
Kenapa aku bisa malu hanya karena ucapan Yazdan..
Yang dia katakan juga fakta dan biasa saja..
Berarti aku nya yang terlalu baper..
Ya ampun Zahra kenapa sih kamu gak bisa mengendalikan diri kamu di depan Yazdan.
Kalau begini caranya gimana aku ketemu Yazdan nanti,pasti canggung banget..
Zahra menepuk-nepuk kepalanya menyadari betapa bodoh nya dirinya di depan Yazdan.
Saat sedang sibuk bertengkar dengan batinnya sendiri,Zahra melihat Safira di tepi jalan sepeda sedang bertengkar.
"Lho Safira ,kenapa dia bisa ada disini, berantem lagi.Bukannya tadi lagi mager di rumah."
Dia memarkirkan mobilnya ke tepi jalan sebelum menemui Safira menanyakan permasalahan nya dengan jelas.
"Safira ada apa?."tanya nya langsung setelah menghampiri temannya itu.
"Ini orang tua penipu,dia pura-pura ketabrak terus minta ganti rugi."
"Hey kamu jangan sembarangan memfitnah orang ya,kalau kamu salah ngaku aja.Jangan malah memutar balikkan fakta."sela seorang ibu-ibu disana.
"Kamu pasti temannya kan dari tadi sewot minta ganti rugi,emang berapa persen bagian yang dia kasih buat kamu."sanggah Safira.
"Kalian lihat kan dia sudah salah bukannya mengaku malah sesukanya menuduh orang lain."ibu-ibu itu terus memprovokasi para warga sekitar agar menyalahkan Safira.
"Udah lah mba tanggung jawab aja, tinggal. ganti rugi apa susahnya sih."ucap salah satu warga.
"Gampang kok ganti rugi,tapi kalau saya setuju ganti rugi berarti itu menjelaskan bahwa saya bersalah dan saya tidak mau mengakui sesuatu yang tidak saya lakukan."jawab Safira.
"Alah bilang aja kamu mau lari dari tanggung jawab."
"Kok kamu makin nyolot sih."
"Saya hanya minta keadilan kamu harus bisa membedakan,benarkan bapak-bapak ibu-ibu."
"Iya neng tanggung jawab aja."sahut salah satu bapak penarik becak.
"Saya gak mau."
"Kenapa kamu gak mau?."
"Karena saya gak salah."
"Udah stop,coba ceritakan detail kejadian nya."
"Memang kamu siapa?."
"Saya bukan siapa-siapa tapi saya tahu sedikit soal hukum."
"Apa kamu seorang polisi atau hakim?."
"Bukan."
"Sudah tidak usah ikut campur kalau kamu tidak punya hubungan apa-apa disini."
"Kamu saja yang cerita!."ucap Zahra kepada Safira berpura-pura tidak kenal.
"Lebih baik kamu pergi jika tidak berkepentingan."
"Kalau anda tidak mau menceritakan,jangan menghalangi orang lain untuk menceritakan kejadian sebenarnya.Atau memang benar seperti yang dia katakan bahwa kalian adalah penipu."
"Jaga ucapan kamu ,siapa yang kamu sebut penipu."
"Baiklah sudah sampai seperti ini lebih baik kita ke kantor polisi untuk menyelesaikan semuanya."
"Benar begitu juga boleh."ucap bapak tukang becak tadi.
__ADS_1
"Kenapa harus ke kantor polisi,apa kalian tidak lihat teman saya sudah separah ini."
"Kenapa apa anda takut?."
"Saya tidak takut,tetapi saya hanya mengkhawatirkan keadaan teman saya."
"Apa yang anda khawatir kan?."
"Saya khawatir kalau kondisi teman saya akan semakin memburuk."
"Kenapa kamu beranggapan seperti itu?."
"Ya saya cuma khawatir aja."
"Kami akan menjamin teman kamu tidak kenapa-napa.Ayo ikut ke kantor polisi."
"Tidak tidak saya tidak kenapa-napa,tidak usah ke kantor polisi."Kedua penipu itu pergi menjauhi kerumunan.
"Huuu penipu..."Seluruh warga menyoraki mereka.
