
Ponsel Zahra berdering,sebuah nomor baru yang tidak dikenal terlihat di layar handphone Zahra.Awalnya Zahra enggan untuk mengangkat ponselnya,tetapi pada akhirnya Zahra tetap menerima panggilan takut ada hal penting.
Halo...
Assalamualaikum...
"Wa'alaikumussalam..."
Zahra kan?.
"Iya... siapa ya?."
Ini aku Dafi Za..
"Oh Dafi..ada apa ya?."
Emmm Lo lagi sibuk gak.
"Nggak tuhhh.."
Mmm itu...aaa.
"Kenapa ada masalah dengan organisasi atau ada yang perlu bantuan gue?."
Ngg...ngak...ini gak ada hubungannya sama organisasi kok.
"Terus.."
Besok malam lo punya kesibukan gak?.
"Kayak nya gak ada deh."
Gue bisa minta tolong sama Lo?.
"Selagi gue bisa..No problem."
Gue mau ngajak Lo ke reunian ke rumah temen gue sebagai partner boleh kan?.
"Aduh gimana ya?."
Kalau lo gak bisa gak papa kok.
"Bukannya gitu,ntar gue canggung sama temen temen Lo."
Gak papa kok..yang hadir gak semuanya teman sekelas kok!.
"Ya udah iya.."
Lo beneran...bukan karena terpaksa kan?.
"Ya nggak lah.."
Makasi ya Za..
"lho kok udah makasi aja,kan gue belum bantuin!!."
Hahaha lo ada ada aja..ya udah besok gue jemput ke rumah ya!.
"Emang lo tau rumah gue?."
Kagak..
"So..."
Ya Lo share located.
"Okeoke.."
Udah dulu.... ya sampai jumpa besok.. assalamualaikum.
"Wa'alaikumussalam."
Dafi kok bisa tau nomor aku ya...Aku kan gak pernah ngasi nomor telpon aku sama anak organisasi kecuali Karina.
Apa dia minta dari Karina?..Tapi gak mungkin kalau ada yang minta nomor aku pasti Karina ngasi tau lebih dulu.
"Ya udahlah bodo amat..Lagian besok juga gak ada kegiatan..hitung hitung nambah temen aja.Lagian kan cuma jadi partner sehari. Dafi juga lumayan... good attitude lagi."
"*~*"
Rumah Zahra
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam..cari siapa ya?."
"Zahra nya ada tan?."
"Oh temen Zahra..ayo masuk!!"
"Iya tan.."
"Kamu duduk dulu tante panggil Zahra!."
Dafi mengangguk mengiyakan.
"Zahra ada temen kamu nih..."
"Iya sebentar Bu.."
"Silahkan di minum dulu nak!!!."ucap ibu Zahra sambil menyodorkan gelas minuman.
"Nama kamu siapa?."
"Dafi tan.."
"Oh nak Dafi,kamu tinggal dimana?."
__ADS_1
"Jalan KH.Moh.Mansyur tan."
"Dekat sama mesjid Jami nya?."
"Iya tan.. ngelewatin."
"Kenal Zahra dari mana?."
"Zahra temen satu organisasi tan..."
"Maaf ya lama."tiba tiba Zahra muncul.
Dafi menatap Zahra Dari atas sampai bawah.
Cantik.gumamnya dalam hati.
"Eh kamu rapi banget Za..mau kemana?."
"Eh iya tan boleh Dafi ajak Zahra ke acara reunian?."Dafi langsung menjawab pertanyaan ibu Zahra.
"Kok Zahra gak ngomong dulu sama ibu!!."
"Ya maaf Bu Zahra lupa.Ya udah ya Bu kita berangkat dulu ntar kemaleman."
"Ya udah kalian hati hati!!..jangan pulang terlalu larut."
"Iya tan...kita pamit ya tan!." Dafi berpamitan sambil mencium tangan ibu Zahra.
"Iya hati hati!!"
Dafi membuka kan pintu mobil untuk Zahra.Zahra masuk ke mobil sambil tertawa karena tingkah Dafi yang berlagak seperti seorang kekasih.
"Sabuk pengaman udah di pakek?."
"Udah.."
"Okey kita jalan."
Suasana hening dan canggung mereka tenggelam dalam fikiran nya masing masing.Sampai Dafi memberanikan diri mengeluarkan suara.
"Cantik.."
"Haaa.."
"Lo cantik malam ini."
"Jadi selama ini gue gak cantik gitu!!."
"Cantik sih cuma malam ini lo agak beda."
"Ya gue kan dandan dikit,masa muka gue gak ada perubahan!."
"Beneran cuma dikit doang?."
Zahra mengangguk dan mengerut kan kening karena tidak mengerti ucapan Dafi.
"Lo ngeledek gue!!.."
"Ya kagak,gue muji."
"Gak mau gue nemenin Lo!!."
"Ih ngambek,sorry becanda.Tapi jujur Lo beda banget malam ini."
"Thanks..buat pujiannya!! gak ngaruh juga."
"Kegiatan Lo sekarang apa?."
"Gue ngambil advokat."
"Lo mau jadi pengacara?."
