Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
49.Panik


__ADS_3

"Guys ayo bangun, buruan bangun!!."


"Kenapa pagi-pagi Lo teriak dan panik gitu?."


"Rhesa ngilang!!.Dia gak ada di tenda."


"Lo serius?."


"Kok bisa sih?."


"Gue juga gak tau,kemaren dia tidur bareng gue.Pas gue bangun dia nya udah gak ada!."


"Lo udah cari di sekitar sini?."


"Udah tapi gue gak ketemu!.Gue takut dia kenapa-napa...Buruan bantuin cari jangan cuma nanya doang!."


"Ya udah kita bangunin anak anak yang lain,kita cari sama-sama ya!."


Mereka berempat segera membangun anak anak yang lain dan memberitahu kan bahwa salah satu teman mereka telah hilang.Semuanya terlihat panik dan kacau.Mereka kukuh pada pemikiran mereka masing-masing.Ada yang berprasangka kalau Rhesa diculik,ada juga yang berpendapat bahwa dia sudah pulang terlebih dahulu karena suatu alasan.


"Udah udah gak usah ngeluarin pendapat,kita berpencar cari Rhesa disekitar sini."ujar Dafi.


"Ketemu gak ketemu nya kita kembali berkumpul di tempat ini!.Dan ingat jangan ada yang mencari sendirian.Terus berjalan berkelompok jangan sampai ada kedua kalinya yang hilang!."


Mereka berpencar mencari Rhesa ada yang masuk ke dalam hutan.Ada juga yang berpencar ke sekitar rumah warga yang tidak terlalu jauh dari perkemahan.Serta ada beberapa orang yang akan berjaga di perkemahan kalau kalau Rhesa kembali.


Mereka bertanya kepada setiap orang yang lewat.


"Pak pernah liat cewe yang di foto ini gak?."


"Gak pernah neng,emang kenapa neng?."


"Ini temen kita ngilang kalau ketemu kasi tau ya pak!."


"Oh iyaiya neng."


"Duh gimana nih guys,kita udah nanya sama para warga tetap gak ada yang tau.Gue khawatir sama Rhesa."


"Udah Lo tenang aja, Rhesa pasti ketemu kok."


"Iya kita lanjut tanya warga yang lain aja siapa tau ada yang ngeliat!!."


...----------------...


"Rhesa..... Rhesa......."Mereka berjalan menyusuri setiap tepi hutan mencari keberadaan Rhesa.


"Tunggu tunggu bro,kayak nya ini punya Rhesa deh."ucap Yusuf sambil menunjukkan syal ditangan nya.


"Lo yakin?."


"Iya kemaren gue liat dia pakai syal ini waktu di mobil."


"Berarti dia ada disekitar sini!.Kita berpencar biar lebih cepat ketemunya."


Hiks...hiksss...


"Eh kalian denger sesuatu nggak?."ucap Alvin


"Denger apaan?."tanya Dafi.

__ADS_1


"Kayak orang nangis gitu!."


"Siapa juga yang nangis di hutan ini,apa lagi gak ada seseorang pun disini!."sahut Andre kemudian.


"Lo serius denger orang nangis?."Sambung Rahman.


"Gue serius!."


Hiks...hikssss....


"Nah nah kalian denger kan?.kayak suara perempuan."


"Aduh jangan-jangan penghuni disini lagi,Ampun kak kita cuma mau nyari temen kita doang."


"Udah deh suf Lo nggak ngaur ini masih siang."


"Eh tunggu jangan-jangan itu Rhesa lagi!."


"Iyaiya Lo bener Man,kita cari asal suaranya."


"Seperti nya disana!!.Yuk buruan!."


"Mba,kenapa ya nangis disini?."ucap Rahman hati-hati.Perempuan itu mengangkat kepalanya dan ternyata itu Rhesa.


"Rhesa..."Mereka terkejut secara bersamaan lantaran wajah Rhesa yang di penuhi banyak luka.


Refleks Rhesa langsung memeluk Rahman.Dia menangis seperti sedang ketakutan.


"Lo kenapa Sa?."tanya Yusuf


Rhesa terus menangis tak menghiraukan pertanyaan Yusuf.Badan nya bergetar menandakan dia sangat ketakutan saat ini.


Dia memapah Rhesa yang masih berdiri sempoyongan.Mereka tiba di perkemahan dan anak-anak lain sudah menunggu mereka dengan khawatir.


