
"Seneng banget, thanks ya Yan."
"Terima kasih nya nanti aja,kita masih harus ke Tangkuban perahu kan?."
"Oh iya aku lupa,"
"Tiba di hotel kamu harus langsung tidur,jangan sampai di jalan nanti kamu ngantuk.Karena lokasi nya lumayan jauh."
"Iyaiya Aryan,makin lama kok kamu jadi mirip ibu sih.Cerewet."
"Kamu kalau gak di ingetin di awal,ke depannya pasti ngelakuin hal yang ceroboh."
"Itu kan dulu, sekarang udah nggak."
"Kamu masih ngeles, beberapa Minggu lalu siapa yang ceroboh ditaman bermain."
"Itu kan karena kaki aku tersandung wahana aja."
"Kamu tu ya kalau ingetin gak pernah mau dengar, selalu aja ada jawaban di setiap peringatan aku."
"Terus kamu mau aku diem aja gitu?."
"Gak harus diem,tapi setidaknya harus jadi seseorang yang penurut."
"Iya iya Aryan Adi Putra."
"Iya apa?."
"Mulai sekarang Zahra Nadila bakal jadi anak penurut."
"Aku pegang kata-kata kamu."
"Oke siapa takut."
Sesampainya di hotel mereka berjalan bersamaan ke dalam hingga di sebuah lorong mereka berpisah.Karena letak kamar mereka berjauhan.
Langsung tidur...
Iya mama Aryan 😜
Zahra mandi dan mengganti pakaian bersiap tidur.Entah kenapa dia begitu mengikuti semua perintah Aryan.Menurut nya perintah Aryan itu sudah seperti titah raja yang tak terbantahkan dan hanya bisa dia terima.
...----------------...
Pantai Parangtritis Yogyakarta.
Terlihat Farhan sedang bermain istana pasir bersama Arfan yang sedang aktif-aktifnya.Aisyah duduk di bawah tenda sambil memperhatikan mereka.
Suara ombak dan semilir angin yang berhembus membuat perasaan menjadi damai dan tenang.Menghilangkan stress selama beberapa waktu.
Aku penasaran apa Farhan masih memikirkan Zahra atau nggak ya..
Sebenarnya bagus kalau dia bisa lupa dengan Zahra sepenuhnya...
Kalau aku ungkit masalah Zahra dia marah gak ya?.
Tapi aku gak mau berantem lagi sama dia,hidup kita sekarang begitu harmonis.
Jangan sampai Zahra hadir lagi di hidup Farhan.
"Aisyah kenapa kamu melamun?."
"Ah nggak kok,aku hanya terbawa suasana aja."
__ADS_1
"Bener gak papa,kamu gak sakit kan?."
"Nggak lah,kamu terlalu khawatir.Aku baik-baik aja kok.
"Aku mau ganti baju dulu.Kamu bantu ganti baju Arfan, ntar dia masuk angin."
"Buruan setelah itu kita makan bareng."
Farhan sudah selesai mengganti baju, begitu pun Aisyah sudah selesai mengganti pakaian Arfan.Mereka makan bersama di tepi pantai. Suasana seperti ini memang tak bisa di lupakan.Setelah makan tak lupa Aisyah mengajak Yazdan berfoto bersama.
"Setelah ini kamu mau kemana lagi?.
"Aku mau ke beberapa tempat yang viral sekarang di Jogja banyak yang bagus-bagus view-nya.Biar foto keluarga kita makin banyak."
"Emang foto banyak-banyak begitu fungsi nya apa."
"Kenang-kenangan dong,aku mau buat satu album khusus keluarga kita.Biar nanti waktu Arfan gede dia bisa tau kalau papa mama nya sering ajak dia jalan jalan."
"Lusa baru kita jalan lagi ya, soalnya aku capek besok mau istirahat aja."
"Iya gak papa kok,toh masih banyak waktu."
"Ya udah kita balik,biar gak kemalaman kembali ke penginapan."
"Ayo,"
"Mas Farhan kalau aku tanya soal Zahra kamu marah nggak?."
"Nggak kok,tanya aja."
"Kamu kenal Zahra dimana?."
"Sewaktu SMA,dia adik kelas aku."
"Waktu kegiatan MOS."
