Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
36.Taman bermain


__ADS_3

"Film nya seru banget,hantunya keliatan nyata gitu.Pokok nya the best lah!."


"Kalau Lo mau gue bisa temenin Lo nonton setiap minggunya."


"Emang Lo gak ada kerjaan?."


"Kalau weekend emang siapa yang kerja?."


"Ya kan gue gak bakal jalan sama Lo doang!."


"Kalau bukan gue yang ajak Lo,terus siapa lagi?."


"Sejauh ini gak ada,tapi gue gak jamin gimana ke depannya."


"Perasaan Lo punya banyak gebetan aja."


"Gebetan gak ada,tapi kalau teman lebih dari cukup!."


"Itu juga kalau temen Lo bisa di andalkan."


"Hmmm.... sekarang kita mau kemana lagi?."


"Lo tinggal diam dan ikut aja."Zahra memutar mata malas mendengar ucapan Aryan.


Hari sudah mulai gelap.Aryan kembali melajukan mobilnya ke sebuah taman bermain.


"Ngapain? emang gue bocah!."


"Apa di pikiran lo taman bermain itu khusus untuk anak-anak aja."


"Kalau udah sampai disini gue yakin Lo gak bakal mau balik."


"Kita liat aja."Zahra bergegas turun dari mobil dan berjalan berdampingan dengan Aryan.


Aryan mengajak Zahra bermain semua permainan disana mulai dari melempar kaleng, menembak,bianglala dan permainan lainnya.


"Yah gak kena,udah tiga kali satu pun gak kena."


"Sini gantian gue!."


"Emang Lo bisa?."


"Lo ngeremehin gue?.Lo gak tau gue raja permainan ini."


"Gak usah omong kosong mulu,ayo lempar!!."


"Tuh kan kena."Zahra cemberut melihat Aryan bisa menumbangkan kaleng dengan sekali lemparan.


"Udah muka nya biasa aja,lo mau hadiah apa?."


"Gue yang milih, kan Lo yang menang?."


"Mau gak? kalau gak mau ya udah hadiah nya gak usah di ambil."


"Gue mau!.Pak aku mau boneka itu ya!."


"Ini neng?."


"Iya pak,makasi ya."


"Lo makasi nya sama gue bukan ke bapak itu."


"Makasi ya Aryan!!!!."


"Ayo main yang lebih seru."


Kali ini Aryan dan Zahra bermain gua hantu. Karena mereka sama-sama berani, sebentar saja mereka sudah berhasil keluar dari gua.


"Ah gak seru,hantunya biasa aja."


"Kamu mau hantu beneran?."


"Kalau hantu beneran itu pastinya Lo!."

__ADS_1


"Gak usah ngegas juga kali."


"Kali ini gue yang pilih permainan nya,Lo gak seru."


Setelah berkeliling di taman bermain Zahra tidak menemukan satu pun permainan yang dapat memikat hatinya.Akhirnya dia merasa kelelahan dan memilih duduk di bangku taman.


"Lo mau naik bianglala?."


"Gue capek!."


"Oyy di sana kan cuma duduk doang apa capek nya sih."


"Gue males jalan."


"Mau gue gendong?."


"Ogah,dari pada di gendong sama Lo mendingan gue jalan!."


"Ya udah ayo."


"Tapi gue males tau nggak!."


"Bilang aja Lo takut ketinggian."


"Eh lo nantangin gue?."


"Kalau menurut Lo?."


"Okey kita diduduk dibagian puncak tertinggi. Jangan sampai Lo nangis minta turun!."


"Belum ketauan siapa yang bakal nangis."


Mereka berjalan ke arah bianglala.Setelah memesan tempat duduk di puncak tertinggi mereka menunggu sampai bianglala penuh.Aryan keluar membeli es krim untuk nya dan Zahra.


"Nih buat Lo,kalau gak ada es krim gak komplit."


"Tau aja Lo? sering datang kesini ya?."


"Emang iya."


"Oh iya bang."


Bianglala mulai bergerak dan berhenti saat mereka berada di puncak tertinggi.Zahra tidak tahan untuk tidak mengambil foto Selfi.


"Aryan ayo senyum!."


Mereka tampak begitu dekat,Zahra merasa Aryan tidak begitu mengesalkan seperti pertama kali mereka bertemu.Dia begitu hanya karena belum terlalu mengenal Aryan.Waktu habis mereka turun dari bianglala.Saat Zahra ingin keluar,kakinya tersandung dan hampir terjatuh.Beruntung saat itu Aryan cepat-cepat menangkap nya sehingga Zahra tidak sempat terjatuh.


