
"Mobil kita parkir disini, untuk keatas kita akan menanjak sedikit."
"Berjalan hati-hati dan saling bergandengan perhatikan langkah kaki kalian jangan berjalan terlalu dekat ke tepi jurang."
"Jalanan pun sedikit licin akibat hujan yang baru turun tadi pagi."
"Ayo kita mulai ke atas dan ingat jangan berjalan sendirian."
Setelah beberapa peringatan dari Dafi mereka mulai menanjak dengan hati-hati.Biasanya menanjak ke atas tidak sulit hanya saja setelah hujan turun jalan menjadi sedikit licin.Bila tidak berhati-hati bisa saja terpeleset.
"Kenapa kita gak ngecamp di bawah aja fi? kan kalau disana lebih aman!."
"Katanya nya di atas sana view nya bagus banget."
"Kita mungkin mudah mencapai ke atas,tapi buat anak cewe pasti sedikit kesulitan."
"Susah sedikit itu akan terbayarkan jika tiba di atas."
"Ahhh....hampir saja."
"Hati-hati dong Za,untung gue peganging kalau gak Lo bisa jatuh ke curang!."
"Makasi ya Rin."
"Lo pegangan aja terus sama gue,jangan di lepas."
"Iya Rin."
Mereka tiba di lokasi saat matahari sudah sepenuhnya tenggelam.Dafi menugaskan semua anggota untuk membangun tenda. Sementara dia mengajak Rahman untuk mencari sebuah ranting yang cukup panjang untuk di jadikan tiang penyangga lampu.
Tak berapa lama perkemahan mereka pun selesai.Tak ada api unggun yang mereka buat pasalnya semua ranting di sekitar perkemahan basah akibat diguyur hujan.Suhu yang cukup dingin membuat mereka mau tak mau harus mengenakan pakaian setebal mungkin.Mereka duduk membentuk lingkaran dan saling berhadapan.Tak ada hal yang bisa mereka lakukan kecuali bercengkrama menceritakan cerita masing-masing.
Andre yang sedari tadi sudah menahan diri untuk tidak memanggil Salsabila akhirnya memegang tangan Salsabila dan mengajak nya sedikit menjauh dari anak anak yang lain.
"Apaan sih Lo narik gue?."
"Gue mau minta maaf sama Lo."
"Minta maaf gak harus narik-narik gue segala!. Lo kan bisa aja langsung ngomong!."
"Maafin gue Sal."
"Kenapa Lo minta maaf?."
"Karena gue tau gue salah."
"Emang apa kesalahan Lo?."
"Gue nyesel ngomong hal waktu itu sama Lo..."
"Emang apa yang Lo omongin?."
"Lo kok nanya gue mulu,Lo niat maafin gue gak!!."
"Gimana gue mau maafin Lo,gue aja gak tau Lo minta maaf karena apa?."
"Gak mungkin Lo lupa,inikan baru beberapa hari setelah kejadian itu."
"Ya emang gue lupa?."
"Gak mungkin secepat itu lo ngelupain nya?.Gue tau kata-kata gue waktu itu emang gak pantes tapi Lo gak usah pura-pura lupa!."
"Kenapa gue harus berpura-pura lupa? Emang Lo kira semua kejadian yang berhubungan sama Lo itu penting buat gue,makanya Lo maksa gue buat inget semuanya!!."
"Lo kok berubah sih,ini bukan diri Lo yang dulu?."
"Terus menurut Lo gue yang dulu itu gimana? apa seperti orang bodoh yang selalu ngejar-ngejar Lo dan yang pernah menurunkan harga diri nya sendiri dengan menerima semua penghinaan yang Lo kasi sama gue.Itu yang Lo maksud!!!."
"Sal gue gak ada maksud kayak gitu,Lo berfikir nya kejauhan!."
__ADS_1
"Gue yang berfikir terlalu jauh...emang sih gue yang berfikir berlebihan dan terus ngejar Lo dulu berharap suatu saat Lo bisa terima gue!! Ternyata gue salah!!.Ah udah la gak ada gunanya ngomong sama orang kayak Lo."
"Sal...sal.. tunggu sal..."
"Apa lagi sih ah.."
"Gue serius minta maaf sama gue tau gue salah gak seharusnya gue ngeredahin Lo!."