"Rhesa Lo kemana aja gue khawatir."Rhesa mengangkat kepalanya dan membuat semua yang ada disana terkejut.


"Sa muka Lo kenapa?."


Rhesa masih diam dan enggan berbicara.Rahman mengambil segelas air dan menyuruh nya minum terlebih dahulu agar tenang.Setelah itu mereka duduk melingkar sambil menunggu Rhesa menceritakan semuanya.


"Sa kenapa Lo bisa ada di hutan dan kondisi Lo seperti ini?."tanya Zahra lembut.


"Gue takut!."


"Takut? Lo takut apa Sa?."tanya Karina penasaran.


"Gue gak tau kenapa gue bisa ada di hutan,yang gue ingat gue tidur di tenda dan tiba-tiba bangun udah di dalam hutan! Gue takut!!."jelas Rhesa terbata-bata karena masih gemetar.


"Kok Lo bisa sampai disana sih?."tanya Karina lagi.


"Ini semua salah gue udah buat kalian khawatir!."


"Maksud Lo?."tanya Rahman penasaran.


"Gue lupa ngasi tau kalian kalau aku punya kebiasaan aneh?."


"Kebiasaan apa?."tanya Rahman lagi penasaran.


"Gue suka jalan waktu tidur!."

__ADS_1


"Ya ampun Rhesa hal sepenting ini Lo gak ngasi tau kita dari awal.Syukur aja Lo sesat di hutan,kalau sampai Lo jatuh ke jurang.Gak kebayang gue!!."ujar Karina.


"Iya Sa,terus luka di wajah kamu itu dari mana?."


"Mungkin aku gak sadar menabrak ranting pohon makanya bisa ada luka."


"Ya ampun Rhesa,siksa bener sih Lo."simpati Jessy.


"Gue gak papa,Sorry ya udah buat kalian khawatir."


"Udah gak papa kok,yang penting Lo udah ketemu!."ucap Dafi


"Lo istirahat aja di tenda, sebentar lagi kita bakal masak!."Rhesa hanya mengangguk.


"Jess papah Rhesa ke tenda biar dia bisa istirahat."


Rhesa mulai merasa kan perbedaan karena sedikit perhatian Rahman.Bayangan saat dia ketakutan dan tiba-tiba memeluk Rahman membuat pipinya memerah seketika.Apalagi saat ini Rahman begitu perhatian terhadapnya. Tak ingin yang lain menyadari perubahan pada wajah nya dia segera pergi meninggalkan perkumpulan.Karena buru-buru berjalan kaki Rhesa tersandung dan dia terjatuh.Rahman yang melihat kondisi Rhesa begitu buruk berinisiatif mengantar Rhesa ke tenda.


"Udah Jess gue aja yang antar Rhesa ke tenda.Lo disini aja bantuin yang lain."


"Oke man!."


"Lo masih bisa jalan kan?."


"Bisa kok!."


"Sini gue papah Lo!!."Rhesa hanya mengangguk dan wajah nya semakin memerah.Entah mengapa dia merasa kalau Rahman begitu perhatian padanya.


Sesampainya di tenda Rahman membantu Rhesa untuk duduk.


"Kaki Lo masih sakit?."


"Sedikit!."


"Sini gue pijitin!."


"Ah nggak usah Man,gue sendiri aja!".


"Gak papa kok,sini gue bantuin."Rahman memijat kaki Rhesa pelan.Rhesa terus menatap nya yang begitu perhatian.Saat Rahman menatap kembali,Rhesa segera membuang muka.Rahman tersadar bahwa luka di wajah Rhesa belum di obati.


"Lo tunggu sebentar!."


"Iya,tapi Lo nggak perlu nungguin gue.Lo bisa gabung sama anak lain aja!!."


Rahman tak menghiraukan perkataan Rhesa.Dia terburu-buru pergi meninggalkan Rhesa.Tak berapa lama dia kembali dan membawa kotak p3k di tangan nya.


"Sini aku bantu olesin obat!."


"Gak usah Man,gue aja."


"Gimana cara nya Lo olesin sendiri?."


"Gue bisa kok."


"Tau dimana letak lukanya?."Rhesa menggeleng.


"Makanya biar gue yang olesin.Sini!!!."


Rahman dengan serius mengoleskan obat pada Rhesa.Perhatian Rahman membuat Rhesa merasa malu.Pasalnya selama ini mereka tak pernah dekat bahkan untuk sekedar saling menyapa.

__ADS_1


__ADS_2