
Keesokan harinya...
^^^Za kamu ada waktu hari ini?.^^^
Ada,emang kenapa Dan?.
^^^Aku mau ajak kamu jalan.^^^
Kemana?.
^^^Ada deh!.^^^
Kalau kamu gak mau ngasi tau,aku gak ada waktu deh.
^^^Kok gitu?.^^^
Karena aku lagi mager kalau hanya sekedar berkeliling-keliling.
^^^Terus kamu mau kemana?.^^^
Gimana kalau ke taman bermain aja?.
^^^Apa buka,ini kan hari Selasa?.^^^
Ya kalau gak buka kita tinggal cari tempat yang lain aja.
^^^Kamu tuh ya kalau ngomong gampang amat.^^^
Kan gak mungkin mau ngomong aja di persulit.
^^^Ada aja jawaban nya,gak pernah mau kalah.^^^
Emang siapa di dunia ini yang mau kalah begitu aja?.
^^^Iya iya terserah kamu deh.^^^
Wkwk,jadi gimana ni mau kemana?.
^^^Bioskop?.^^^
Jadwal hari ini film apa?
^^^Horor movie yang judulnya jail*ngkung itu.^^^
Kayak nya seru deh,oke kita ke bioskop aja.
^^^Nanti jam 4 sore aku jemput kamu.^^^
Yakin masih mau datang ke rumah?.
^^^Ayah kamu ada di rumah?.^^^
Iya,kamu berani?.
^^^Tenang kali ini aku bakal buat persiapan.^^^
Kita liat aja,kamu bisa lolos nggak.
^^^Oke kamu tinggal tunggu aja.^^^
^^^Ingat jam 4 kamu harus udah selesai.^^^
Iyaiya bawel amat.
^^^Karena kamu kebiasaan pasti lama banget persiapan nya.^^^
Setelah saling mengirim pesan Yazdan mulai membaca kembali artikel tentang perasaan yang dia buka semalam.Dia terus mendalami bacaan artikel itu.
"Apa ini akan berhasil menjelaskan semuanya?."
"Tapi bagaimanapun aku harus coba."
Yazdan mengambil baju kaos pink dengan jaket hitam dan jeans hitam.Baru kali ini dia merasa kencan dengan pakaian yang harus dia sesuai kan.Biasanya dia hanya mengenakan baju kaos yang di ambil acak dari lemari.Entah kenapa saat ingin berkencan dengan Zahra dia harus tampil maksimal dan tak ingin ada kesalahan sedikit pun.
"Minyak rambut,minyak wangi udah semua.Selesai!!."
"Eh tunggu jam tangan mana?."
"Ini aja hitam emas biar keliatan elegan."
__ADS_1
Yazdan keluar dari kamar dan saat itu ibunya sedang duduk di ruang tamu.
"Yazdan kamu mau kemana,tumben rapi begini?."
"Mau keluar ma bareng temen!."
"Temen kamu cewe kan?."
"Kok mama tau?."
"Ya kalau kamu keluar sama temen laki-laki kamu,pasti setelan kamu gak begini."
"Mama tau aja!."
"Yazdan,"
"Iya ma."
"Mama ikut senang kamu udah kembali seperti biasa nya."
"Hmm."
"Jangan lupa bawa menantu mama pulang,sesekali kenalin dong ke mama."
"Apaan sih ma,cuma temen Yazdan."
"Kamu gak bisa bohong Yazdan mama tau dia hanya teman kamu,tapi kamu suka dia kan?."
"Iya ma,mama emang yang paling ngerti Yazdan."
"Kamu harus lebih berjuang,jangan biarin menantu mama hilang lagi."
"Kali ini Yazdan gak bakal lepasin ma."
"Mama doa'in kamu biar berhasil."
"Thanks ma."
"Jangan lupa lain kali bawa dia pulang, kenalin sama mama."
"Iya ma."sambil berteriak.
Di depan rumah Zahra.
"Bismillahirrahmanirrahim."
Tok..tok..tok..tok...
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam.Eh nak Yazdan ayo masuk."
"Makasih Tante."
"Duduk dulu tante panggilin Zahra."
"Iya Tante."
"Siapa tamunya Bu."
