Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
25.GU Community


__ADS_3

"Jumlah suara untuk selfless volunteer community ada 5, untuk Perema ada 4,dan geovanile unity ada 7..artinya nama komunitas baru kita sekarang adalah Geovanile Unity atau kita singkat menjadi GU community, gimana pendapat para anggota apakah ada yang kurang setuju???."


"Tapi ketua apa arti dari Geovanile Unity?."


"Geovanile Unity diambil dari bahasa Italia yang artinya persatuan pemuda...saya rasa nama ini juga sangat menarik untuk menjadi identitas komunitas baru kita.."


"Saya setuju ketua..."


"Saya juga setuju ."


"Baiklah karena tidak ada yang keberatan maka hari ini pada tanggal 24 Mei 2021 GU Community resmi berdiri.."


Sontak semua anggota komunitas bertepuk tangan.Mereka mulai merencanakan menata ulang sistem keorganisasian mulai dari pemilihan ketua, sekretaris dan bendahara semua akan di adakan pada Rabu sore.Hal ini dikarenakan langit sudah mulai gelap dan tidak memungkinkan untuk melanjutkan rapat.Untuk sementara tetap Dafi yang akan memimpin komunitas sebelum tiba hari pemilihan ketua baru.Dafi mulai membubarkan rapat dan anggota komunitas mulai berpencar ke tujuan masing-masing.


Zahra bergegas pulang karena sedari tadi dia sudah malas berada di satu ruangan yang sama dengan orang yang membuat nya kesal setengah mati.


"Zahra.."tiba tiba Dafi memanggilnya dan membuat nya harus mengalihkan pandangannya ke belakang.


"Iya fi..."Saat dia melihat ke belakang dia menemukan Dafi bersama Yazdan sedang berjalan mendekat ke arah posisi dia berdiri.


"Lo langsung balik Za?."


"Iya..emangnya kenapa?."


"Gimana kalau kita makan malam bersama dulu?."


"Sama anak anak yang lain juga?."


"Anak anak mah udah pulang,tinggak kita bertiga."


"Lain kali aja fi.."Zahra langsung menolak tawaran Dafi makan malam bertiga karena dia masih merasa kesal dengan perilaku Yazdan tadi siang.


"Loh kok gitu.."


"Gue gak mood aja,lagian juga gak laper!!sorry ya."


"Jangan gitu dong Za gue ngajaknya cuman sesekali doang masa lo gak mau, itung-itung mempererat pertemanan kita sekaligus ngerayain hari jadi komunitas baru kita."


"Iya fi..tapi gue lagi gak laper.."


Yazdan masih setia berdiri di samping Dafi layaknya sebuah patung yang hanya diam dan bahkan tidak mengeluarkan satu kata pun untuk membujuk Zahra agar ikut bersama mereka.


"Ntar juga pasti Lo laper!!."


"Lo itu bukan ngajak gue tapi maksa.."


"Ya kalau Lo menanggapi nya gitu gak masalah asal Lo mau ikut."


"Ya udah deh gue ikut.."


"Nah gitu dong..let's go..."


Mereka bersama sama menuju parkiran, karena Zahra tidak bawa mobil dia hanya bisa nebeng bersama Dafi sementara Yazdan menyetir mobilnya sendiri.Suasana mereka sangat canggung lantaran Zahra yang masih enggan berbicara dengan Yazdan yang tetap dalam ekspresi datar dan perasaan tidak bersalah nya.


Hanya Dafi yang sesekali mengajak mereka berbicara tetapi pada akhirnya mereka lebih banyak diam.Hingga pelayan restoran datang mengantar daftar menu.


"Kalian mau makan apa.."


"Beef steak.." jawab Zahra dan Yazdan bersamaan.


"Minum?..."


"Orange juice.."Jawab mereka lagi serentak.Mereka saling menatap karena merasa aneh kenapa mereka memiliki pesanan yang sama sementara Dafi hanya tersenyum melihat tingkah mereka.

__ADS_1


"Gak jadi... gue Green Apple aja.."pinta Zahra.


"Saya spaghetti bolognese aja mas sama orange squash."


"Silahkan tunggu sebentar ya mas.."


Dafi hanya mengangguk.Dia kemudian menatap Zahra dan Yazdan bergantian dan niat jahilnya mulai muncul.


