Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
34.Janji


__ADS_3

Drrrtttt... drrrtttt....


Zahra mengangkat telpon nya yang sedang berdering tanpa melihat siapa yang menelepon nya malam malam seperti ini.


"Halo..."


Lo kemana hari ini?.


"Apa hubungannya sama lo"


lo tanya apa hubungan nya sama gue!!.


"Ngapain sih Lo marah-marah gak jelas!."


Marah gak jelas?.Gue udah nungguin lo selama dua jam!!.


"Lo kenapa nungguin gue?."


Lo pasti lupa sama omongan gue kemarin malam.


"Terus kalau Lo tau gue lupa,kenapa Lo gak nelpon gue langsung?."


Lo minta gue nelpon,Lo udah cek handphone Lo belom?.


Zahra mengecek ponselnya dan melihat log panggilan, ternyata Aryan memang menelpon berkali-kali.


"Sorry kemaren handphone gue lowbat!!."


Lo gak tau gue nunggu berjam-jam di restoran itu.


"Kan gue gak tau Lo lagi nungguin gue buat datang!."


Lo gak ngganggap serius kata-kata gue semalam?.


"Gue lupa."

__ADS_1


Semudah itu Lo lupa sama janji?.


"Lo kok marah banget sih,kalau lo tau waktu itu gue gak datang kan Lo bisa langsung balik aja."


Gue masih mikir seandainya gue balik dan Lo dateng gimana perasaan Lo saat ngeliat gue gak ada,itu artinya gue masih mikir Za!!.


"Gue bener-bener minta maaf sama Lo,Gue lupa bukannya sengaja!!."


Ya udah lah gue yang salah karena maksa Lo buat balas budi.Setelah ini gue gak bakal hubungan Lo lagi anggap aja Lo gak punya hutang apa-apa sama gue.


"jangan gitu dong,gue beneran lupa.Gue minta maaf banget sama Lo."Zahra merasa bersalah karena tidak menemui Aryan yang sangat lama menunggunya di restoran.


Paling maaf Lo cuma sekedar di mulut aja.


"Gue bener-bener minta maaf.Sebagai ketulusan gue besok gantian gue yang bakal nungguin lo."


Oke,Lo tetapin waktunya dan ingat sebelum gue dateng Lo harus datang lebih dulu.Kalau sampai gue yang lebih dulu sampai di tempat janjian,selamanya gue akan anggap Lo sebagai pembohong!!.


"Oke gue janji bakal datang lebih dulu dari lo."


Gue tunggu janji Lo,jangan hanya bisa berjanji tapi sulit untuk menepati!.


"Bisa-bisa nya gue lupa sama Aryan,kalau Aryan marah kan artinya gue nyakitin orang lain dong dengan sifat gue itu. Bego..bego..bego!!."


"Ini juga salah gue gak bisa nolak ajakan Dafi,kan jadi gue yang kena."


"Ya udah deh besok gue sekalian minta maaf sama Aryan,biar dia gak marah."


"Dia marah sama gue atau nggak kenapa gue harus peduli,kan gue bisa aja kayak gak kenal sama dia!.Tapi makin kesini gue sepertinya ngerasa kenal sama Aryan ya.Gue ketemu dia kan baru dua kali,kenapa gue merasa akrab banget sama dia?."


Menurut Zahra sifatnya yang cuek kepada orang yang baru dia kenal tidak berlaku untuk Aryan.Saat berada di dekat Aryan dia terlihat akrab seakan-akan sudah lama mengenal satu sama lain.Dan cara bicara Aryan tidak asing bagi Zahra.Tetapi sedikit pun dia bahkan tidak tahu siapa yang dia lihat mirip seperti Aryan.


"Apa gue pernah kenal Aryan sebelum nya,tapi dimana ya?."


"Gue ketemu Aryan baru dua kali,kenapa rasanya kita itu akrab banget.Ah mungkin perasaan gue aja,karena Aryan itu orang nya terbuka walau sama orang baru."

__ADS_1


"Gak usah difikirin juga, yang penting besok gue gak boleh telat kalau gak mau Aryan mengomel terus."


Zahra menyudahi tebakan tak berujung nya pada Aryan.Dia menulis sebuah pesan dan mengirim nya kepada Dafi.Setelah itu dia mematikan ponsel bersiap tidur.


...----------------...


Thanks for today....


Pesan itu membuat senyuman kecil terbentuk diwajah Dafi.Dia tidak pernah menyangka hal sekecil itu akan berkesan di hati Zahra.


kalau kamu mau setiap hari pun aku bisa ajak kamu kesana.


Satu menit..dua menit...tiga menit... tidak ada jawaban.


Apa mungkin Zahra udah tidur.


Sudahlah besok juga dia bakal liat..


Ngapain gue ganggu dia malam malam gini...


Tetapi ekspresi Zahra tadi sore seperti sedang memikirkan sesuatu.Nafas nya juga terlihat berat dan saat berada di depan danau seperti nya dia sedang membuang kesedihan nya yang teramat dalam.


Kenapa gue merasa dia punya masalah berat yang dia tanggung dan simpan sendiri.


Sama halnya seperti Zahra, Dafi juga menyadari perubahan ekspresi wajah Zahra sewaktu di danau.Dia sudah berusaha bertanya,tetapi Zahra tidak berniat sedikit pun untuk menceritakan kesedihan nya.


Dia juga bisa menyimpan rahasia nya dan gak akan sembarangan cerita sama orang yang baru dia kenal...


Mungkin dia belum anggap gue sebagai teman dekat makanya dia gak bersedia cerita semua masalah nya.


Dafi melihat sebuah foto yang ada di atas meja di samping tempat tidur nya.Itu foto Dafi dan seorang perempuan yang terlihat sangat bahagia.Wajah Dafi mendadak sedih memandangi dan berbicara dengan foto itu.


"Kamu sebenarnya dimana, kenapa kamu menghilang tiba-tiba dan gak ngasi kabar ke aku.Ini sudah 3 tahun kamu pergi,aku gak tau harus nyari kamu kemana lagi."


"Aku minta maaf sama kamu karena udah ngajak orang lain ke tempat favorit kamu.Aku hanya merasa kesepian kalau harus pergi kesana sendirian.Aku merasa dia juga sama sepertiku, merindukan seseorang yang tidak bisa dia sentuh. Aku masih berharap kamu kembali berada di dekatku dan selalu bersama ku seperti dulu.Melewati hari-hari indah kita bersama,mengukir cerita dan meninggalkan jejak di setiap tempat yang pernah kita kunjungi."

__ADS_1


"Kamu tahu betapa rindunya aku,hanya sebuah pesan dari kamu yang selalu ku tunggu. Perlu kamu tahu apapun yang terjadi aku akan tetap menunggu,sampai kamu sendiri yang mengatakan akan meninggalkan ku."


Dafi menatap lama foto itu,menatap wajah yang tak kan pernah Dafi lupakan selama dia masih bernafas.Baginya kehidupan nya sekarang tidak lebih dari sebuah peran yang harus terus dia mainkan.Berusaha kuat dan tegar di depan orang lain dan rapuh saat sendirian.Merubah ekspresi nya dalam sekejap, tidak ingin siapa pun tahu tentang apa yang sebenarnya dia rasakan.Orang lain bahkan orang tuanya sendiri tidak akan mengetahui semuanya.Hanya dia yang mengerti apa arti kesedihan yang mendekap nya terus menerus dan enggan melepaskan nya walau hanya sedetik.


__ADS_2