
"Halo Za.."
"Ya ampun Fira..gue kangen banget! kenapa baru sekarang Lo hubungin gue!."
"Sorry Za.. akhir akhir ini gue sibuk banget...lo kan tau restoran lagi rame ramenya dan nyokap gue lagi keluar kota..mau gak mau gue harus ngurus semuanya..."
"Iyaiya gue ngerti kok..By the way tumben tumbenan Lo nelpon?."
"Berhubung orang tua gue udah balik..gue mau kita ngumpul bareng.."
"Emang Lo udah ngabarin Nisa..soalnya kemaren gue nelpon gak aktif terus."
"Bentar bentar gue coba telpon Nisa."
"Gak aktif Za.."
"Tuh kan!! apa gue bilang."
"Kenapa ya?."
"Kenapa apa nya!."
"Kenapa telpon Nisa gak aktif aktif Zahra!!!."
"Ya kalau itu pertanyaan gue juga sama!."
"Gimana kalau besok kita ke rumah Nisa, biar keliatan surprise."
"Bagus juga ide Lo,jadi kita bisa sekalian ngumpul bareng."
"Deal besok gue jemput lo jam 10,gue dateng lo udah selesai dandannya jangan kelamaan gue nunggu lo!!."ucap Fira julid.
"Ihhh emang gue pernah dandan!."
"Mau Lo dandan atau nggak tetap aja lama Zahra!!."
"Gak usah nyolot!!."
"Nyolot naon emang kenyataan nya lo gitu!."
"Udah ah malas denger Lo ngomel terus.."
"Inget jam 10.."
"Iya bunda Fira.."
"Bye.."
"Bye.."
"Apa lagi sih fir gue ngantuk tau gak!.kalau mau ngomel besok aja lanjutin nya.."
"Halo Za..."
"Ehhh..."Zahra langsung melihat nomor yang sedang menelpon nya.
"Sorry sorry fi,gue kira temen gue..."
"Gak papa kok,Lo gak kenapa napa kan Za?. Yazdan udah cerita sama gue.... sorry ya Za karena gue gak tanggung jawab buat nganterin Lo balik."
"Gak kok fi.. bukan salah Lo juga,gue nya aja yang keras kepala gak mau di anterin sama Yazdan.."
"Tapi Za..gue yang maksa Lo balik sama Yazdan sementara gue tau kalian gak akur,wajar Lo nolak tawaran dia."
"Gak usah di bahas fi... lagian gue gak papa kok."
"Oke Za..Tapi Lo beneran gak papa kan.."
"Gue gak papa,gak cacat dan gak kurang satu apapun."
"Syukur deh Lo gak kenapa napa."
"Mmmmm thanks ya fi udah khawatirin gue.."
"Iya Za Lo kan sahabat gue sekarang.Ya udah Lo istirahat ya,udah larut.."
"Iya.."
__ADS_1
"Malam Za.."
"Malam fi.."Zahra mematikan ponsel nya sambil tersenyum.Saat ini hanya Dafi yang selalu perhatian padanya.
"*~*"
Tettttt..... tettttt.....
"Zahra buruan!!!."
"Kan semalam gue udah ngomong.."
"Zahra!!!...."
Tetttt..... tettttt.....
"Iya iya gue udah selesai.."
"Lo ngapain aja sih lama amat!."
"Lo makan apa sih bawel banget.."
"Lo tuh ya!"
"Ngomel mulu..Lo gak takut cepat tua..Marah itu dapat mempercepat penuaan dini lo dan juga dapat menimbulkan banyak kerutan diwajah.emang Lo mau.."
"Bacot Lo.."
"Hahahaha..."
"Lo gak seru,kebawa sifat seorang bos restoran yang jutek dan pemarah.. hahahaha."
Zahra terus mengolok olok Safira.Tetapi Safira hanya diam mendengar ocehan Zahra dan tetap fokus menyetir mobilnya.Saat mereka masuk persimpangan rumah Nisa, Zahra seperti melihat orang yang mengganggunya di restoran sedang berjalan masuk ke mobil dan bersiap pergi.
"Dia bukan ya?."
"Dia siapa?."
"Ah nggak,mungkin gue salah liat."
Mereka tiba di depan rumah Nisa tetapi pagar nya terkunci dan satpam yang biasa berjaga juga tidak ada.Safira menekan bel sambil berteriak.
