu-satunya waktu kecil."
"Nak Aryan?."
"Iya Bu,emang Aryan kenapa?."wajah ibu Zahra terlihat begitu khawatir seakan bisa menebak apa yang terjadi kepada Aryan saat ini.
"Kak Aryan kecelakaan,tapi Zahra belum bilang kabar kak Aryan kok ibuk keliatan khawatir banget."
__ADS_1
"Ah nggak itu karena ibu ngeliat wajah kamu kusut makanya jadi berfikiran hal yang aneh-aneh.Terus gimana sekarang keadaan Aryan?."
"Kak Aryan baik-baik aja kok buk,hanya luka luar aja."
"Syukur lah,tapi kalau Aryan baik-baik aja kenapa wajah kamu sampai kusut begitu?."
"Seharusnya Zahra yang ditabrak mobil,tapi kak Aryan yang selamatin aku.Dia gak peduli sama nyawa nya demi aku.Aku ngerasa bersalah banget sama kak Aryan."
"Udah jangan terlalu difikirkan,lagian Aryan baik-baik aja."
"Bukan itu Bu yang jadi fikiran Zahra!."
"Terus apa?."
"Ibu kenal orang tua Aryan udah lama kan?."
"Iya ibu sama Tante Risma temen SMA."
"Apa Tante Risma punya anak selain kak Aryan?."
"Seingat ibu ada,tapi ibu gak pernah ketemu sama anak tante Risma yang satunya lagi.Katanya anak perempuan tante Risma sejak kecil sudah di masukkan ke asrama."
"Ternyata bener kak Aryan punya adik perempuan."
"Kamu ketemu dia?."
"Iya Bu, namanya Dinda!."
"Kan bagus Kalau Aryan ada adik artinya dia gak sendirian.."
"Ibu tau apa yang Dinda ucapin sama aku di rumah sakit."
"Dia bilang aku pembawa sial karena dulu aku sampai menyebabkan kak Aryan sakit parah dan sekarang karena aku juga dia kecelakaan.Aku gak ngerti maksud omongan Dinda, selama ini kan kak Aryan gak pernah sakit dia sehat-sehat aja kok sampai dia pergi gak pamitan sama aku.Tapi kenapa Dinda bilang kak Aryan pernah sakit parah?."
"Apa ini alasan kak Aryan pergi gak pamit sama aku?."
"Udah jangan terlalu difikirkan, mungkin Dinda lagi khawatir aja makanya bisa mengatakan hal-hal yang gak masuk akal seperti itu.Aryan juga pasti punya alasan sendiri kenapa pergi gak pamit.Kamu istirahat aja ya,biar ibu yang ambil semua belanjaan."
Zahra mengangguk dan berjalan ke kamar nya untuk menenangkan diri.
Sementara ibu Zahra masih bingung akankah memberitahu hal ini kepada Zahra atau tidak.Dia tak ingin melanggar janji yang telah dia buat dengan Aryan beberapa tahun lalu.
Maafin ibu Za,udah bohongin kamu selama ini..
Tapi ini juga permintaan Aryan..
Ibu gak bisa ngasi tau kamu yang sebenarnya..
Biarlah Aryan sendiri yang memberitahukan kamu semuanya..
Aku harus menemui keluarga Aryan di rumah sakit..
Aku harus bertanya kenapa mereka tiba-tiba kembali dan muncul di hadapan Zahra!.
Dan kenapa Dinda mengungkit hal itu di depan Zahra..
Karena ibu udah janji sama Aryan.
Sementara mereka sudah berjanji untuk mengubur semua kejadian waktu itu..
__ADS_1
Ibu Zahra bergegas mengeluarkan semua belanjaan dan membawa nya ke dapur.Dia menata semua bahan di dapur ada juga sebagian yang dia simpan di dalam kemudian dia bersiap-siap pergi ke rumah sakit menemui Aryan dan keluarga nya untuk menanyakan beberapa hal.
"Pasien bernama Aryan di rawat dimana ya?."
"Ruangan nomor 25 Bu."
"Terima kasih."
"Sama-sama Bu!."
"Risma!."Seru ibu Zahra yang sudah tiba di ruang rawat Aryan.
"Ratih,ayo masuk!."
"Gimana keadaan Aryan?."
"Dia baik-baik saja, sebentar lagi pasti siuman setelah efek obat bius nya habis."
"Kapan kalian kembali?."
"Sekitar sebulan yang lalu."
"Kenapa kamu gak kabarin aku?."
"Ayo kita keluar,gak enak bicara disini nanti mengganggu istirahat Aryan."
"Dinda kamu jagain kak Aryan mama mau keluar sebentar!."
"Iya ma."
Risma dan Ratih keluar dari ruang rawat Aryan.Mereka berbicara di kursi tunggu untuk keluarga pasien yang agak jauh dari kamar rawat Aryan.
"Kenapa kamu tiba-tiba kembali?.Kita sudah sepakat waktu itu,aku menjual semua aset perusahaan untuk pengobatan Aryan.Kenapa Dinda harus mengungkit kembali masalah itu!!!."
"Kita sudah impas,hutang budi sudah di bayar.Sekarang Aryan juga sudah sembuh dan baik-baik saja.Apa perlu memberitahu Zahra semua itu!."
"Aku minta maaf Ratih,mengenai itu Dinda tidak tahu apa-apa karena selama ini dia berada di asrama dan dia tidak mengerti permasalahan nya sedikit pun."
"Sekarang sudah seperti ini dan Zahra curiga tentang kepergian Aryan yang tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan.Susah payah aku menutupi nya selama ini dan kalian dengan mudah mengungkit nya kembali!."
"Dan kenapa sekarang kalian kembali?."
"Aku bener-bener minta maaf Ratih, Aryan yang meminta untuk kembali.Selama di luar kota Aryan terus memikirkan Zahra setiap saat.Ingatannya tidak bisa lepas dari Zahra sedikit pun.Aku tidak mau membiarkan nya terus menerus menderita.Aku rasa sebaiknya kita memberitahu Zahra sebenarnya.Lagi pula Zahra sudah dewasa dia pasti bisa mengerti situasi saat itu."
"Bagaimana kalau Zahra terus menyalah kan dirinya sendiri.Bagaimana pun dia dan Aryan sangat dekat seperti hal nya hari ini dia tak henti-hentinya menyalahkan dirinya atas kecelakaan Aryan."
"Apa kamu hanya terus berfikir tentang Zahra dan tidak pernah memikirkan Aryan.Selama ini sudah terhitung dua kali Aryan menyelamatkan Zahra.Apa Aryan terus yang harus menderita!!."
"Maaf Risma,aku tidak bermaksud begitu."
"Aku tahu kamu khawatir terhadap Zahra,tetapi tak ada gunanya kalau kita terus menutupi semua ini dari nya.Akan lebih baik jika kita mengatakan nya sekarang,toh Aryan juga sudah sembuh total.Aku yakin Zahra pasti bisa memahami keadaan."
"Kamu benar,tapi aku ingin Aryan sendiri yang menceritakan semuanya kepada Zahra.Dan semua itu tergantung pendapat Aryan apakah dia bersedia menceritakan nya atau tidak.Kita tidak punya hak sama sekali.Jadi kita tunggu Aryan siuman baru kita bahas lagi."
"Ayo kita kembali ke ruangan Aryan."
"Tidak,aku harus segera pulang kalau tidak Zahra pasti akan khawatir karena aku pergi tanpa memberitahunya."
"Baiklah."
__ADS_1
"Ingat untuk menelpon ku jika Aryan sudah siuman."
"Hmmm..."