"Kamu yang ngejar dia atau dia yang ngejar kamu?."
"Aku."
"Kenapa kamu bisa tertarik sama dia."
"Dulu bisa di bilang aku primadona lah ya di sekolah.Dari teman seangkatan bahkan adik kelas semuanya suka sama aku dan mereka melakukan segala hal minimal mereka bisa dekat sama aku."
"Masa sih segitunya."
"Ya kalau gak percaya,tanya aja teman seangkatan aku waktu itu."
"Iya aku percaya,terus gimana kelanjutannya?."
"Aku penasaran sama Zahra,karena hanya dia perempuan yang tidak tertarik sama aku."
"Aku berusaha deketin dia cuma buat mastiin dia sama kayak cewek lain atau bukan.Tapi akhirnya aku beneran suka sama dia.Dan ternyata Zahra juga suka sama aku tapi dia berusaha sembunyiin karena dia yakin kalau dia gak bisa bersaing dengan perempuan lain disana."
"Tapi di sekolah kamu kan banyak perempuan yang cantik, kenapa juga kamu harus pilih Zahra?."
"Yang cantik banyak tapi yang seperti Zahra gak ada."
"Oh gitu."
"Dari tadi kamu nanya aku Mulu,sekarang giliran kamu!."
"Aku nih sekarang?."
__ADS_1
"Iya dong gantian!."
"Oke,kamu mau tanya apa?."
"Gimana tentang mantan kamu?."
"Dulu aku punya pacar waktu kelas 3 SMA,tapi hanya sekedar cinta monyet gak ada yang serius.Sampai suatu ketika aku pergi ke sebuah acara yang diadakan mama.Disitulah aku bertemu seseorang yang bisa menggerakkan hatiku."
"Gimana caranya dia menangkan hati kamu?."
"Waktu acara kan rame tu,terus aku terdorong ke kolam,dia yang melompat nyelamatin aku.Sejak saat itu aku suka dia."
"Terus dia tahu kalau kamu suka dia."
"Nggak!."
"Kenapa?."
"Karena aku gak pernah kasi tau dia."
"Apa setelah kejadian itu kamu sering ketemu dia?."
"Iya,tapi dia tidak sadar karena aku rasa dia adalah laki-laki yang paling cuek di dunia ini."
"Bahkan sampai sekarang kamu gak ungkapin semuanya sama dia."
"Nggak."
"Hebat kamu."
"Kamu yang hebat bisa bertahan dengan satu wanita selam bertahun-tahun.Padahal waktu itu banyak remaja yang berfikir untuk selingkuh biar terlihat keren."
"Karena bagi aku selingkuh yang sudah di biasakan akan mendarah daging sampai kapanpun."
"Benar yang kamu omongin.Seandainya semua laki-laki berfikir seperti kamu pastinya kehidupan akan tenang tanpa perselisihan."
"Terus kenapa kamu bisa putus sama pacar kamu itu?."
"Sudah jelas karena dia selingkuh."
"Ada cerita yang seperti ini juga!."
"Kan aku udah bilang,waktu itu semua orang merasa kalau selingkuh itu lumrah dan mereka merasa bangga dengan hal seperti itu.Padahal menurut aku kesetiaan itulah yang pantas si puji."
"Iya tapi terkadang dunia ini malah lebih menyanjung prilaku buruk seperti itu."
"Iya itu juga sebabnya banyak yang berselingkuh dari pasangan mereka sendiri."
"Apa kamu pernah ketemu mantan kamu lagi?."
"Pernah."
"Dia gak ngajak balikan?."
"Pastinya,tapi aku menolak."
"Alasannya?."
"Karena aku juga gak cinta sama dia dan rasa suka aku itu hanya sementara aja.Lagi pula aku tahu kalau seseorang yang berani selingkuh itu pasti akan melakukan hal yang sama.Jika sudah di lakukan sekali pasti ada yang kedua dan ketiga."
"Keputusan kamu itu sudah benar, memang begitu seharusnya memberi pelajaran kepada seorang yang tidak bisa setia terhadap satu orang."
Mereka saling menceritakan masa lalu di dalam mobil hingga mereka tiba di penginapan dan beristirahat dengan tenang.
__ADS_1