"Ternyata kalian punya selera yang sama.."


"Cuma kebetulan.."jawab Zahra secepat mungkin karena tidak terima disamakan dengan Yazdan.


"Kalian kenapa sih kayak ada dendam keturunan,jangan jangan Lo udah nembak Zahra tapi di tolak ya atau kalian udah pacaran dan sekarang lagi berantem jadinya diam diaman."


"Gak usah ngawur Lo.."


"Pikiran Lo terlalu jauh.."


"Kalian tau gak kalau kalian itu bukan hanya punya selera yang sama tapi kalian juga punya sifat dan wajah yang hampir mirip.."


"Mirip??..emang emaknya dia emak gue apa?."


"Ya kata orang kalau mirip bisa jadi jodoh Lo."


"Ogah gue di mirip-miripin sama dia.."


"Oyy emang gue mau disamain sama Lo,gak usah kepedean deh.Dari tadi ngoceh terus, kayak gue mau disamain sama Lo aja"Ucap Yazdan yang sedari tadi hanya diam.


"Siapa juga yang kepedean?."


"Kok jadi berantem,kita kan mau makan bareng...udah ah kayak bocil aja!!."


Pelayan restoran tiba dan membawa pesanan mereka tadi.


"Iya makasi ya mas.."


"Apa kegiatan Lo sekarang Za?."


"Perasaan Lo nanya ini udah 2 kali deh?.Gue ikut advokat khusus.."


"Hehehe....Mau jadi pengacara Lo.."


"Rencana gitu.."


"Gue doain semoga apa yang Lo cita citain tercapai."


"Makasi banget buat doanya....Lo sendiri?."


"Gue setelah lulus S1 manajemen gak tau lagi mau ngapain.."


"Lho emang Lo ngambil manajemen bukan kemauan Lo sendiri.."


"Gue ikut kemauan orang tua gue,supaya ada yang bantuin bokap di kantor."


Ntah kenapa tiba tiba Zahra merasa ingin bertanya mengenai hidup Yazdan.


"Lo sendiri?."


Seketika suasana hening dan canggung hingga akhirnya Yazdan mulai menjawab pertanyaan Zahra.


"Gue gak ada pencapaian."


"Maksud Lo.."Zahra tidak tahan untuk tidak terus bertanya.

__ADS_1


"Gue punya cara gue sendiri untuk hidup dan gak ada satu orang pun yang bisa nentuin hidup gue!!."


"Bahkan orang tua Lo sekalipun."


"Ya... tanpa terkecuali."


"Terus apa tujuan hidup Lo..."


"Lo banyak nanya...jangan jangan Lo mulai suka sama gue.."


Kata kata Yazdan sukses membuat Zahra tersedak.


"Lo minum dulu Za..."ucap Dafi sambil memberikan segelas air putih.


"Gue ngomong gitu aja Lo udah keselek."


"Gue nanya serius,Lo malah jawab ngawur ternyata sifat ngeselin Lo itu gak bisa hilang ya."


"Yang Lo kebanyakan tanya itu buat apa kalau bukan karena lo perhatian dan artinya Lo mulai suka sama gue."


"Serah Lo..."


"Udah ah kalian berantem mulu.."


Tiba tiba ponsel Dafi berdering.


"Halo..."


"Iya ma..oke Dafi langsung kesana.."


"Sorry ya gue cabut lebih dulu....ada keperluan mendesak."


"Santai aja.."


"Gak papa ya Za.."


"Iya gak papa kok."


"Dan gue minta tolong Lo anter Zahra ya.."


Yazdan hanya mengangguk tapi keburu di bantah Zahra.


"Gak usah gak usah gue naik taxi aja.."


"Ini udah malem Za taxi juga gak bakal lewat.. kamu sama Yazdan aja."


"Gue bisa minta di jemput.."


"Lo sama Yazdan aja, oke gue cabut dulu ya!!."


"Tolong ya Dan!!"


"Oke."


Dafi membayar tagihan dan kemudian keluar restoran dengan terburu buru.Sekarang tinggal Zahra dan Yazdan dalam posisi canggung.


"Ayo.."


"Kemana?."


"Emang Lo mau nginap disini."


Yazdan berjalan lebih dulu dan meninggalkan Zahra di restoran.Zahra pun langsung mengikuti ke luar restoran.

__ADS_1


__ADS_2