Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
30.Desa terpencil


__ADS_3

krukkkk


Suara perut Zahra benar benar mengganggu.Karena sudah sangat lapar Zahra memutuskan makan siang di sebuah restoran yang tidak jauh dari mall.


Dia mulai melihat daftar menu yang dibawakan pelayan dan mulai memilih berbagai makanan.Tak beberapa lama pesanan Zahra sudah datang.Dia yang sudah merasa sangat lapar langsung menyantap hidangan yang dia pesan tadi.


"Pelan-pelan,ntar keselek!."


Zahra mengangkat kepala dan betapa terkejutnya dia melihat Dafi sudah berdiri di depan nya sambil tersenyum.


"Lo kok bisa ada disini?."


"Karena gue laper!."


"Maksud gue bukan itu?."


"Terus??."


Zahra yang tidak tahu harus menjawab apa hanya diam dan melanjutkan kegiatan mengisi energi nya.


"Makan sendiri,gak nawarin gue ni?."


"Ya udah tinggal panggil pelayan dan pesan kan beres,gak perlu ribet!."


"Oke lo yang minta ya,gue gak bakalan sungkan."


Zahra mengernyitkan dahi tidak mengerti maksud Dafi.Tak berapa lama seorang pelayan datang dan memperlihatkan daftar menu kepada Dafi.Setelah Dafi memesan pelayan itu pun langsung pergi.


"Lo keliatan laper banget?."


Zahra makan tanpa menghiraukan perkataan Dafi karena memang dia sangat lapar saat ini.


"Kalau depan pacar Lo,cara makan Lo tetap seperti ini?."


Huk huk huk


Zahra tersedak mendengar ucapan Dafi.


"Pelan-pelan dong Za,minum dulu minum dulu!."


"Makasi ya."


"Lo makan nya cepat amat,takut gue minta bakal bantuin ngabisin?."


"Apaan sih?."Zahra tertawa mendengar ucapan Dafi.


Pelayan mengantar kan makanan yang sudah di pesan dafi.


"Lo diet?."


"Maksud Lo?."


"Makanan Lo itu doang,emang bisa kenyang?."


"Ya bisa dong,jangan bilang Lo gak bakal kenyang dengan porsi ini!!."


"Emang kenyataan nya gitu!."


"Ya ampun ya Za,Lo makan nya banyak juga!."


"Kalau gak banyak,gak makan namanya!."


"Terus namanya apa?."


"Ngemil."


"Hahahaha..Lo ada bener nya juga sih!.


"Ngomong-ngomong kok Lo bisa disini?."


"Oh gue tadi dari mall sekitar sini,karena laper jadi mampir deh.Lo sendiri?."

__ADS_1


"Gue emang mau kesini,karena ini restoran favorit keluarga gue."


"Kenapa Lo gak makan siang di rumah aja?."


"Di rumah gak ada orang,males gue makan sendiri,Kalau disini kan ada Lo yang nemenin!."


"Kalau gak ada gue?."


"Ya pastinya bakal ada cewe lain yang temenin gue makan!."


"Kepedean Lo!."


Hahahaha


"Kamu sendiri Za?."


"Iya.."


"Kamu gak bawa mobil??."


"Tadinya aku sama temen aku,tapi dia udah aku minta balik duluan!."


"Ya udah Lo balik bareng gue aja,gue bawa mobil kok!."


"Gak usah,gue naik taxi aja gak mau ngerepotin Lo!."


"Gak usah nolak gue,lagian gue juga gak ada kesibukan!."


"Gak usah Dafi!."


"Mau dong Zahra!."


"Ih lebay banget."Zahra tertawa mendengar cara bicara Dafi.


"Emang lucu?."


"Ya lo gak tau gimana ekspresi wajah Lo pas ngomong gitu!."


"Udah makan jangan ketawa terus,jelek tau gak!."


"Zahra.."


Tiba-tiba Dafi mengambil tisu dan melap sudut bibir Zahra yang belepotan.Zahra tercengang melihat perlakuan Dafi dan terdiam sesaat.


"Hey kok Lo jadi ngelamun,ntar kesambet lho!."


"Ah elo sih, tiba-tiba aja ya aku kan...!"


"Apa?."


"Bukan apa-apa.Lanjut aja makan nya,gue ke toilet bentar."


