Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
57.Bertemu lagi


__ADS_3

Hari ini Zahra terburu-buru berangkat ke Cipanas untuk melakukan tugas survei nya yang mendadak.Dia mengemas kopernya secepat mungkin.Dengan menggunakan mobil dia hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk tiba disana.


Zahra menginap di hotel Bali indah yang lokasi nya lebih dekat dari lapas kebonwaru sebagai tujuan awal Zahra untuk melakukan survei.


"Mbak saya mau check-in."


"Boleh minta KTP nya mba."


"Ini mba!."


"Tunggu sebentar ya mba."


"Baik mba."


"Ini kuncinya,kamar anda ada di lantai 2 nomor 37."


"Terima kasih mba."


Zahra segera naik ke lantai dua dan mencari kamar dengan nomor 37.Sesampainya di kamar dia langsung mengemasi barang nya.Zahra akan tinggal disana kurang lebih satu Minggu sampai survei nya selesai.Zahra memutuskan untuk beristirahat setelah melakukan perjalanan.


"Mandi dulu deh baru santai,survei nya besok aja."


Selesai mandi, Zahra berdiri di balkon memandangi sekitar hotel yang tampak tenang.


Saat sedang mengamati sekitar hotel, matanya tertuju pada gadis yang berjalan di dekat kolam renang.


"Itu bukannya perempuan yang waktu itu sama Aryan ya!."


"Dia ngapain disini?."


"Atau dia tinggal di sekitar sini?."


"Gak mungkin lah!."


"Eh eh kayak nya dia naik lift, berarti dia emang nginap di hotel ini."


"Kok bisa kebetulan ya?."


"Apa Aryan juga ada disini?."


"Ah udah lah pusing gue,tidur aja deh ngapain di fikirin terus!."


Zahra masuk dan menutup pintu balkon nya. Beristirahat karena besok pastinya dia akan sangat sibuk.Dia haru mengumpulkan stamina yang besar untuk pengurasan energi yang besar pula.


***


Disisi lain Irene sedang buru-buru kembali ke kamar nya, karena telah meninggalkan dokumen nya yang sangat penting.Sedangkan Aryan masih setia menunggu nya di dalam mobil.Sesuai janjinya untuk menemani Irene menyelesaikan pekerjaan nya.Setelah mengambil beberapa dokumen,dia bergegas kembali ke mobil takut Aryan akan terlalu lama menunggu nya.


"Sorry ya Yan aku lama."


"Gak papa kok, buruan masuk ntar kemaleman."


"Oke."


"Kita mau kemana?."


"Aku mau ke pabrik hardware dulu,aku mau wawancara sebentar!.Kamu mau kan nungguin aku."


"Tenang aja,bakal aku tungguin sampai kelar."


"Kamu ikut masuk?."


"Aku disini aja."

__ADS_1


"Oke,aku gak lama kok."


"Ya udah santai aja."


Irene masuk ke pabrik dan mencari narasumber yang sudah dia hubungi beberapa waktu lalu untuk melakukan wawancara."


Wawancara hanya berlangsung beberapa menit saja.Setelah itu dia bergegas keluar menemui Aryan.


"Lama?."


"Nggak."


"Bener?."


"Iya... sekarang kita mau kemana lagi?."


"Kita ke foto copy dulu,aku mau cetak beberapa berkas."


"Dimana ni?."


"Di sekitar sini aja kita pelan-pelan jalan nya, pasti nanti bakal keliatan."


"Oke terserah kamu.Jangan lupa perhatiin di sebelah kiri,aku liat sebelah kanan."


"Oke."


Setelah melaju selama 15 menit secara perlahan, Irene melihat sebuah fotocopy.


"Berhenti berhenti,itu ada fotocopy."


Aryan segera menepikan mobilnya.Segera Irene keluar dari mobilnya dengan terburu-buru.


"Irene pelan-pelan ntar kamu jatuh."Aryan pun mengikuti nya keluar dari mobil


Dengan cepat Aryan menangkap nya,Irene masih beruntung karena tidak terjatuh.Irene menatap wajah Aryan yang sedang menopang tubuhnya.Mau di pandangi berapa lama pun ia tetap tidak akan pernah bosan.Hidung Aryan yang mancung dan rahang yang tegas membuat Irene tak bisa memalingkan pandangan matanya.