"Napa Lo teriak teriak kayak di hutan aja."
"Diam Lo.."
"Nisa..."
"Neng nyari siapa ya?."
"Oh ini pak ini rumah temen saya,tapi saya teriak kok gak ada yang nyaut ya dan biasanya ada satpam yang jaga rumah ini,tapi kok keliatan sepi gitu."
"Oh yang punya rumah udah pindah neng.Dan rumah ini udah di jual."
"Di jual??."
"Iya neng.."
"Bapak tau mereka pindah kemana?."
"Kalau itu sya kurang tau neng."
"Gitu ya pak,makasi ya pak informasi nya."
"Iya sama sama neng kalau gitu saya pamit dulu."
"Iya pak."
"Fira!! rumahnya di jual..artinya."
"Nisa gak balik lagi dong."ucap mereka bersamaan.
"Kok Nisa pindah gak ngasi tau kita."
"Lo coba telpon lagi."
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan coba lah beberapa saat lagi."
__ADS_1
"Sama aja fir."
"Mana gak ada yang tau dia pindahnya kemana."
"Balik yuk.Gak guna juga kita berdiri disini."Ajak Zahra.
"Terus kita mau kemana?."
"Bisa kemana lagi,balik dong.Kalau nongkrong nya berdua gak ada Nisa gak seru."
"Gue anterin Lo ke rumah ni?."
Zahra hanya mengangguk dan mulai mengotak atik ponselnya.
"Nisa Lo kemana sih."Gumam Zahra sambil melihat ke jalanan.
"Berenti berenti..."
"Apa sih Za?."
"Gue turun disini aja!."
"Katanya mau balik."
"Gak jadi.Gue duluan ya Fir,thanks udah nganterin."
Zahra melambaikan tangan meninggalkan Safira.Dia mulai masuk ke sebuah pusat perbelanjaan dan mencari laki laki yang saat itu dia temui di restoran.
"Dia mana ya?."
Zahra terus mencari di seluruh mall.Akhirnya dia menemukan nya di sebuah toko aksesoris wanita.
"Dia ngapain di dalem?.Jangan jangan lagi nyari hadiah buat pacarnya.Heh ngakunya aja jomblo dasar buaya."
Zahra masuk ke toko dan berpura pura mencari sesuatu padahal dia hanya ingin mengetahui apa yang ingin di beli laki laki itu.
"Ada yang bisa saya bantu mbak."
"Ah nggak mba..saya cuma mau liat liat aja siapa tau ada yang cocok."
"Baik mba kalau begitu,kalau mbak butuh sesuatu bisa panggil saya."
"Baik mba."
Zahra kemudian melihat ke sekeliling toko ternyata laki laki itu sudah tidak ada.
"Duh gara gara mbak tadi dia jadi hilang lagi."
"Ah balik aja deh."
Saat akan keluar dari mall Zahra melihat laki laki itu sedang berbicara dengan seorang wanita.
"Pacar nya kali ya?.apa dia mau ngasi pacarnya hadiah ya."
"Kayaknya nggak deh, situasi ini lebih tepatnya mereka lagi berantem."
"Bodoamat, ngapain juga gue mikirin urusan dia.Gue ngikutin dia kan cuma buat balikin duit nya doang."
"Tapi kan gak mungkin sekarang gue nyamperin, ntar gue dikira orang ketiga lagi.Nggak nggak gue gak mau jadi sasaran mereka."
"Tunggu tu cewe pergi aja..Tapi kalau mereka tiba tiba baikan dan pulang bareng gimana dong."
"Udah ah tunggu aja."
Laki laki itu menengok ke arah Zahra refleks dia berbalik cepat sehingga menabrak seorang cleaning servis.
"Awwww."
"Maaf mba saya gak sengaja."
"Ya udah gak papa.saya yang salah"Ucap Zahra.
Cleaning servis itu langsung pergi dan tidak mempermasalahkan Zahra.
Saat Zahra kembali berbalik laki laki itu sudah tidak berada disana.
"Tuh kan hilang lagi."
__ADS_1
"Heyyy..."
Zahra merasakan seseorang menepuk pundaknya dia menoleh dan mendapati laki laki yang dari tadi dia buntuti sudah berada di depannya.