Saat bangun dari tempat duduknya kaki Zahra tersandung dan dia hampir terjatuh.Beruntung Dafi cepat cepat menopang tubuh Zahra.Pipi Zahra merona, karena malu dia buru-buru pergi ke kamar mandi.


"Duhh malu banget gue,pakek jatuh segala lagi.Dafi juga ngapain sih pakek pegang-pegang segala.Dia liat wajah gue yang merah gak ya? gue jadi canggung banget ketemu dia,atau gue balik diam-diam aja ya!."


"Ah nggak gak ntar dia mikir gue baper lagi!."


"Cuci muka dulu,baru balik nemuin dia."


Zahra berjalan menuju meja tempat dimana Dafi duduk.Dia menarik nafas dalam-dalam dan mencoba bersikap tenang.Itu bukan sesuatu yang sulit untuk Zahra, lantaran sewaktu SMA nya dulu dia sering ikut pertunjukan drama di sekolah nya.Dia duduk dengan santai seakan-akan tak ada hal yang terjadi tadi.Dia hanya memperhatikan Dafi makan dengan tenang dan tidak mempermasalahkan hal tadi.


"Lo lama banget ke kamar mandi nya?."


"Lah gue balik aja Lo belum selesai makan!."


"Lo nungguin gue?."


"Lo!!!!."


"Gue canda doang,Lo serius amat nanggapin nya!."

__ADS_1


"Abis muka Lo datar gitu,gak ada ekspresi bercanda!."


"Lo mau langsung balik?."


Zahra kembali mengernyitkan dahi heran.


"Gue mau ngajak Lo ke suatu tempat!."


"Kemana?."


"Suatu tempat yang gue yakin Lo bakal suka,gimana mau gak?."


"Oke,lagian gue gak ada kesibukan!."


"Bentar gue bayar dulu!."


"Gue aja!."


"Lo gak ngganggap gue laki laki?."


"Apa sih?."


"Udah gue yang bayar,Lo tunggu aja disini!."


Dafi pergi menuju kasir dan kemudian menghampiri Zahra dan mengajak keluar.Dafi berjalan menuju parkiran sedangkan Zahra menunggu Dafi di depan restoran.


"Naik!!!."


Zahra masuk ke mobil Dafi dan mereka menuju tempat yang dibicarakan Dafi tadi.


"Sebenarnya kita mau kemana sih?."


"Entar Lo juga bakal tau sendiri."


Zahra hanya diam sambil memperhatikan jalan sekitar dan seperti nya Zahra belum pernah melewati jalan yang mereka lalui sekarang.


emang Dafi mau ngajak gue kemana sih, mana dia gak mau ngasi tau lagi mau kemana.Jadi penasaran gue


Zahra melihat Dafi yang sedang menyetir mobil.


ternyata laki laki yang sedang serius itu lumayan tampan ya


Zahra buru-buru mengalihkan wajahnya dan melihat ke luar jendela, dia sadar sekarang pikiran nya sudah tersesat karena terlalu lama melihat wajah Dafi.


"Masih jauh?."


"Lo bosan!."


"Nggak kok!."


"Udah deket kok,bentar lagi juga sampai!."


"Tapi ini dimana,kalau lo gak mau ngasi tau tempat nya setidaknya ngomong dong kita lagi di lokasi mana!."


"Kita mau pergi ke salah satu desa yang masih asri di Jakarta!."


"Emang masih ada tempat yang seperti itu di Jakarta!."


"Sebentar lagi lo juga bakal tau."


Dafi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena disini sudah jarang ada kendaraan yang melintas.Kami seperti sedang berada di pinggiran hutan.Tapi aku hanya bisa percaya pada Dafi karena memang dia bilang kami akan pergi ke sebuah desa.Yang pastinya desa itu identik dengan hutan.


Kami sampai di desa itu dan benar saja seperti nya desa ini masih belum tersentuh peradaban modern.


"Ini tempat yang Lo saranin?."


"Bukan!."


"Jadi..."


"Desa ini cuma sebagai akses kesana!."

__ADS_1


"Gue jadi penasaran, sebenarnya Lo mau bawa gue kemana sih?."


"Lo tenang aja,gue yakin Lo bakal takjub sama ini tempat."


__ADS_2