
Ini adalah hari terakhir Farhan dan Aisyah liburan,sebab besok Farhan harus kembali bekerja di kantor seperti biasanya.Mereka merapikan barang-barang dan bersiap untuk kembali ke Jakarta.
"Mas baju yang kamu pakek waktu kita berangkat kamu letakkan dimana?."
"Di keranjang pakaian kotor gak ada?."
"Gak ada!."
"Aku lupa,bentar aku cari."
Farhan mengobrak-abrik seisi kamar mencari baju yang di maksud Aisyah.Akhirnya dia menemukan baju itu di bawah tempat tidur.
"Ini kan Aisyah?."
"Sini mas biar sekalian aku kumpulin!."
"Ini."ucap Farhan sambil menyerahkan baju itu kepada Aisyah.
"Kamu udah mandi mas?."
"Masih belum."
"Ya udah buruan ntar kita sampai Jakarta nya kemalaman."
"Iyaiya aku mandi dulu,kamu jangan lupa barang barangnya Arfan juga."
"Iya udah kamu buruan mandi."Aisyah mendorong Farhan ke kamar mandi.
Selesai mandi dan berkemas mereka membawa koper dan semua barang bawaan ke mobil.Setelah itu mereka masuk ke mobil dan bersiap kembali ke Jakarta.
Di perjalanan mereka saling bercanda bersama dan tertawa melihat tingkah lucu Arfan yang sedang aktif aktif nya.
"Mas nanti kalau kamu ada cuti dari kantor lagi,ajak kita jalan-jalan lagi ya.Liat Arfan senang banget balik jalan-jalan."
"Iya ke depan nya aku pasti akan sering ajak kalian jalan-jalan."
"Makasih ya mas."
"Aisyah dulu kamu masih pacaran dan gak berhijab kan?."
"Nggak mas emang kenapa?."
"Kamu mulai pakai hijab kapan?."
"Semenjak aku putus sama mantan pacar aku."
"Jadi setelah itu kamu trauma buat pacaran?."
"Nggak kok mas,aku hanya sadar aja kalau pacaran itu gak ada gunanya.Cuma buang-buang waktu aja.Makanya setelah aku putus langsung gak pernah mikir lagi yang namanya pacaran."
"Kenapa tiba-tiba kamu menanyakan hal ini?."
__ADS_1
"Nggak,aku cuma mau tau aja."
Tiba-tiba Arfan menangis.
"Kenapa sayang,haus ya?."
Arfan terus menangis tak henti-hentinya.
Aisyah meminta Farhan memegang Arfan sebentar.Dia melepas sabuk pengaman dan berusaha menggapai tas yang berisi termos air panas dan susu kemasan.Karena Arfan yang terus menangis membuat Farhan tidak bisa fokus menyetir.Sesekali dia melihat ke depan dan sesekali harus membujuk Arfan agar berhenti menangis.
"Cup cup cup cup...udah dong Arfan nangisnya, kamu kan laki-laki Anak papa gak boleh cengeng."
Arfan tetap saja menangis karena bujukan Farhan tak berefek padanya.
"Aisyah masih lama? aku gak bisa fokus menyetir."
"Sebentar lagi mas,kalau nggak kamu pinggiran dulu aja mo....."
Brakkkk.....
Mobil mereka menabrak sebuah pohon di pinggir jalan.l, karena Farhan ingin menghindari truk yang berada didepan.Arfan masih aman di dalam pelukan Farhan dan Farhan hanya mengalami luka ringan karena kepala nya menghantam setir mobil.Syukurlah kesadaran masih menguasai nya.Tangis Arfan makin kencang lantaran terkejut.
Sementara Aisyah lukanya sangat parah karena tadinya dia sempat melepaskan sabuk pengaman dan tidak berpegangan pada benda apa pun.Melihat ada kecelakaan para pengendara yang lewat langsung berhenti dan berusaha membawa mereka ke rumah sakit.Aisyah kehilangan banyak darah akibat benturan kaca mobil di kepalanya.Para warga membawa Aisyah ke dalam sebuah mobil yang akan mengantar mereka ke rumah sakit.Dengan sigap perawat rumah sakit membawa nya masuk ke ruang UGD.