"Kamu apa-apaan sih,selalu ceroboh lagi dan lagi.Kalau gak ada aku siapa yang mau bantuin kamu!."


Seketika Zahra ingat sesuatu.Dia merasa hanya ada satu orang yang selalu memarahi seperti itu dan mengatainya ceroboh.


ceroboh,lagi dan lagi.kenapa aku merasa hanya ada satu orang yang selalu berbicara seperti ini sama aku....


atau itu memang dia...


Bayangan seseorang muncul di benak Zahra.Dia menatap wajah Aryan sangat lama dan akhirnya mengingat seseorang yang dia kenal dulu.


"Kak Ary!."Mata Aryan melotot mendengar Zahra memanggil nya sama seperti dulu.


"Kamu udah ingat aku?."


"Kamu beneran kak Ary?."Aryan hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Zahra.Zahra langsung memeluk Aryan saking senangnya.


"Ya ampun kak,kenapa kakak gak ngomong dari awal.Aku seneng banget ketemu sama kak Ary lagi."


"Aku sengaja mau nguji kamu,masih ingat sama aku atau nggak!."


"Maafin aku ya kak, sekarang baru ingat sama kamu."


"Yang penting kamu ingat!."Zahra sadar dia sedang memeluk Aryan, refleks dia menjauh karena malu dengan tingkah nya barusan.


"kita ke rumah ya kak! ibu sama ayah pasti senang ketemu sama kakak lagi."

__ADS_1


"Gak Za,aku anter kamu aja.Gak enak bertamu malam-malam gini."


"Gak papa kak,lagian ibu sama ayah pasti senang."


"Gak deh Za,besok aku janji bakal ke rumah kamu."


"Bener ya?."


"Iyaaa,ya udah yuk aku anterin kamu pulang."


"Okeyy."


Zahra dan Aryan berjalan ke parkiran dan masuk ke dalam mobil.Di perjalanan Zahra terus bertanya tentang Aryan selama beberapa tahun ini.


"Kak Ary sebenarnya kemana sih?."


"Kita cuma pindah keluar kota."


"Kenapa kak Ary gak pamit sama aku."


"Ya kalau aku pamit,yang ada kamu bakal nangis terus gak bisa berhenti.Jadinya kan aku yang repot bujukin kamu."


"Hehehe iya juga sih,emang kakak yang paling mengerti aku."


"Terus sekarang kakak udah punya mantan berapa?."


"Gak ada!."


"Kakak setia amat orang nya sampai sekarang hubungan nya awet.Jadi penasaran siapa pacar kakak?."


"Aku gak punya pacar!."


"Apa iya selama ini kamu tetap jomblo?."Aryan hanya mengangguk.


"Ya ampun serius Lo kak."


"Iya Zahra, cerewet amat."


"Gila!! ternyata masih ada cowo se gede ini masih belum pernah pacaran.Langka cowo kayak Lo."


"Kamu ngatain aku?."


"Kan aku muji kakak."


"Kalau mau muji orang gak gitu juga Maemunah."


Zahra tertawa lepas mendengar perkataan Aryan yang seperti hiburan baginya.Dia merasa sangat senang lantaran orang yang selalu menjadi temannya dan yang sudah dia anggap sebagai kakak nya sendiri sekarang muncul di hadapannya.


"Kamu sendiri gimana?."


"Gimana apanya?.


"Masalah hubungan asmara kamu?."


Zahra terdiam sejenak enggan untuk membahas masa lalu nya.Tetapi yang ada di hadapannya sekarang adalah satu-satunya orang yang dia percaya dari dulu.Selama ini tak ada satu pun rahasia yang dia tutupi dari Aryan. Walaupun enggan tapi Zahra memutuskan untuk menceritakan semua nya kepada Aryan. Tentang bagaimana hubungan yang dilalui nya selama ini dengan Farhan sampai saat dimana Farhan meninggalkan nya


.Kesedihan tampak jelas di wajah Zahra saat dia menceritakan semua tentang Farhan.Tetapi dia berusaha tegar untuk menutupi semua nya di depan Aryan.Walau bagaimana pun semua kejadian yang di lalui itu masih terasa sulit bagi Aryan menggenggam tangan Zahra dan berusaha menguatkan nya.


"Udah gak usah di ceritain,aku ngerti kok."


"Makasi ya kak."


"Udah nyampe rumah."


"Makasi ya kak udah ajak aku jalan-jalan."


"Seharusnya aku yang ngucapin terima kasih, karena kamu udah temenin aku seharian."


Zahra hanya tersenyum.


"Udah masuk!."


"Iya,makasi kak."

__ADS_1


Aryan pun memutar mobilnya meninggalkan kediaman Zahra.


__ADS_2