"Gak juga sih gak ada niat."
"Terus kenapa Lo ngambil advokat?."
"Karena hobi kali ya."
"Berarti Lo itu cewek yang hobi berdebat."
"Lo ngeledekin gue lagi!!!."
"Dari segi mana gue ngeledekin Lo."
"Nyebelin banget."
"Mending gue diem aja,kena marah mulu."
Zahra menyipitkan mata ke arah Dafi.
"Mata Lo,keluar!!!"
"Lo ngusir gue."
"Iyaa... buruan keluar!!!"
"Ihhh cowo apaan sih Lo nyuruh cewe turun di tengah jalan!!!."
"Apa sih Za?.kan udah nyampe..."
"Ha...Ohhh.."
"Lo ngayal ya."
"Udah ah Lo ngeledekin gue mulu."
"Oke gak gak gak bakalan lagi, yuk masuk."
__ADS_1
Zahra menggandeng tangan Dafi masuk ke rumah teman nya.Di taman itu banyak sekali tamu yang sudah hadir.Zahra merasa canggung saat berjalan di taman dan semua mata tertuju padanya.
"Kenapa semua orang pada ngeliatin gue?."
"Ya karena lo cantik."
"Kayaknya enggak deh?."
"Udah ngapain di fikirin!!."
Zahra merasa semua orang menatap nya.Bukan karena tatapan kagum lebih seperti tatapan sinis seorang saingan.Tiba tiba suara seseorang mengejutkan nya.
"Ini dia tamu yang sedang kita tunggu...Ketua kelas dan juga pemeran utama kita malam ini udah dateng.Dan sekarang semua udah lengkap tinggal satu orang lagi kembaran nya dia."
"Dia belum dateng?."
"Belum fi..mungkin jalanan macet."
"Lo punya kembaran?."
"Bukan kembaran,itu tu cuma panggilan anak anak aja karena kita itu selalu berdua waktu SMA.Lo pasti kenal sama dia"
"Emang siapa?."
"Entar Lo tau sendiri."
"Nah tu dia.."
Zahra yang mendengar ucapan teman sekelas Dafi langsung menoleh ke arah sosok yang mereka tunggu.Dia sangat penasaran lantaran Dafi bilang kalau dia mengenal orang itu.Ternya ya orang itu tak lain adalah Yazdan.Anggota yang baru bergabung dalam organisasi mereka.
Wajah Yazdan yang datar seperti biasanya menjelaskan sifat nya yang dingin dan cuek.Dia berjalan ke arah Dafi dan Zahra.
"Lama banget.."Dafi memukul pundak Yazdan yang sudah berada di depannya.
"Biasa..."
"Yuk minum dulu..Lo pasti capek karena baru nyampe."
"Zahra yuk.."
"Kemana?."
"Emang Lo gak laper...gak haus.."
"Iya sih tenggorokan gue kering.."
"Ya udah buruan!!"
Dafi menarik tangan Zahra agar mengikuti nya ke meja makanan.Sementara Yazdan berjalan lebih dulu dengan wajah datarnya tanpa menyapa Zahra seakan akan dia tidak mengenal nya sama sekali.
"Nih Za.."
"Makasih ya fi.."
"Apa kegiatan Lo selanjutnya nya?."
"Gak ada.."
"Ih gilakk.. gak punya tujuan hidup Lo?."
"Gue masih belum mikirin."
"Lo gak punya minat apa apa?."
"Masih belom."
"Ah apaan sih Lo..gak punya prinsip hidup lo."
"Emang Lo punya.."
"Ya punya lah."
"Haiii.."Tiba tiba seorang wanita datang menghampiri mereka.
"Masih ingat aku kan?."
Dafi hanya mengangguk sementara Yazdan seakan tak peduli.
"Emang ketua kelas terbaik sampai saat ini masih bisa inget sama temen lama!."
Yazdan hanya memutar bola mata nya malas meladeni nya.
"Yazdan sampai sekarang lo gak ada perubahan nya ya.Tetap aja sok cuek!!."
"Emang Lo siapa gue?."
"Kasar banget sih Lo jadi cowo!!!."
"Udah Sya kok malah berantem."
"Yazdan tu ngeselin fi.Kita kumpul juga beberapa tahun sekali,eh dianya malah gak ada ekspresi gitu.. gimana gak kesel!!."
"Ya kan Lo tau dia dari dulu emang gitu."
"Ngomong ngomong ini siapa Lo fi?."
"Oh ini Zahra temen gue."
"Cuman temen...."
Nada bicara Tasya membuat Zahra mulai merasa tidak nyaman.Dia merasa kalau Zahra tidak suka dengan keberadaan nya disini.
Ni orang kenapa sih.. apa dia suka sama Dafi makanya kayak julid aja ngeliat gue.Bikin orang gak nyaman aja. Batin Zahra.
"Oh iya Za ini Tasya mantan sekretaris kita di kelas."
"Zahra.."Zahra mengulurkan tangan.
__ADS_1
"Tasya.."Tasya menjabat tangan Zahra tetapi seperti sedang terpaksa.Tasya terus menatap Zahra seakan akan ingin memusuhi nya.