
Zahra bergegas mengendarai mobil menuju rumah sakit setelah mendengar bahwa Aryan sudah siuman.Dengan langkah terburu-buru dia masuk ke rumah sakit dan berjalan dengan cepat di koridor rumah sakit.
Begitu dia masuk ke ruang rawat Aryan dia tidak menemukan siapa pun disana.Kebetulan seorang perawat lewat masuk ke ruangan itu untuk mengganti botol infus yang sudah kosong.
"Maaf mbak,pasien di kamar ini kemana ya?."
"Oh tadi dibawa sama temannya keluar, mungkin sedang berkeliling di taman mba!."
"Temen?."
"Laki-laki atau perempuan mba?."
"Perempuan mba."
Perempuan?
Selama ini Aryan gak pernah dekat dengan perempuan lain selain aku.Atau mungkin temannya waktu di luar kota ya?
"Kalau tidak ada apa-apa lagi saya permisi ya mba,masih banyak yang harus di kerjakan!."
"Ah iya mba."
Zahra berjalan ke taman dan mencari keberadaan Aryan.Dia bukannya ingin bertemu Aryan tetapi lebih penasaran dengan perempuan yang membawanya.
Zahra menyusuri taman sambil melihat ke kiri ke kanan,matanya tertuju kepada sosok yang duduk di kursi roda dan dengan seorang perempuan yang mendorongnya.Mereka tampak bercengkrama dan saling bercanda.Terlihat jelas bahwa mereka merasa bahagia satu sama lain.
Zahra tidak langsung menemui Aryan,dia lebih memilih berjalan mengikuti mereka dari belakang.Rasa penasaran memenuhi dirinya,saat Irene merasa sedang di ikuti dia pun menoleh ke belakang.Dengan cepat Zahra membalikkan badan.
"Kamu liatin siapa?."
"Nggak,aku hanya merasa seperti ada yang mengikuti kita."
"Kamu terlalu sering nonton tv,ini di rumah sakit siapa juga yang mau ngikutin kamu.Lagipula apa untungnya mereka ngikutin kamu."
"Kamu gak usah ngeledekin aku!."
"Ya udah lanjut jalan,katanya mau keliling taman kok malah berdiri disini!."
"Iyaaaa...bawel amat."
Zahra terus membuntuti mereka dan bersembunyi di balik pepohonan.Dia terkejut karena ada seseorang yang menepuk pundaknya.
"Ngapain Lo?."
"Ya ampun Karina Lo hampir membuat jantung gue copot!."
"Lagian lo ngapain ngendap ngendap kayak mau maling aja?."
"Emang si rumah sakit ini ada barang berharga!."
"Kalau gak mau maling terus ngapain Lo ngumpet disini.Apa Lo lagi ngikutin seseorang,atau Lo mau jadi mata-mata ya?."
"Lo ngomong apasih,gak usah kebanyakan nonton tv,fikiran Lo makin aneh."
"Ya kalau nggak,Lo kasi tau gue dong kenapa Lo ngumpet disini."
"Malas gue berdebat sama Lo,udah jauh-jauh dari gue."
"Lo liatin apa sih."
"Gak liat apa-apa orang nya udah hilang!."
"Emang siapa?."
"Kalau gue kasi tau emangnya Lo kenal."
"Aneh Lo ya,pakek nguntit orang segala."
"Gue gak nguntit!."
"Lupain aja,by the way Lo ngapain di rumah sakit?."
__ADS_1
"Gue mau jenguk teman gue."
"Jenguk teman? tapi kenapa Lo disini?."
"Temen gue udah lari!."
"Gak jelas banget sih lo."
"Hmmm...lo sendiri ngapain disini?."
"Gue temenin nyokap check up!."
"Nyokap Lo kenapa?."
"Nyokap gue pernah mengalami stroke tapi udah sembuh, tapi mesti rutin pemeriksaan setiap bulannya."
"Ih gitu,terus nyokap lo mana?."
"Ya didalam nunggu antrian."
"Kenapa Lo gak temenin?."
"Ogah gue sama antrian panjang dan ibu-ibu yang berisik banget nantinya, makanya gue milih buat keliling aja dan kebetulan nemuin Lo yang lagi nguntit."
"Gue udah bilang gue gak nguntit!."
"Iya iya gue percaya sama Lo.Gimana persiapan Lo buat ngecamp,barang nya udah dapet semua?."
"Gue belum ada waktu buat persiapan semuanya."
"Lama amat,lusa kita udah berangkat lho.Jadi waktu Lo buat nyiapin semuanya cuma tinggal besok aja."