Perawat hanya membalut luka Farhan dengan perban karena tidak terlalu parah.Sementara Arfan harus melakukan pemeriksaan psikologis, karena mereka takut kalau Arfan akan trauma terhadap kejadian itu.
Farhan terus berdoa untuk keselamatan Aisyah. Dia sangat takut jika terjadi sesuatu terhadap Aisyah titik. Karena baru beberapa bulan saja dia benar-benar menerima Aisyah sepenuhnya. Dia merasa masih belum bisa memberikan Aisyah kebahagiaan yang sesungguhnya.
"Dok, Gimana keadaan istri saya?."
"Pasien kekurangan banyak darah, dan saat ini kebetulan golongan darah pasien sedang kosong.Jadi kita harus menunggu pengiriman stok darah dari rumah sakit lain atau mencari pendonor yang darahnya sesuai dengan pasien."
"Saya mohon dok lakukan yang terbaik selamatkan istri saya dokter."
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan pasien."
"Dokter,dok,dokter....."suara seorang perawat dari dalam ruangan mengejutkan Farhan dan itu.
"Cepat dok!."
"Ada apa?."
"Kondisi pasien kritis!."
"Dok saya mau masuk."ucap Farhan.
"Maaf anda tunggu di luar saja."
"Ayo lakukan penanganan darurat."
Mereka melakukan berbagai cara untuk membuat Aisyah keluar dari masa kritisnya. Tetapi hasilnya tetap sama malah keadaan Aisyah semakin parah.
__ADS_1
"Kita harus segera mencari pendonor yang sesuai dengan pasien."
"Tapi bagaimana dokter di rumah sakit ini tak ada satu pun yang memiliki golongan darah yang sama dengan pasien."
"Cari dari beberapa pengunjung rumah sakit, siapa tahu ada yang memiliki golongan darah yang sama dengan pasien."
"Baik dok."
Belum sampai di depan pintu perawat itu di minta kembali karena Aisyah sudah menghempaskan nafas terakhir di rumah sakit itu.
"Saudara Farhan."
"Iya dok bagaimana keadaan Aisyah."
"Mohon maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin,tapi Tuhan berkehendak lain."
"Apa maksudnya dok? apa mungkin Aisyah...."
"Iya saudara Aisyah sudah meninggal."
"Gak mungkin dokter pasti bohong kan atau dokter tidak periksa dengan menyeluruh."
"Maaf saudara Farhan kami sudah berusaha semoga anda bisa menerima dengan lapang dada."
Farhan berlari ke dalam ruang rawat Aisyah.
"Aisyah bangun Aisyah kamu pasti pura-pura kan? mau ngeprank aku ya?."
"Udah jangan bercanda lagi gak lucu,ayo buka mata kamu."
Aisyah diam tak bersuara dengan wajah pucat dan tubuh kaku yang terbaring di atas bangsal.
"Aisyah jangan tinggalin aku Aisyah,kamu bilang kamu mau jalan jalan saat aku cuti kan.Aku akan tepati janji aku Aisyah,kamu bangun ya."
"Maaf pak beliau sudah meninggal,kami akan bawa ke ruang mayat."
Farhan masih tidak rela kalau Aisyah pergi secepat itu.Baru beberapa waktu terakhir ini hubungan mereka membaik dan sekarang dia harus kehilangan salah satu orang yang berharga di hidup nya.
"Aisyah jangan tinggalkan aku dan Arfan,kita masih butuh kamu Aisyah."
"Ini semua salahku yang menyetir tidak hati-hati."
"Kalau saja aku berhati hati sedikit kejadian ini tidak akan pernah terjadi."
Farhan terus menangis mengeluarkan semua kesedihan nya.Di tatap nya Arfan yang sedang berada di gendongan seorang perawat.
"Kenapa kamu pergi Aisyah,apa aku tidak cukup baik buat kamu?.
"Aisyah lihat Arfan masih kecil,dia masih butuh kamu.Kenapa kamu tega meninggalkan kami."
"Aisyah...hikkss...hikkss..."
__ADS_1
"Bangun Aisyah,kembali."