"Gue udah maafin Lo,minggir jauh-jauh dari gue!."
Salsabila kembali ke perkemahan meninggalkan Andre di belakang sendirian.
"Ngapain tu si Andre?."tanya Karina begitu Salsabila kembali.
"Biasa..."
"Dia minta maaf?."
"Ho'oh.."
"Terus Lo maafin?."
"Iya..."
"Kok dimaafin sih?."
"Gue udah suruh dia jaga jarak dari gue."
"Gimana cara Lo ngomong nya?."
"Lumayan keras sih,mungkin dia bakal benci sama gue!."
"Aduh gue jadi penasaran gimana adegan yang tadi,coba aja gue buntutin pasti bakalan ada pertunjukan seru!!."
"Lo kalau liat orang berantem senang amet Rin!."
"Eh..eh..eh Andre balik tuh!."
"Liat wajah nya Rin,kusut banget.Emang tadi Lo ngomong apa sih Sal?."
"Ya ngomong fakta dan sewajarnya aja."
"Jadi kasian gue?."
"Hahaha biar dia tahu rasa dan bisa menghargai orang lain."
Disaat itu juga Dafi menyadari wajah Andre yang lesu tak bersemangat.
"Nape Lo,kayak kurang makan aja!."
"Gue ke tenda duluan ya!."
"Lah lah kenapa buru-buru amat?."
"Gue ngantuk!."
"G*la main pergi aja!."
"Emang Lo ngapain Andre Sal?."
"Menurut Lo apa yang bisa gue lakuin? Yang ada dia yang takut nya ngapa-ngapain gue!."
"Ya kalau dia yang ngapa-ngapain Lo,pasti dari tadi Lo itu udah nangis!."sambung Rahman.
"Sok tau banget sih Lo!."sambung Zahra.
"Ya kan perempuan emang gitu!."
"Kalau Lo mau tau ya susul aja temen Lo ke tenda,suruh dia cerita!.Gue mah bodo amat."julid Karina.
__ADS_1
"Udah ah ngapain ribut,lagi kumpul gini malah berantem."
"Fi gue susulin Andre dulu ya,takut kenapa-napa."
"Oke-oke.."
Di tenda
"Kenapa Lo kesini?."
"Ya karena lo!."
"Lo khawatir sama gue?."
"Lo kenapa sih boy?."
"Salsa..."
"Emang dia kenapa?.Lo udah minta maaf kan?."
"Udah kok!."
"Kalau dia maafin Lo terus wajah Lo kenapa tetap kusut?."
"Emang dia maafin gue,tapi kayak nya penggemar gue bakal ilang satu!."
"Maksud Lo dia udah gak suka Lo lagi?."
"Kemungkinan seperti itu."
"Masalah nya?."
"Kata-kata gue waktu itu.Sebenarnya gue gak masalah mau dia tetap suka gue atau nggak.Tapi situasi gue sekarang jadi canggung, walaupun dia udah maafin gue tetap aja gue gak enak sama dia."
"Itu artinya Lo udah mulai suka sama dia!."
"Gak mungkin lah gue suka, kalaupun iya dari dulu gue udah terima dia.Beg* banget sih?."
"Kalau Lo gak suka,Lo gak bakalan kepikiran terus tau gak!!."
"Gue cuma merasa bersalah aja makanya bisa jadi seperti ini."
"Udah lah gak usah difikirin!!! biasa aja kali,masa Lo kalah sama cewe sih boy!.Yuk keluar gabung sama yang lain!."
"Males gue, ngantuk mau tidur."
"Lemah Lo!.Gitu aja udah gak sanggup."
"Keluar keluar jangan ganggu gue!."
"Yang begini ni yang gak bisa jadi temen!."
"Ribut Lo, buruan keluar."
"Tapi kalau dia gak ngejar Lo lagi kan bisa aja Lo yang ngejar dia!."
"Berisik!!."
"Apapun keputusan Lo gue bakal dukung."
"Keluar atau gue lempar ni!!."
"Galak amat,hahaha....."
Rahman keluar dari tenda.Andre mulai memikirkan semua perkataan Rahman.
"Masa iya gue suka,paling juga karena rasa bersalah gue aja."
Tanpa Andre sadari dia mulai menyukai Salsa.
__ADS_1