"Duh mana gue gak tau lagi dimana beli perlengkapan!."
"Jangan bilang Lo mau minta bantuan dari gue?."
Zahra melebarkan senyumnya dengan niat meminta bantuan Karina yang tertera jelas diwajahnya.
"Gue gak bisa!."
"Gue sibuk!."
"Karina yang cantik,baik hati dan tidak sombong bantuin gue ya?."
"Gak mempan rayuan lo,gue lagi sibuk!."
"Masa Lo gitu sih Rin,kita kan teman."
"Kalau temen ya gak bakal nyusahin kali.Karena kalau nyusahin itu namanya sahabat."
"Aaaa... Karina baik banget ,jadi makin sayang.Sini-sini aku peluk."
"Ih apaan sih Lo,lepas lepas geli gue."
"Ah Lo mah gitu,gak seru."
"Kapan Lo rencana mau belanja biar gue temenin?."
"Sekarang aja yuk!."
"Terus nyokap gue?."
"Oh iya gue lupa,ya udah deh besok aja.Sore gue jemput lo."
"Emang Lo tau rumah gue?."
"Kagak."
"Terus....."
"Share loc dong Karina Anandita Putri!!."
__ADS_1
"Dari mana Lo tau nama lengkap gue?."
"Rahasia!...Udah nyokap Lo pasti lagi nungguin lo ni buruan kesana!."
"Lo sendiri?."
"Balik,emang gue penunggu rumah sakit."
"Gue cabut duluan ya."
"See you tomorrow."
"Oke."
"Jangan lupa share loc!."
"Iyaiya."
Semakin lama Karina yang berjalan di koridor sudah tak terlihat lagi.Zahra berjalan ke parkiran dan melihat perempuan yang mendorong Aryan sudah keluar bersama dengan Dinda.
"Mereka kelihatan nya dekat, Dinda juga tertawa lepas waktu sama tu orang.Beda pas sama gue mengaum kayak harimau.Padahal gue gak pernah ketemu dia,tapi kok gue ngerasa dia gak suka sama gue."
"Berarti Aryan sendiri dong...ya udah gue samperin aja sekalian ucapin makasih dan kalau ada kesempatan mau nanya maksud ucapan Dinda sama gue."
Zahra berjalan menuju ruang rawat Aryan.Dari pintu dia melihat Aryan berbaring dan memejamkan mata.
Apa dia tidur ya?
masuk gak ya?
ntar kalau gue masuk dan ternyata dia emang tidur,artinya gue ganggu dong.
Seketika Aryan membalikkan badan dan melihat Zahra yang berdiri di depan pintu.Awalnya dia memang berusaha tidur dengan memejamkan mata tetapi usahanya gagal.Matanya menolak untuk istirahat.
"Zahra.. ngapain di depan pintu? sini masuk!."Zahra terkejut mendengar panggilan Aryan yang sudah menyadari di depan pintu.
Dengan langkah kikuk Zahra masuk dan mendekati Aryan yang masih terbaring di ranjang rumah sakit.
"Kamu ngapain depan pintu?."
"Aku pikir tadi Kak Aryan udah tidur,karena takut mengganggu makanya aku gak jadi masuk."
"Oh...kamu sendirian?."
"Iya.Mmm itu Kak Aryan makasi ya, seharusnya aku yang berbaring disini bukan kamu!."
"Udah gak usah difikirin."
"Kak Aryan..aku mau lain kali kamu gak usah pertaruhkan nyawa kamu begini demi aku."
"Kok kamu ngomong gitu?."
"Aku gak mau aja kalau sampai orang lain terluka karena aku."
"Kamu nganggap aku orang lain?."
"Bu...bukan gitu maksud aku,aku cuma gak mau nyusahin kak Aryan terus,jadi beban buat kamu."
"Kalau kamu gak mau jadi beban buat aku,kamu harus bisa jaga diri kamu sendiri jangan ceroboh."
"Aku tahu..sekali lagi makasi ya,dan semoga kak Aryan cepat sembuh."
"Zahra,mulai sekarang kamu bisa nggak panggil aku Aryan aja."
"Emangnya kenapa?."
"Kalau kamu panggil aku seperti itu aku merasa ada jarak diantara kita."
"Maksud kakak?."
"Bukan apa-apa kok,aku cuma mau kamu panggil aku Aryan aja jangan pakai kak."
__ADS_1
"Oke aku bakal coba."
"Aku ke toilet bentar ya!."Aryan mengangguk dan Zahra meninggalkan nya menuju toilet rumah sakit.