"Kamu gak papa kan?."


"Ah nggak kok."ucap Irene dan buru-buru berdiri dengan benar.Pipinya panas dan memerah.Dia segera berbalik dan berjalan menuju fotocopy agar Aryan tak melihat ekspresi memalukan nya saat ini.


"Mba bisa bantu saya print kan bagian ini masing-masing dua lembar ya mba."


"Baik mba,tunggu sebentar."


Irene menatap Aryan yang sedang bersender di mobil.


Aryan sendiri menunggu Irene sambil bersender di pintu mobil dengan tangan bersilang ke depan.


"Kok dia masih bisa santai ya saat aku sendiri merasa begitu malu."


"Kenapa akhir akhir ini aku selalu bertingkah ceroboh di depan Aryan,bikin malu aja."


"Tapi Aryan di posisi ini keren banget.Aku foto aja buat di jadiin penghuni galeri."


Irene mengambil ponsel nya dan diam-diam memotret Aryan tanpa sepengetahuannya.


"Hasil nya bagus banget,foto ini hanya aku yang punya."ucap Irene sambil senyum-senyum sendiri melihat foto Aryan.


"Mba ini sudah selesai."


Irene tak mendengar panggilan dari penjaga fotocopy.


"Mba..."Panggil nya sekali lagi dengan suara yang lebih keras.

__ADS_1


"Eh maaf mba,udah ya?."


"Udah mba,ini total nya 20 RB."


"Ini uangnya mba, Makasi ya."


"Sama-sama mba."


"Yuk udah selesai."


"Terus kita kemana lagi?."


"Udah gelap ni,aku juga laper!.Gimana kalau kita makan di restoran dekat sini."


"Okey,yuk masuk.Kita cari restoran nya yang searah jalan balik ke hotel ya!."


"Iya aku nurut aja."


Sepanjang jalan Irene hanya menatap keluar jendela mobil.Dia masih belum bisa menatap Aryan karena kejadian tadi.Begitu dia melihat ke arah Aryan,wajahnya akan memerah secara tiba-tiba.Dia tak ingin Aryan menyadari itu,sehingga dia memilih untuk terus memalingkan wajahnya dari Aryan.


"Ren,kayak itu ada restoran!."


"Mana?."


"Itu di seberang jalan!."


"Kita kesana aja, perut aku udah keroncongan."


Aryan segera melajukan mobil menyebarang jalan menuju ke restoran itu.Dia memarkirkan mobil sembarang di depan restoran,karena tak ada tempat parkir yang dia lihat di sekitar sana.


"Ayo Yan jangan lama-lama,aku udah laper banget nih."


"Sebentar!."


"Kamu ngapain sih lama banget?."


"Mengunci mobil."


"Kenapa Lo kunci semua."


"Disini itu gak ada tukang parkir, siapa yang mau jagain.Lagian jaman sekarang banyak pembobolan mobil."


"Oh gitu,udah selesai kan."


"Udah kok."


"Kalau udah buruan dong,keburu mati kelaparan nih."


"Iyaiya Irene gak ada kesabaran nya sedikit pun."


"Kalau masalah makan emang sabar itu udah langsung hilang aja."


"Dasar kamu!."


"Udah ayo jangan ngomel mulu."ketus Irene sambil menarik tangan Aryan.


Aryan hanya mengikuti semua kemauan Irene dan masuk ke dalam restoran dengan posisi tangan nya yang masih di gandeng Irene.Mereka makan malam di restoran,Irene yang sedari tadi kelaparan makan dengan sangat lahap.


"Pelan-pelan ntar keselek."


"Aku laper banget tau nggak."


"Emang kamu aja,aku juga laper tapi gak usah buru-buru gitu.Gak bakal ada yang berebutan sama kamu kok."Irene tidak mendengar kan omongan Aryan dan terus makan tanpa memperdulikan Aryan.

__ADS_1


Setelah selesai mereka memutuskan untuk kembali ke hotel beristirahat karena merasa sudah terlalu lelah.


__ADS_2