"Ini yah temennya Zahra yang kemaren."
Berjalan ke ruang tamu dan menghampiri Yazdan.Sementara Ratih sudah ke dapur untuk membuat minuman.
Sebelum ayah Zahra menginterogasi, Yazdan lebih dulu buka suara.
"Ini om tadi sebelum kesini Yazdan mampir beliin martabak,semoga om suka."
"Kamu mau menyogok saya dengan sebungkus martabak ini."
"Nggak kok om,ini cuma Yazdan kebetulan liat martabak dan langkah beli deh keinget sama om."
"Jadi maksud kamu kalau di perjalanan ke rumah saya gak ada jual martabak,jadi kamu datang tidak bawa apa-apa begitu."
Susah banget sih ngelawan ini orang tua..
"Gak gitu juga om."
"Jadi yang kamu beli ini martabak apa?."
__ADS_1
"Kacang coklat om."
"Syukur ini martabak kesukaan saya, kalau tidak kamu tidak saya izinkan masuk."
"Jadi om saya boleh ajak Zahra jalan."
"Siapa yang sudah kasi kamu izin?."
"Jangan berfikir saya semudah itu di bujuk dengan martabak."
"Sumpah om saya gak niat buat jadiin martabak ini sebagai barang sogokan.Niat saya kesini cuma mau minta izin om karena saya mau ajak Zahra keluar."
"Kamu mau bawa anak saya kemana?.Kamu masih ingat perkataan saya sebelumnya."
"Kalau om bisa memberikan restu saya bisa langsung setuju om."
Sepertinya anak ini benar-benar pria sejati.Baiklah aku tidak akan menghalangi hubungan nya dengan Zahra.Semakin cepat mereka dekat semakin cepat aku melihat kebahagiaan Zahra..
Suryo tersenyum licik.
"Om saya boleh ajak Zahra?."ucap Yazdan sambil mengibaskan tangan di udara.
"Ah kamu mau bawa anak saya."seketika sadar dari pemikiran nya.
"Iya om."
"Baiklah,tapi kamu harus ingat jangan sampai terjadi sesuatu terhadap anak saya."
"Baik om saya janji."
"Yazdan ayo!."Zahra tiba-tiba muncul dan mengajak Yazdan pergi.
"Eh ini anak bukan pamit sama ayah langsung mau pergi aja.Emang ayah udah jadi izin?."
"Gak minta izin juga pasti ayah izinin."
Yazdan menatap Suryo dan Zahra secara bergantian.
Apa aku di kerjain sama ayah nya Zahra ya?
Ternyata ni orang tua pinter banget ngerjain orang lain.
Tunggu waktu nya tepat,aku akan balas kamu..
"Yazdan hei, Yazdan."
"Ah iya Za,."
"Ayo buruan,nanti tiketnya keburu abis."
"Oh ayo."
"Eh eh kamu gak pamit juga."
"Oh iya om saya pamit ya,anak nya dibawa dulu nanti saya kembalikan."
"Emang kamu fikir anak saya barang bisa di bawa dan di kembalikan sesuka hati."
"Om jangan lupa kesepakatan kita,tadi saya sudah berjanji dan om juga yang buat persyaratan nya.Ingat om laki-laki sejati selalu memegang teguh janjinya."
Dasar bocah sial,beraninya menjebak ku dengan kata-katanya..
Awas kamu lain kali tidak akan kubiarkan lolos.
Yazdan dan Zahra naik ke mobil dan melambaikan tangan nya kepada kedua orang tuanya.Sejak keluar dari rumah Zahra Yazdan tak henti hentinya tersenyum.Dia menertawakan kekalahan Suryo tadi.Dia sangat puas dengan ekspresi kesal yang tercetak jelas di wajah Suryo.
"Yazdan."
"Hmm."
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri?."
"Gak papa kok cuma teringat hal lucu aja."
"Kamu gak lagi ketawain ayah kan."
"Nggak kok, ngapain juga aku ngetawain ayah kamu kan dosa."
"Awas aja kalau sampai aku tahu kamu sedang menertawakan ayah ku."
__ADS_1
Yazdan masih tersenyum sendiri sambil menyetir mobilnya.