
"Capek banget!!!.."
"Akhirnya kelar setelah beberapa hari ini sibuk terus."
Zahra duduk di pinggir kasur setelah menutup laptopnya karena laporan yang dia buat telah selesai.
"Hari ini tugas udah selesai semua,mau ngapain ya setelah ini?."
Saat Zahra sedang melihat lihat beranda sosial medianya, sebuah panggilan masuk mendarat di layar ponsel nya.Nama kontak Aryan tertera jelas.Zahra segera mengangkat telpon Aryan.
"Halo Yan,ada apa tumben kamu nelpon?."
Kalau gak ada apa-apa,apa aku gak bisa telpon kamu.
"Ya bisa dong,cuma kan biasanya kamu kalau nelpon pasti ada hal yang mau dibahas atau ada urusan penting gitu!."
Gak ada kok aku cuma mau denger suara kamu aja,emang gak boleh?.
"Bukan begitu maksud aku, cuma kan kali ini mendadak aja gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba kamu nelpon.Apa kamu gak punya alasan gabut atau apalah gitu?."
Kalau alasan nya kangen boleh gak ya?.
"Seriusan dikit napa!."
Apa kamu pikir aku bercanda?.
"Terus apa dong kalau bukan?."
Ya ampun Zahra aku tu serius tau gak,aku kangen sama kamu.
"Kamu nelpon aku cuma mau bilang kangen doang."
Iya...
"Emang kalau Lo telpon gue kangennya bakal ilang?."
Yang pastinya nggak,tapi setidaknya berkurang sedikit.
Zahra hanya bisa senyum-senyum sendiri mendengar ucapan Aryan.
Kok diem,masih disana kan?.
"Masih kok,ni hadir."
Kamu udah makan?.
"Belum sempat karena tugas aku numpuk."
Kok bisa udah jam segini kamu belum makan sih?.Biasanya tante Ratih selalu ingetin kamu makan,bahkan sampai bawain makanan ke kamar kalau kamu lagi sibuk.
"Kamu masih ingat?."
Jelas aku ingat,kan yang bantuin kamu ngerjain pr dulu kan aku.
"Iyaiya kamu memang yang terbaik bahkan sampai saat ini."
Tapi kamu belum jawab lho kenapa tumben-tumbenan Tante Ratih gak ingetin kamu.
"Karena ibu gak disini!."
Emang tante Ratih pergi kemana?.
"Bukan ibu yang pergi,tapi aku!."
Kamu?
"Iya aku yang pergi."
Emang kamu pergi kemana?.
"Aku ada tugas dari kuliahan,jadi untuk sementara ke luar kota buat nyelesaiin penelitian aku."
Kamu sekarang dimana?.
"Di Bandung."
Kok kamu gak kasih tau aku?.
"Emang kenapa?."
Aku juga lagi di Bandung!.
"Kamu serius?."
Iya ngapain juga aku bohongin kamu, gak ada untungnya!.
"Kamu udah lama di Bandung?."
__ADS_1
Sekitar seminggu,kamu sendiri?.
"Baru empat hari."
Tugas kamu udah selesai?
"Udah kok,baru selesai."
Terus kamu berencana pulangnya kapan?
"Mungkin tiga hari kemudian."
Kamu mau genapin seminggu?.
"Iya karena aku check in untuk satu Minggu.Sayangkan di tinggal begitu aja."
Terus apa rencana kamu selama beberapa hari ini?.
"Apa lagi kalau bukan jalan jalan!".
Tangkuban perahu?.
"Pilihan yang bagus."
Mau bareng?.
"Nanti dulu,aku mau tanya."
Apa?.
"Kamu sendiri ngapain di Bandung?."
Temen aku juga ada tugas di Bandung,terus minta di temenin.
"Oh gitu,terus besok dia gak mau ikut?."
Kayak nya enggak sih, soalnya dia masih banyak tugas yang perlu di kerjakan.
"Bye the way, kamu nginap dimana?."
Di hotel Bali indah.
"What! kamu serius?."
Kenapa gak percaya,perlu aku video call.
Terus kenapa reaksi kamu begitu tadi?.
"Soalnya aku juga di hotel Bali indah."
Masa sih,kok bisa kebetulan banget.