Zahra menarik tangan Safira menjauh dari kerumunan.Mereka pergi ke sebuah warteg yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Dua gelas teh manis dingin Bu."Zahra memesan minuman dan mulai mengintrogasi Safira mengenai kejadian tadi.
"Ini neng."
"Minum dulu fir."
"Thanks Za udah bantuin aku."
"Kenapa kamu bisa bertengkar dengan mereka."
"Mereka tu penipu,untung nya aku gak mudah di tipu."
"Kamu harus hati-hati Fir,jaman sekarang banyak modus-modus penipuan."
"Iyaiya,aku cabut ya soalnya dari Bandung belum pulang ke rumah."
"Hati hati,titip salam buat Tante Ratih."
"Iya aku duluan ya."
Safira hanya mengangguk.Zahra keluar dari warteg menuju mobilnya.Tetapi saat dia melihat mobilnya hampir si derek dia berlari secepat nya menghentikan mereka.
"Pak pak berhenti pak,itu mobil saya."
"Udah tau di larang parkir sembarangan,tapi masih aja parkir di pinggir jalan."
"Iya pak saya minta maaf pak."
"Cepat bawa mobilnya."
"Iya pak iya,makasi ya pak."
Zahra masuk ke dalam mobil dan menjauhkan mobilnya dari derek itu.
"Hampir aja.Baru sebentar parkir eh udah mau di derek aja ni mobil."
"Langsung balik aja deh biar aman."
Sesampainya di rumah Zahra mencium tangan ibunya dan mengeluarkan oleh oleh yang dia beli di Bandung.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam.Sini ayah bawain kopernya."
"Gak usah yah,Zahra aja gak berat kok."
Zahra menenteng kopernya ke dalam rumah.
__ADS_1
"Udah makan Za."
"Belum Bu."
"Makan bareng dulu yuk."
"Ntar aja bu,Zahra mandi dulu."
"Selesai mandi langsung ke ruang makan,jangan tidur dulu."
"Iya Bu,ayah sama ibu makan aja duluan."
"Iya jangan lama-lama mandinya."
"Iyaaa Bu,selesai mandi Zahra langsung makan kok..."
"Kalau kamu lama,ntar ampela balado nya ayah sama ibu abisin."
"Jangan dong yah tinggalin Zahra."
"Iyaiya gak bakalan di abisin kok."
"Makanya buruan mandi biar gak di habisin."
"Oke 15 menit aja."
Zahra masuk ke kamar dan mulai mengemasi barang-barang bawaan nya.Setelah selesai dia mandi dan membersihkan diri.
"Memang mandi yang bisa menghilangkan rasa lelah."ucap Zahra sambil mandi.
Selesai mandi dia berpakaian dan menuju ruang makan sesegera mungkin.
Melihat sudah tidak ada orang di meja makan lagi,dia hanya bisa makan sendiri.
30 menit kemudian.
"Udah selesai za?."
"Udah Bu!."
"Katanya 15 menit sekarang sudah setengah jam."
"Hehehe yang penting udah selesai buk."
"Kamu langsung makan aja."
Zahra membuka tudung saji penutup makanan di meja makan.
"Makanan kesukaan aku semua, bisa mati kekenyangan aku kalau menu nya begini terus."
Zahra mulai menyendok nasi dan ampela balado kesukaannya.
"Enak banget."
Memang benar apapun ceritanya jika kita di hidangkan makanan kesukaan,walau pun dalam keadaan kenyang pasti akan menjadi lapar.
"Makasih ya Bu,udah di buatin makanan kesukaan Zahra."
"Iya sayang jangan lupa habisin."
"Tenang aja Bu gak bakalan bersisa."
Zahra makan dengan lahap, lantaran sudah seminggu dia tidak makan masakan rumahan.Apapun cerita nya kalau ibu kita yang masak pasti menjadi semakin lezat.
"Udah kenyang,waktunya istirahat santai."
Zahra kembali ke kamar untuk istirahat.Di Bandung dia tak bisa beristirahat penuh karena banyak nya kegiatan yang harus dia kerjakan.
Tiba di rumah adalah hal yang sangat membahagiakan bagi nya.
__ADS_1