"Aku juga gak tau."
Jangan-jangan kamu nguntit aku lagi ya?.
"Apaan sih, siapa juga yang nguntit kamu?.Kan sebelum kamu ngasi tau kalau kamu ada disini, kan aku udah jelasin apa tujuan aku ke Bandung.Lagian kenapa kamu ngomong nya nguntit lagi,kapan aku pernah nguntit kamu?."
Kamu udah lupa, perlu aku ingetin."
"Apa yang mau kamu ingetin?."
Kejadian waktu di mall.
"Waktu itu aku kan udah jelasin sama kamu kalau aku gak nguntit,kok kamu terus terusan mojokin aku sih!".
Aku bukannya mojokin kamu,tapi kan emang bener kalau waktu itu kamu nguntit.
"Kalau aku bilang nggak,ya nggak dong.Kok kamu suka banget menuduh orang lain."
Okeoke kamu gak salah,ini semua aku yang salah.Jadi kamu sekarang nginap di kamar nomor berapa?.
"Kamar nomor 37 di lantai dua."
Aku kesana boleh kan?.
"Ngapain juga kamu ke kamar aku?."
Ya mau ketemu kamu lah,kan tadi aku bilang kangen.
"Gak usah gak usah, ngapain juga kamu kesini?."
Bener nih,tapi aku udah di depan pintu lho.
"Udah deh gak usah bercanda,aku juga gak percaya."
Kenapa kamu gak percaya?.
__ADS_1
"Kan gak mungkin secepat itu kamu tiba di depan kamar kamu?."
Gak percaya?.
"Nggak lah."
Aku ketuk nih.
"Terserah."
Tok.. tok... tok.. tok..
"Kamu beneran di depan pintu."
Kan aku udah ngomong dari tadi.Udah buruan bukain pintu,capek nih berdiri terus.
Zahra berjalan ke arah pintu dan membuka pintu kamarnya.
"Aku kira kamu bercanda."
"Dari tadi aku ngomong di telpon kamu selalu anggap kalau aku bercanda kan."ucap Aryan sambil memutuskan telpon, karena Zahra sudah berada di depannya.
"Emang iya."
"Dasar kamu ya,gak pernah nanggepin omongan orang lain dengan serius!."
"Salah kamu sendiri karena terlalu humoris,makanya aku jadi kepikiran kamu bercanda terus walaupun kamu serius."
"Oke,mulai saat ini aku gak bakal pernah bercanda lagi sama kamu."
"Ih apaan sok serius,kalau kamu ubah penampilan kamu jadi sok cool yang ada kamu mirip sama tiang listrik yang ada di pinggir jalan."
"Kamu samain aku sama tiang listrik."
"Iya kalau selera humor kamu hilang."
"Kalau gak hilang gimana?."
"Ya kamu tetap jadi Aryan dong."
"Terserah,ayo ikut aku."
"Kemana?."
"Ikut aja banyak tanya lagi?."
"Bentar kunci kamar dulu."
Zahra mengunci kamarnya dan mengikuti langkah Aryan dari belakang.Mereka keluar dari hotel dan berjalan ke sebuah rumah makan yang ada di seberang hotel.
"Kita ngapain disini?."
"Gak tau,bajak sawah kali ya."
"Gak lucu ini kan tempat makan."
"Kamu udah tau ini tempat makan,masih aja nanya kita ngapain kesini!."
"Hmmmm.."
"Ayo masuk, ngapain berdiri disini.Bukannya tadi ada yang katanya belum makan ya."
"Iya sih aku laper banget."
"Ya udah ayo buruan, ngapain kamu jadi patung disitu."
"Eh iya."Zahra langsung menyusul Aryan yang sudah berada di depan pintu rumah makan.
"Mas sini mas."
"Iya mas mau pesan apa."
"Pesan!."perintah Aryan kepada Zahra.
"Kamu aja."
"Kan yang mau makan kamu."
"Iya deh iya.Kamu mau apa biar aku sekalian pesan."
"Sama aja kayak kamu biar cepat."
"Okey."Zahra menulis pesanan di buku notes yang di pegang pelayan itu.
"Sebentar ya mba."
"Iya mas."
__ADS_1
Mereka berbincang sambil menunggu makanan datang.